brand

Deinfluencing

watch-icon 3 min. to read
Deinfluencing

Deinfluencing merupakan istilah yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Tren ini muncul sebagai respon terhadap budaya konsumerisme yang berlebihan dan informasi yang tidak akurat dari para influencer mengenai suatu produk atau jasa. 

Alih-alih mengikuti tren dan membeli produk yang belum sesuai dengan kebutuhan, “deinfluencing” mendorong kita untuk berpikir ulang sebelum membeli barang. Lantas, apa sebenarnya pengertian dari deinfluencing? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! 

Apa Itu Deinfluencing?

Deinfluencing adalah tren dalam dunia digital yang bertujuan untuk memberikan perspektif lebih kritis terhadap keputusan pembelian. Jika sebelumnya banyak orang didorong untuk membeli suatu produk melalui promosi influencer, deinfluencing justru membantu audiens mempertimbangkan ulang apakah produk tersebut benar-benar mereka butuhkan. Tren ini tidak melarang konsumsi, tetapi mengajak konsumen untuk lebih bijak dalam berbelanja.

Bagaimana Cara Kerja Deinfluencing? 

Deinfluencing tidak serta-merta mencegah orang untuk membeli suatu produk. Sebaliknya, tren ini mengajak konsumen untuk lebih kritis dan bijak sebelum membeli barang. Berikut adalah cara kerja deinfluencing: 

Apa Dampak Deinfluencing bagi Brand atau Bisnis? 

Setelah mengetahui cara kerja deinfluencing dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, lantas bagaimana dampaknya bagi brand? Nah, deinfluencing ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi brand untuk beradaptasi. Penasaran? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Tantangan bagi Brand: 

Terdapat beberapa tantangan bagi brand dengan adanya deinfluencing ini, yaitu: 

1. Penurunan Kepercayaan Konsumen

Jika sebuah produk mendapat ulasan negatif dalam tren deinfluencing, maka dapat menurunkan kepercayaan konsumen terhadap brand. Konsumen menjadi lebih skeptis dan tidak mudah percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan influencer tentang suatu produk.

2. Strategi Pemasaran Harus Lebih Transparan 

Brand perlu beradaptasi dengan tren deinfluencing dan mengubah strategi pemasaran mereka. Mereka tidak bisa lagi hanya mengandalkan influencer untuk mempromosikan produk mereka tanpa mempertimbangkan kualitas produk. Konsumen lebih mempercayai ulasan jujur dan pengalaman nyata dibanding ikan yang sempurna.

3. Mempengaruhi Penjualan pada Produk Tertentu 

Produk yang dianggap kurang relevan atau tidak sesuai ekspektasi bisa mengalami penurunan penjualan. Hal ini mengharuskan brand lebih cermat dalam mengembangkan produk agar tetap diminati pasar dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

4. Persaingan yang Lebih Ketat

Brand yang tidak mampu beradaptasi dengan tren deinfluencing akan menghadapi persaingan yang lebih ketat. Konsumen akan lebih memilih merek yang transparan dan dapat dipercaya.

Peluang Bagi Brand: 

Setiap ada tantangan, pastinya ada peluang atau sisi positif dari tren deinfluencing ini bagi brand, yaitu sebagai berikut: 

1. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Jika brand memiliki produk berkualitas, deinfluencing bisa membantu membangun kepercayaan karena ulasan yang lebih transparan dan jujur akan memperkuat kredibilitasnya.

2. Mendorong Inovasi Produk

Kritik konstruktif dari deinfluencers dapat mendorong brand untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

3. Memotivasi Brand untuk Mengembangkan Produk yang Dibutuhkan Konsumen  

Produk yang tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen bisa mengalami penurunan penjualan akibat tren deinfluencing. Momen ini memotivasi brand untuk lebih selektif dalam mengembangkan produk.

4. Mempengaruhi Strategi Pemasaran

Brand perlu lebih transparan dan fokus pada keunggulan produk yang nyata, karena konsumen semakin sadar akan tren pemasaran yang terlalu berlebihan.

Temukan Influencer atau KOL yang Tepat untuk Strategi Pemasaran Anda! 

Berikut beberapa dampak deinfluencing bagi brand, baik itu dari sisi peluang dan tantangannya. Dengan cara ini, audiens dapat lebih memahami nilai dari suatu produk sebelum membelinya. Sedangkan bagi brand, tren ini menjadi peluang untuk beradaptasi dan menciptakan strategi pemasaran yang lebih autentik serta relevan dengan kebutuhan pasar.

Bagi brand yang ingin menemukan KOL yang tepat sesuai dengan target audiens, KOL. ID menyediakan fitur cek rate card untuk berbagai platform media sosial. Dengan fitur ini, brand bisa cek rate card KOL TikTok, KOL Instagram, ataupun KOL YouTube dengan mudah dan praktis. Brand juga akan mendapatkan informasi lengkap mengenai engagement rate hingga average like per post tiap KOL. Yuk, tunggu apalagi? Dapatkan informasi mengenai influencer atau KOL hanya di KOL.ID

Rate this article

Click on a star below to rate our tool out of 5 stars

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

Thank you for your rating!

share this article

review-img
Salsa - Manager KOL.ID

Hi, I'm Salsa! I focus on content marketing that brings brands together with KOLs to create authentic and engaging stories. By understanding trends and conducting research, I help brands and KOLs create impactful collaborations that resonate with their audience and deliver measurable results.

Tags:

Post You’ve Might Like

Empower your brand's
growth journey with KOL.ID

Equip yourself with an all-inclusive suite of tools for initiating and expanding influencer marketing campaigns.

Try KOL.ID for Free
  • Followers

    500k+1.50%

  • Avg. Likes

    20M+0.50%

  • Avg. Comments

    60K+2.10%

@skkky_hi

Reach

How helpful was this content?

Click on a star below to rate our tool out of 5 stars

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

Thank you for your rating!

Newsletter

Be the first one to know about discounts, offers and events