anny_619
Jauh sebelum menikah, aku pernah bikin daftar kriteria calon pasangan hidup. Di antaranya adalah (yang bikin aku ketawa sendiri kalau diingat); kafā’ah dalam harakah dan harus jebolan pesantren 😂 Alasanku cukup serius 👀 Biar guru ngajinya ga beda-beda amat. Biar ga capek debat soal pandangan beragama, siapa yang akan dijadikan rujukan, atau soal cara memaknai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dulu, muncul beberapa komentar “ga usah sampe segitunya, pokok salat, mengamalkan rukun Islam”. Etapiiii, kenyataannya sekarang perbedaan cara memahami agama seringkali menjadi sumber gesekan yang cukup serius. Mulai dari pilihan kajian, ustaz, sampai cara bersikap pada isu-isu sosial. Aku butuh pasangan yang punya pandangan wasathiyah. Yang tidak melihat perempuan berkarier di luar rumah sebagai sumber fitnah, bukan pula menganggapnya sebagai penghambat rezeki suami. Yang paham bahwa kerja-kerja domestik adalah tugas bersama bukan satu-satunya peran bagi perempuan. Dan pasangan yang tidak mudah menstigma perempuan yang belajar dan peduli pada isu kesetaraan sebagai perempuan yang kurang iman. Dan di titik saat ini, pesan ustazuna @fatoni.said semalam terasa relate sekali: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan carilah pasangan hidup dari kader Muhammadiyah.” 🌻 #muslimahberkemajuan #islamberkemajuan #perempuanberkemajuan #keluarga
Terima kasih sudah mampir dan ikut berbagi kisah serta insight di konten sebelumnya, xixixi. Di konten terbaru ini, aku masih melanjutkan obrolan yang beririsan dengan video sebelumnya. Teman-teman bisa mampir ke tulisanku di @rahmadotid yang berjudul “Menikah Sekufu: Sebuah Privilese Sekaligus Tuntunan Moral”. Di sana aku membahas historitas kemunculan kafaah, pergeseran maknanya, serta bagaimana ia diposisikan sebagai tuntunan dalam Islam. Pada intinya, para ulama menjadikan kafaah ini sebagai tuntunan. Pernikahan tetap sah tanpa kafaah. Namun, penting disadari bahwa sekalipun standar kafaah telah dipertimbangkan dengan matang, pernikahan tidak pernah sepenuhnya luput dari dinamika. Aku sangat meyakini bahwa pernikahan bukanlah institusi yang menjanjikan kebahagiaan dan kesenangan terus-menerus. Pada saat yang sama, pernikahan juga bukan perkara menjalani hidup yang serba berat dan penuh kesulitan tanpa jeda. Justru di dalam gejolak-gejolak inilah pernikahan itu bekerja. Proses penyesuaian menjadi ruang bagi pasangan untuk saling melatih diri dalam berakhlak karimah satu sama lain. Dengan kata lain, kafaah dapat membantu mempermudah perjalanan, tetapi ia tidak menghilangkan dinamika. Ia menjadi alat bantu agar kita memiliki bekal yang cukup untuk mengelola konflik dengan baik dan benar. Happy Weekend 🍃 #islamberkemajuan#dailymuslimahthoughts#marriage#muhammadiyahberkemajuan#muhammadiyah
Mumpung masih muda dan kuat, banyaklah menabung kebaikan dan amal saleh, pasti akan kamu panen hasilnya, kamu tidak tahu apa yang Allah siapkan untukmu di hari depan. KH Dr Ahmad Hidayatullah Zarkasyi MA Follow @solehah2id Follow @solehah2id Follow @solehah2id #ahmadhidayatullahzarkasyi #usthidayat #ustadzhidayatullahzarkasyi #ustadzhidayatullah #solehahsolehahid #Solehah2id #santrihub
Ada banyak miskonsepsi soal istilah independent woman, alpha girl atau high value woman. Tak sedikit yang memahaminya secara sempit: seolah perempuan independen itu pasti anti-laki-laki, dominan dalam rumah tangga, susah dinasihati, atau bahkan jauh dari fitrah Islam. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Perempuan mandiri bukan berarti kehilangan nilai-nilai keislaman. Memang, istilah-istilah tersebut tidak berasal dari tradisi Islam. Tapi alih-alih ditolak mentah-mentah, kita bisa memahami esensinya. Islam justru memberi ruang besar bagi kemandirian perempuan: hak atas pendidikan, bekerja, memiliki harta, memilih pasangan, bahkan menyuarakan pendapat di ruang publik. Kemandirian bukan lawan dari keshalihan. Ia bisa menjadi ekspresi dari tanggung jawab dan keimanan seorang hamba kepada Tuhannya. Coba sama-sama kita perhatikan, di balik label “independen, high value women atau alpha girl”, ada banyak perempuan di luaran sana yang sedang berikhtiar membangun kemandirian finansial, ketahanan emosional, kepemimpinan, dan integritas nilai; baik di ranah karir, keluarga, maupun kehidupan sosial mereka 🫶🏻 Menjadi shalihah adalah tujuan kita semua. Dan menjadi independen bisa menjadi salah satu jalan menuju ke sana. Karena menjadi shalihah itu dinamis. Ia bukan identitas yang kaku, tapi proses bertumbuh seumur hidup. Jalan menuju keshalihan bisa berbeda antara satu perempuan dengan yang lain, tergantung konteks, kapasitas, dan fase hidupnya. Bagiku, variasi ekspresi hidup perempuan hari ini adalah bagian dari sunnatullah. Semua bisa menjadi shalihah dengan caranya masing-masing, selama nilai-nilai Islam tetap terjaga dalam pikiran, sikap, dan tindakan. Jangan sempitkan makna “perempuan ideal” ke dalam satu gaya hidup saja. Karena Islam tidak sesempit itu dan sekali lagi perempuan tidak harus seragam untuk disebut shalihah 😊🙌🏻 Apa makna shalihah menurutmu???? #muslimahberkemajuan#perempuanindonesia#perempuanberdaya#perempuanberkemajuan#muslimahthoughts#selfreminder#islamrahmatanlilalamin#i̇slamic#islamprogresif#womeninspiringwomen#womenempowerment
Sebulan yang lalu, kami mendapatkan sebuah nasehat pernikahan yang sangat mengena. Dalam nasehat tersebut, Ust. Muh. Syafrudin MA menjelaskan bahwa rumah tangga yang harmonis dibangun dengan 4T. Beliau menganalogikan 4T ini seperti menaiki tangga yang kalo kita jalani secara sadar insya allah akan membuahkan hasil yang membahagiakan. Apa aja tuhh? Pertama, Ta’aruf. Saling mengenal satu sama lain. Tahapan ini merupakan dasar hubungan antara manusia sesama manusia. Saling mengenal bukan sekedar tukeran CV, tetapi lebih jauh lagi menyangkut latar belakang pendidikan, budaya, keagamaan, pemikiran, ide-ide, cita- cita serta problema kehidupan sebelumnya yang dihadapi. Kedua, Tafahum. Saling memahami. Memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga segala macam bentuk kesalahpahaman dapat dihindari. Ketiga, Ta’awun. saling tolong menolong, yang memiliki kelebihan menolong yang kekurangan. Dengan ini maka kerjasama antara suami-istri akan tercipta dengan baik dan saling menguntungkan sesuai fungsi dan kemampuan masing-masing. Keempat, Takaful. Saling memberikan jaminan, saling menanggung beban atau bahasa bekennya; saling back-up. Dengan ini akan timbul rasa keamanan, tidak ada rasa kekhawatiran dan kecemasan menghadapi hidup, karena ada jaminan dari suami atau istri untuk memberikan pertolongan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan. Fyi, di usia pernikahan yang masih sangat dini ini, mangsane sik “ayang-ayangan”. Adoh sitik pengine ketemu lan mengadu rindu 😂🙏. Semoga kami bisa ber-Kesalingan; saling belajar, tumbuh dalam ketaatan, serta mengupayakan kemaslahatan🕊🤍. Thanks kak @khaerani_shadrina @caraka_id @alivestory_ @widyasalonnanik sudah bikin wedding day kami jadi berkesan 🍁. 18-6-2023~ #latepost#weddingday#muapekalongan#lovestory#kesalingankeluarga#
H-7 Ramadan! Gak terasa tinggal seminggu lagi ya Rahmania, tapi hati sudah siap belum? Cuma butuh 4 langkah buat bikin Ramadan tahun ini lebih bermakna. Dari tobat sampai meluruskan niat, persiapan yang paling utama itu justru sebelum bulan Ramadan tiba. Tonton videonya sampai habis dan tag teman kamu buat saling mengingatkan. #Rahmaid #Rahmania #Ramadhan1447H #RamadhanVibes #Ramadhan2026
Terima kasih sudah mampir dan ikut berbagi kisah serta insight di konten sebelumnya, xixixi. Di konten terbaru ini, aku masih melanjutkan obrolan yang beririsan dengan video sebelumnya. Teman-teman bisa mampir ke tulisanku di @rahmadotid yang berjudul “Menikah Sekufu: Sebuah Privilese Sekaligus Tuntunan Moral”. Di sana aku membahas historitas kemunculan kafaah, pergeseran maknanya, serta bagaimana ia diposisikan sebagai tuntunan dalam Islam. Pada intinya, para ulama menjadikan kafaah ini sebagai tuntunan. Pernikahan tetap sah tanpa kafaah. Namun, penting disadari bahwa sekalipun standar kafaah telah dipertimbangkan dengan matang, pernikahan tidak pernah sepenuhnya luput dari dinamika. Aku sangat meyakini bahwa pernikahan bukanlah institusi yang menjanjikan kebahagiaan dan kesenangan terus-menerus. Pada saat yang sama, pernikahan juga bukan perkara menjalani hidup yang serba berat dan penuh kesulitan tanpa jeda. Justru di dalam gejolak-gejolak inilah pernikahan itu bekerja. Proses penyesuaian menjadi ruang bagi pasangan untuk saling melatih diri dalam berakhlak karimah satu sama lain. Dengan kata lain, kafaah dapat membantu mempermudah perjalanan, tetapi ia tidak menghilangkan dinamika. Ia menjadi alat bantu agar kita memiliki bekal yang cukup untuk mengelola konflik dengan baik dan benar. Happy Weekend 🍃 #islamberkemajuan#dailymuslimahthoughts#marriage#muhammadiyahberkemajuan#muhammadiyah
Jauh sebelum menikah, aku pernah bikin daftar kriteria calon pasangan hidup. Di antaranya adalah (yang bikin aku ketawa sendiri kalau diingat); kafā’ah dalam harakah dan harus jebolan pesantren 😂 Alasanku cukup serius 👀 Biar guru ngajinya ga beda-beda amat. Biar ga capek debat soal pandangan beragama, siapa yang akan dijadikan rujukan, atau soal cara memaknai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dulu, muncul beberapa komentar “ga usah sampe segitunya, pokok salat, mengamalkan rukun Islam”. Etapiiii, kenyataannya sekarang perbedaan cara memahami agama seringkali menjadi sumber gesekan yang cukup serius. Mulai dari pilihan kajian, ustaz, sampai cara bersikap pada isu-isu sosial. Aku butuh pasangan yang punya pandangan wasathiyah. Yang tidak melihat perempuan berkarier di luar rumah sebagai sumber fitnah, bukan pula menganggapnya sebagai penghambat rezeki suami. Yang paham bahwa kerja-kerja domestik adalah tugas bersama bukan satu-satunya peran bagi perempuan. Dan pasangan yang tidak mudah menstigma perempuan yang belajar dan peduli pada isu kesetaraan sebagai perempuan yang kurang iman. Dan di titik saat ini, pesan ustazuna @fatoni.said semalam terasa relate sekali: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan carilah pasangan hidup dari kader Muhammadiyah.” 🌻 #muslimahberkemajuan #islamberkemajuan #perempuanberkemajuan #keluarga
Perdebatan tentang menghafal dan memahami Al-Qur’an sering muncul di forum-forum akademik. Namun sayangnya, diskusi ini sering jatuh pada kecenderungan mengkerdilkan salah satunya, terutama hafalan. Dalam tradisi Islam keduanya tidak pernah dipisahkan. Menghafal Al-Qur’an adalah bagian dari menjaga kemurnian teks wahyu. Memahami dan mengamalkannya adalah puncak dari proses belajar Al-Qur’an. Hafalan menjaga teks, pemahaman menumbuhkan hikmah. Karena itu, menilai hafalan sebagai aktivitas yang “tidak berguna atau tidak relevan saat ini” jelas tidak tepat. Yang seharusnya dikritisi adalah ketika hafalan berhenti tanpa meningkatkan level pemahaman. Sejak awal, Al-Qur’an telah dijaga melalui dua jalur: hafalan di dada manusia dan tulisan yang terdokumentasi rapi—sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Hijr: 9. Tugas kita hari ini bukan memilih salah satu, tetapi menguatkan hafalan, memperdalam pemahaman, dan mengamalkan keduanya. Follow media sosial kami, ▶Instagram: @aik.mkwk ▶Youtube : aik&mkwk ▶Website : aik.umm.ac.id ▶Tiktok : aik.mkwk #aikumm#ummcampus#forbiddenquestions#islamberkemajuan#menghafalquran#tahfizhulquran#slqumm#semarakliterasiquran#literasiquran#qurandaily
Mumpung masih muda dan kuat, banyaklah menabung kebaikan dan amal saleh, pasti akan kamu panen hasilnya, kamu tidak tahu apa yang Allah siapkan untukmu di hari depan. KH Dr Ahmad Hidayatullah Zarkasyi MA Follow @solehah2id Follow @solehah2id Follow @solehah2id #ahmadhidayatullahzarkasyi #usthidayat #ustadzhidayatullahzarkasyi #ustadzhidayatullah #solehahsolehahid #Solehah2id #santrihub
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.