beawiharta
. Coba pantengin baik-baik frame per frame, siapa tahu kamu lihat bapakmu, om mu, kakak, adik atau kenalanmu di antara orang-orang gila yang terekam di kameraku bertarikh 26 Januari 2006. Ini dua puluh tahun lalu, saat angkutan umum tidak sebagus sekarang. Foto ini gambaran susahnya bekerja (juga pulangnya) di Jakarta. . . Salah satu kereta dari Rangkas Bitung menuju Tanah Abang yg kufoto jam 08.16 WIB di daerah Serpong. (Terimakasih koreksi teman-teman) Kereta komuter saat itu masih satu jalur, kondisinya sama saja, di dalam dan di luar kereta. berdempet-dempet bak pindang asin di susun, campur bau keringat segala pedagang, pengemis, copet, anak-anak iseng. Bau keringat makin kerasss ketika hujan, di luar adem, dalam kereta tetep panas. Bernafas aja berembun kacamata ๐, mirip oven. Keadaan di luar ya seperti yg kufoto. Bisa dibandingkan dg saat ini. Komuternya berAC, dingin, cuma goyang-goyang dikit, jauh lebih enak. . Perbedaan utamanya, dulu, semua penumpang saling bantu untuk masuk, juga naik ke atap. Anak muda senakal-nakalnya pasti ngasih duduk orang tua atau wanita hamil. Dan rata-rata kenal-kenal anjing. Gak tahu nama, hafal tampang. Saat ini ? rasa peduli hampir ilang, saling teriak yg ada, kalau kesenggol atau saling tatap, sudah seperti musuh, padahal kereta berAC dan jauh lebih bersih, tepat waktu, satpamnya tanggap. Dulu soal jadwal? Bisa satu postingan gak selesai buat curhat, apalagi kalau hujan. . Coba lihat lagi foto ini, siapa tahu ada bapakmu. Mungkin yg di depan lokomotif pakai sendal jepit, pegangan ala kadarnya. Sepatunya dibungkus kresek simpan di balik baju dipakai kalau sudah dekat kantor. Atau om-mu yg di atap, tidur telentang dg santai. Kalau bapakmu ada disitu, itulah caranya cari duit berhemat buat kamu. Adakah yg jatuh dan mati atau kesetrum listrik pantograf dan mati ? Banyaakkk. Gak kapok ? ๐ญ No way out. . Bagaimana pun, dilihat sejarahnya, KAI dan semua pegawainya adalah orang paling tertib dan visioner se pulau Jawa, dan tentu bukan hanya karena @ignasius.jonan yg jadi lokomotif. Ini foto-foto sisa yg tidak dipakai Reuters, tempatku bekerja dulu. . . #storywithbeawiharta #journalism #kai @kai121_ @commuterline
. Tulisan ke-2 untuk penghormatan atas kesatiran Martin Parr dalam foto-fotonya. . Fotografi jurnalistik beririsan sangat dekat dengan street fotografi. Dua-duanya bisa menampilkan realitas sosial bagaimana penduduk bumi menampilkan perilakunya di jalanan. Public space adalah tempat dimana kita bisa melihat perilaku berbagai macam manusia pengisi bumi. . Di awal lahirnya fotografi, portrait dan landscape adalah dua genre tertua yg hadir lebih dulu. Foto jurnalistik baru muncul ketika kamera tercipta lebih sempurna. Meskipun diawal munculnya "kejujuran" belum sepenuhnya hadir. Masih banyak adegan diatur, mayat dipindahkan dalam dokumentasi perang, konflik dipresentasikan, bukan ditangkap spontan. Kamera belum mampu untuk itu. . Ketika foto jurnalistik sudah dalam rambu "kejujuran" ia menjalani fungsi sosial dalam kehidupan. Tujuannya untuk memberi informasi yg benar dan dipublikasikan untuk kepentingan publik. Punya etika yg membatasinya, Sehingga dalam taraf tertentu, captionnya pun dilarang menggunakan kata sifat. . Sedangkan Street fotografi lebih ditujukan kepada ekspresi personal fotografernya dalam tangkapan observasi sosial. Disini tidak dibutuhkan caption, tidak wajib menjelaskan peristiwa dalam foto. Di Indonesia bisa dilihat dalam karya-karya @banalaesthetic , @sambara35 , @chris_tuarissa , @_bimo_ , dan banyak lagi lainnya. . Aku bukan street fotografer, aku jurnalis foto, meski sering sekali turun ke jalanan melihat realitas sosial untuk mewakili sebuah cerita. Street dan jurnalistik sering dianggap sama karena keduanya diambil di ruang publik, secara candid, bercerita ttg manusia dan kehidupan kaum urban. Tetapi aku banyak belajar dari foto-foto Martin Parr, selain Alex Webb, Brassai, Cartier Bresson, Anders Pettersen juga Matt black. . Tumpukan sampah di sepanjang Ciputat Raya dan Cimanggis, TangSel diambil 13 Desember 2025, ketika aku merasa risih melihatnya. Foto ini dibuat dg pertanyaan, bagaimana mereka yg hidup disana? Seperti ibu-ibu yg menunggu bis di depan tumpukan sampah. Rapi, baju bagus, bau sampah. Dan masih menumpuk hingga saat tulisan ini dibuat, 29 Desember 2025. . Fujifilm Xpro3 + Voigtlander 23mm.
. Suatu hari tahun 1991 aku bertemu Direktur Operasional PJKA, sekarang PT @kai121_ , bapak Adi Witjaksono ini berpesan, "suatu hari nanti kalau kamu membeli rumah, carilah yg dekat stasiun KA, dimana pun di Jabodetabek. Karena nanti, semua jalur kereta api di Jakarta Raya akan dibuat double track." Saat itu kereta double track itu hanya di jalur Bogor - Jakarta. Di masa depan Jakarta Raya akan menjadi kota paling macet se Asia Tenggara, dan angkutan yg paling realible adalah kereta api. . Saat itu Jakarta mulai macet, terutama jalur Cawang - Priok yg sedang berlangsung pembangunan Jalan Tol Layang Priok. Dan tahun 1994 aku membeli rumah di Perumahan Bukit Nusa Indah, posisinya dekat dengan Stasiun Sudimara yg masih single track. Kereta lewatnya bergantian karena relnya cuma bisa dilewati satu arah. Angkutan kereta saat itu tidak ideal, jalurnya cuka ada kereta odong-odong ke Tanah Abang, atau angkutan batu bara Merak - Jakarta. Sejak 94 itu aku mulai memotret jalur kereta di seluruh Jakarta, dan seperti yg terlihat di laman ini, semuanya tidak manusiawi. Angkutan berbahaya, Penumpang bergantungan di luar, di dalam bertumpuk seperti pindang, pegawai, buruh, pedagang buah sayuran, pelajar, pengamen, copet, semua jadi satu. Meski jadwalnya suka molor hingga hitungan jam, satu kelebihannya, murah sekali. . Direktur Operasional PJKA itu bilang, "sebetulnya angkutan umum termurah di pulau Jawa itu kereta api karena tracknya sudah dibuat jaman Belanda. Tanahnya sudah dibebaskan dan milik Jawatan. Pemerintah tinggal menghidupkan lagi jalur-jalur itu, menambah kereta lebih banyak, membuat semuanya double track. Dan dia akan jadi moda transportasi public paling murah, dari segi modal, perawatan jangka panjang, dan efisiensi waktu. Bahkan akan jadi moda angkutan barang termurah juga." . Ini obrolan tahun 1990. Dan ini foto-foto tahun 2004. . Jalur double track Serpong Tanah Abang selesai tahun 2007, kehidupanku membaik. Ketika Jakarta mulai macet, kereta masuk keluar Jakarta mulai bagus jadwalnya, tepat waktu, murah, bebas macet. Dan perburuan foto-foto kereta masih terus berlangsung hingga saat ini. . . #storywithbeawiharta #kai #pjka #documentary
. Dunia bergerak, budaya dan cara berpikir juga bergeser. Sebagai penggemar musik yang keluar masuk area konser sejak jaman GOR Pulosari di Malang tahun 1979, jaman Godbless pernah dilempari batu, aku merasakan selera musik terus bergeser. Hubungan dengan penggemar juga berubah saat ini. Rabu lalu saat menikmati konser @wordfangs , aku merasa Ia melihat penggemarnya bukan sekedar penikmat karya, tetapi lebih sebagai komunitas yang tumbuh bersama secara emosional. Hindia membahas kecemasan, overthinking, relasi keluarga, dan tekanan sosial. Lagu-lagunya adalah ruang aman untuk yang "over thinkingโ atau merasa sendirian. Ini tak kutemukan pada generasiku ketika tumbuh. Lagu Hindia untuk membahas kesehatan mental, industri musik, hingga politik. Ia memandang penggemarnya sebagai audiens yang cukup dewasa untuk diajak berpikir, bukan hanya dikasih hiburan. Melalui "Hated in the Nation" yang malam itu dibawakan ataupun "The World is Ending all Over Again" Hindia mengajak fansnya belajar politik dan melihat hak ber-kewarganegaraan secara reflektif. Sebuah spanduk "Thank You For Saving Us" rasanya tidak berlebihan diusung begitu emosional ketika "Everything You Are" menguasai Jiexpo. Lirik "kita saling bantu melepas perasaan ke angkasa" menunjukkan bahwa Ia tidak membangun hubungan dengan fansnya sebagai bentuk kultus. Ia mengajak fansnya tumbuh bersama, mengatasi problem bersama. Tak heran Ia paham ketika fansnya memberinya bunga--yg dg tanggap @martinusragitaa mengopernya. Dika datang dari Bekasi membawa bunga. Gadis yang lehernya berhiaskan kalung hati berwarna merah ini mengaku datang ke Indonesia Motor Show karena Baskara bukan karena motor mobil keluaran terbaru. Dan, di akhir konser, Baskara membawa bunga itu sambil menunduk takzim kepada penggemarnya. Penutup yang manis. . . #hindia #storywithbeawiharta #storytelling Fujifilm GFX + Carl Zeiss 50mm f1.4
. Evan Vucci "did the amazing work", ketika terjadi percobaan pembunuhan terhadap capres AS Donald Trump. Itu terlihat jelas dari hasil fotonya. Komentar Marcus Yam di IG @evanvucci "Great work staying calm under pressure. I am glad you are safe buddy.", menunjukkan bagaimana Vucci bekerja. Evan Vucci, @apnews chief photographer di Washington, dilihat rekam jejaknya, dia dg kemampuannya memang ada di tempat yg tepat. Karena tidak semua wartawan foto bisa "staying calm under pressure" dan membuat foto dg sangat baik. . Yang selalu jadi pertanyaan banyak orang, termasuk polisi, kenapa ada wartawan foto disitu ? Juga di tiap peristiwa penting? Apa di setting ? Kenapa Vucci pas ada di depan Donald Trump? . Yang membuat liputan jurnalistik tidak sederhana adalah memperkirakan apa yg akan terjadi dan, lalu, persiapannya. Liputan news macam kampanye presiden, kalau tidak terjadi sesuatu, fotonya ya hanya "begitu-begitu" saja. Yang membuatnya sedikit rumit adalah, kalau terjadi sesuatu itu kira-kira dimana? dan apa yg terjadi? Lalu, sikap kita bagaimana ? . Apa yg akan terjadi ? itu bisa dipelajari dari sejarah masa lalu. Berapa Presiden AS yg mendapat serangan pembunuhan? Ada 9 presiden AS mendapat serangan pembunuhan dan ada 3 calon president yg diserang. Di Indonesia ? Sukarno pernah diserang beberapa granat di Cikini -Jakarta. Yg lain, Wiranto pernah diserang dengan penusukan di Pandeglang. Sejarah bisa berulang. Meski tidak terucap, tetapi mendapatkan tempat eksklusif ketika liputan adalah salah satu persiapan kalau "sesuatu" terjadi. Seperti, (foto 2-3) mendapat tempat sedekat mungkin dengan capres Megawati dan cawapres Prabowo tahun 2009 ketika berkampanye di atas bis tingkat. Dan memilih lokasi ber-pandangan luas ketika Jokowi berkampanye di Senayan 2014 (foto 6-7) adalah untuk mendapatkan akses seluas-luasnya ketika terjadi sesuatu. . Mungkinkah di Indonesia ? Ingat, selalu ada yg pertama. Serangan teroris di keramaian jalan Thamrin Jakarta adalah sesuatu yg tidak mungkin, dulu. Ternyata itu terjadi tahun 2016 (foto 9). Tugas wartawan foto memang tidak mudah. Salut buat yg masih stay disana. Semoga kalian selalu dilidungi Yang Maha Kuasa, Amin.
. Bentrok antara anggota PRD (Partai Rakyat Demokratik) pimpinan @masbud_sudjatmiko dan kepolisian ini terjadi di depan KPU Jakarta, 1 July 1999. Sebelas anggota PRD harus masuk rumah sakit setelah bentrok tetapi Budiman sendiri tidak ada di lokasi. Anggota PRD protest kepada KPU, menuntut agar partai Golkar didiskualifikasi dari pemilu Juni 99 itu menyusul lengsernya Presiden Suharto. PRD menganggap pemilu tidak sah. . Pagi itu suasana di depan KPU sudah memanas. Merasa bakal bentrok, aku memasangkan lensa Sigma 14mm f2.8 pada Canon DCS520 Kodak. Kamera digital pertamaku dari Reuters ini beratnya 1.8 kilogram tanpa lensa, cukup berat. Saat itu, aku harus berlatih angkat beban rutin untuk memperkuat otot jari, otot tangan lengan, dan bahu, agar aku bisa menggunakannya dengan cukup firm. . Kamera bersensor CCD ini menghasilkann foto berformat TIFF yg cuma 1728 x 1152 piksel. Susahnya, kalau melawan matahari, flarenya akan berubah menjadi merah mengganggu, seperti di foto 1 dan 2. Aku pakai flash, tapi lalu patah dipukul rotan polisi. . Lensa paling lebar saat itu Sigma 14 mm yg kalau dipasang di DCS520 menjadi lensa 22 mm, mirip APSC lah ๐. Kamera ini berkecepatan tiga frame per second, yg tiap 3 frame dia membutuhkan waktu buffer cukup lama agar bisa dipakai lagi. . Untuk moment cepat seperti ini, kita sudah harus tahu motret apa dg sudut dari mana. Di peristiwa ini (frame 1-2) aku berdiri persis di sebelah mobil Mitsubishi, antara polisi dan anggota PRD. Aku melihat polisi membawa senapan, aku maju dan memposisikan diri di samping laras, agar kalau meletus aku tidak terkena pelurunya. Meskipun kemudian, saat bentrok, tanganku berdarah terkena peluru nyasar atau pecahan botol, yg jelas kulit pelindung tanganku terkelupas dan putus. . Tiga frame, stop memotret, lalu melihat sekeliling, menentukan mau ambil apa lagi, dapatlah korban-korban di jalanan. Memotret bentrok ini memicu keluarnya hormon adrenalin yg membuat rasanya seperti tidak punya rasa takut, dan ini berbahaya. . . . Postingan ini menyambung foto dari @koleksi_sejarah_indo yg banyak mengkoleksi foto-foto Indonesia di masa lalu . #storywithbeawiharta #visualstoryteller #storytelling
. Meski selalu membawa rasa bahagia bagi penduduk di daerah terisolasi, pesawat Air Tractor AT802 amat jarang ada beritanya. Tiba-tiba terdengar AT802 jatuh dan pilotnya Capt Hendrick L Adam ditemukan meninggal dunia. Saya mengenal pesawat ini tahun 2017 melalui John Regan Soper, bule Ostrali yang jadi pilotnya, ketika menitip kamera untuk membuat cerita BBM satu harga. Cockpitnya amat kecil hanya untuk pilot, sisanya adalah tangki BBM. . Air Tractor terbang dari Timika menuju Ilaga. โYang susah melewati celah gunung Puncak Jaya di 5.000 meter. Pesawat berat. Saya tergelincir delapan kali dalam 6 bulan.โ ujar John kepadaku. Tapi begitu terlihat melewati celah sempit itu, mayoritas penduduk Ilaga sudah menunggunya di pangkalan BBM. Wajah-wajah cerah mengikuti gerakan pesawat kuning itu. BBM Air Tractor di unload ke drum dengan pompa manual, lalu dikirim ke kota. Lalu kulihat John berjalan di sayapnya pelan-pelan memeriksa pesawat. Ketika penduduk antre panjang membawa jerigen, John menembus awan putih kembali ke Timika. Saya membayangkan Hendrick Adam juga memeriksa sayap pesawat dengan teliti di Long Bawan, Kaltara, sebelum terbang balik untuk melakukan pengiriman ke tempat terpencil lainnya. Malang tak dapat ditolak, Air Tractor jatuh, terbakar, ketika penduduk bersuka cita membeli pasokan BBM seharga pulau Jawa, Hendrick Adam meninggal dunia saat memenuhi tugasnya. โHari ini saya beli 10 liter untuk kebutuhan gereja. Tolong program ini ada terus, kami ingin merayakan Natal dengan terang-benderang agar umat bersuka cita.โ pendeta Yamon Murib. โSaya perlu bensin agar anak bisa belajar malam hari. Genset mesti menyala. Anak-anak harus pandai, berani merantau saja tidak cukup.โ ibu Agustinus Pasang asal dari Tana Toraja. Harapan-harapan inilah yang dihidupkan oleh keberanian pilot-pilot seperti John Regar Soper dan alm. Hendrick Lodewick Adam. Turut berduka atas musibah ini, semoga Capt. Hendrick mendapat tempat terbaik disisiNya, Amin. . . . Terimakasih mas @arya_paramita sehingga bisa kenal lebih dekat program BBM satu harga. Trimakasih @satriodewandoro untuk fotonya ๐ . #storywithbeawiharta #pertamina Fujifilm XT3
. Dunia bergerak, budaya dan cara berpikir juga bergeser. Sebagai penggemar musik yang keluar masuk area konser sejak jaman GOR Pulosari di Malang tahun 1979, jaman Godbless pernah dilempari batu, aku merasakan selera musik terus bergeser. Hubungan dengan penggemar juga berubah saat ini. Rabu lalu saat menikmati konser @wordfangs , aku merasa Ia melihat penggemarnya bukan sekedar penikmat karya, tetapi lebih sebagai komunitas yang tumbuh bersama secara emosional. Hindia membahas kecemasan, overthinking, relasi keluarga, dan tekanan sosial. Lagu-lagunya adalah ruang aman untuk yang "over thinkingโ atau merasa sendirian. Ini tak kutemukan pada generasiku ketika tumbuh. Lagu Hindia untuk membahas kesehatan mental, industri musik, hingga politik. Ia memandang penggemarnya sebagai audiens yang cukup dewasa untuk diajak berpikir, bukan hanya dikasih hiburan. Melalui "Hated in the Nation" yang malam itu dibawakan ataupun "The World is Ending all Over Again" Hindia mengajak fansnya belajar politik dan melihat hak ber-kewarganegaraan secara reflektif. Sebuah spanduk "Thank You For Saving Us" rasanya tidak berlebihan diusung begitu emosional ketika "Everything You Are" menguasai Jiexpo. Lirik "kita saling bantu melepas perasaan ke angkasa" menunjukkan bahwa Ia tidak membangun hubungan dengan fansnya sebagai bentuk kultus. Ia mengajak fansnya tumbuh bersama, mengatasi problem bersama. Tak heran Ia paham ketika fansnya memberinya bunga--yg dg tanggap @martinusragitaa mengopernya. Dika datang dari Bekasi membawa bunga. Gadis yang lehernya berhiaskan kalung hati berwarna merah ini mengaku datang ke Indonesia Motor Show karena Baskara bukan karena motor mobil keluaran terbaru. Dan, di akhir konser, Baskara membawa bunga itu sambil menunduk takzim kepada penggemarnya. Penutup yang manis. . . #hindia #storywithbeawiharta #storytelling Fujifilm GFX + Carl Zeiss 50mm f1.4
. Kedua dari dua seri. Bagaimana dengan makanan sepanjang perjalanan? Makananku saat itu sama dg peserta lain, sebuah paket aluminium foil yg ketika akan dimakan hanya perlu ditaruh dekat mesin diesel yg menyala. Saat sudah panas panas, dia disobek dan siap disantap. Enak hari pertama dan kedua, hari ke tiga sudah membosankan, eneg. Eneg sampai hari kedelapan ๐ฉ. Yg terasa nikmat justru pisang yg beli di penduduk. . Hari kelima-keenam, perjalanan sangat melelahkan karena jalanan setapak hutan hujan tropis itu sudah berubah menjadi lembek-lengket mirip rawa-rawa. Dalam sehari rombongan besar hanya bisa berpindah sejauh 800 meter, yap bukan 8 kilometer. Cuaca buruk membuat kemajuan sangat lambat sehingga mereka memprediksi tidak akan mencapai finish tepat waktu. . Masa itu belum ada Gmap, setiap tiga hari mereka memperbarui rute memakai peta terbaru yg diambil dari helikopter. Yang kemudian baru tahu itu yg tampak seperti jalan itu adalah bekas pepohonan yg ditebang dari hutan 50 tahun lalu. Aku harus meninggalkan team karena waktuku habis, harus diganti wartawan lain. Muarateweh menjadi patokan tujuan tetapi jarak ke Singkawang masih sekitar empat hari perjalanan. . Dan ternyata, baru aku ketahui kemudian, ini adalah Camel Trophy terakhir yang mengikuti formula tradisional, dimana semua tim harus bergerak bersama sebagai konvoi besar. Rintangan apapun harus diatasi bersama sebagai rombongan besar, "no one left behind" . . Yang aku ingat rombongan besar ini tercipta sebagai tim yg semuanya menjadi akrab karena kerjasama mengatasi berbagai rintangan. Aku yg wartawan bahkan dianggap spesial karena bisa menemukan gubug penjual beer di tengah hutan, milik para pembalak kayu. Berapapun harganya, beer itu diborongnya. Dan malam itu adalah pesta beer pertamakali di tengah hutan. . Banyak hal yg aku sudah lupa dalam liputan CT 1996 ini, tapi ini adalah perjalanan paling berkesan yg aku pernah lakukan di Kalimantan, selain meliput saat Presiden Suharto mengubah lahan gambut menjadi sawah sejuta hektar, yg gagal. . .. Aku bawa dua Nikon F3 plus lensa 24 mm dan 70-200mm, serta 8 rol film positif Kodak Ektachrome. Dan aku punya 8 x 36 frame photo. . #cameltrophy
. Tulisan ke-2 untuk penghormatan atas kesatiran Martin Parr dalam foto-fotonya. . Fotografi jurnalistik beririsan sangat dekat dengan street fotografi. Dua-duanya bisa menampilkan realitas sosial bagaimana penduduk bumi menampilkan perilakunya di jalanan. Public space adalah tempat dimana kita bisa melihat perilaku berbagai macam manusia pengisi bumi. . Di awal lahirnya fotografi, portrait dan landscape adalah dua genre tertua yg hadir lebih dulu. Foto jurnalistik baru muncul ketika kamera tercipta lebih sempurna. Meskipun diawal munculnya "kejujuran" belum sepenuhnya hadir. Masih banyak adegan diatur, mayat dipindahkan dalam dokumentasi perang, konflik dipresentasikan, bukan ditangkap spontan. Kamera belum mampu untuk itu. . Ketika foto jurnalistik sudah dalam rambu "kejujuran" ia menjalani fungsi sosial dalam kehidupan. Tujuannya untuk memberi informasi yg benar dan dipublikasikan untuk kepentingan publik. Punya etika yg membatasinya, Sehingga dalam taraf tertentu, captionnya pun dilarang menggunakan kata sifat. . Sedangkan Street fotografi lebih ditujukan kepada ekspresi personal fotografernya dalam tangkapan observasi sosial. Disini tidak dibutuhkan caption, tidak wajib menjelaskan peristiwa dalam foto. Di Indonesia bisa dilihat dalam karya-karya @banalaesthetic , @sambara35 , @chris_tuarissa , @_bimo_ , dan banyak lagi lainnya. . Aku bukan street fotografer, aku jurnalis foto, meski sering sekali turun ke jalanan melihat realitas sosial untuk mewakili sebuah cerita. Street dan jurnalistik sering dianggap sama karena keduanya diambil di ruang publik, secara candid, bercerita ttg manusia dan kehidupan kaum urban. Tetapi aku banyak belajar dari foto-foto Martin Parr, selain Alex Webb, Brassai, Cartier Bresson, Anders Pettersen juga Matt black. . Tumpukan sampah di sepanjang Ciputat Raya dan Cimanggis, TangSel diambil 13 Desember 2025, ketika aku merasa risih melihatnya. Foto ini dibuat dg pertanyaan, bagaimana mereka yg hidup disana? Seperti ibu-ibu yg menunggu bis di depan tumpukan sampah. Rapi, baju bagus, bau sampah. Dan masih menumpuk hingga saat tulisan ini dibuat, 29 Desember 2025. . Fujifilm Xpro3 + Voigtlander 23mm.
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.