Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
BlackQoral Instagram Profile
blackqoral.id

BlackQoral

blackqoral.id

badge Mid-tier | Mass Pool
follower
Total Followers 59.5k
language
Language Spoken ID , Indonesia
account
Account Type KOL Mid-tier badge Mid-tier | Mass Pool

Rate Card

RpXXXXXXX Carousel Feed
RpXXXXXXX Instagram Story
RpXXXXXXX Photo Feed
RpXXXXXXX Reels
RpXXXXXXX Video Feed

Additional

RpXXXXXXX Boost Code Ads
RpXXXXXXX Owning Content
RpXXXXXXX Collaboration
lock

Unlock to see KOL rate card

Tap "Show Rate Card" to get the latest updates!

Show Rate Card
disclaimer
Disclaimer:
This performance and rate card page is generated using our AI-powered calculations.


Performance

0.28% low Engagement rate
165 Avg. likes per post
5 Avg. comments per post
9.4k Avg. reels view

Engagement Rate For Last 10 Posts (Latest)

0.48% 0.38% 0.29% 0.19% 0.10% 0.00%
2026-03-22
2026-03-24
2026-03-25
2026-03-25
2026-03-25
2026-03-26
2026-03-26
2026-03-26
2026-03-27
2026-03-27

Engagement Rate For Top 10 Posts

87.92% 70.34% 52.75% 35.17% 17.58% 0.00%
2025-10-14
2025-10-15
2025-10-25
2025-11-02
2025-11-26
2025-12-01
2025-12-11
2025-12-17
2025-12-24
2026-01-17
Date Posted
Content

Dunia mulai meragukan data ekonomi Indonesia bukan karena tiba-tiba jadi โ€œanti Indonesiaโ€, tapi karena terlalu banyak sinyal yang bikin angka resmi terasa tidak sinkron dengan realitas. Mulai dari defisit yang dijaga mati-matian di bawah 3%, pertumbuhan yang dinilai terlalu optimistis, sampai perubahan struktur fiskal lewat Danantara yang transparansinya rendah. Investor global melihat ini sebagai ekonomi yang makin sulit dibaca arahnya. Masalahnya, ketika kepercayaan runtuh, dampaknya bukan di laporan pemerintah, tapi di hidup sehari-hari. Biaya utang naik, subsidi bisa ditekan, pajak berpotensi meningkat, dan ruang gerak ekonomi makin sempit. Ini bukan soal siapa yang benar di atas kertas, tapi siapa yang akhirnya menanggung risikonya di dunia nyata. Sumber: Tempo #EkonomiIndonesia #APBN2026 #DefisitAnggaran #DataEkonomi #FiskalIndonesia

62.82% Engagement Rate
35k 2.4k
Content

Ekonomi Indonesia terlihat โ€œamanโ€ di data resmi, tapi realitas di lapangan berbeda. Penjualan motor stagnan, mobil turun, dan kelas menengah menyusut. Investor global mulai ragu, pasar obligasi dan pasar uang menantang, dan risiko likuiditas nyata. Tom Lembong menekankan, masalah ini bukan sekadar fluktuasi pasar, tapi soal kredibilitas data dan tata kelola yang menentukan kepercayaan dunia. Di level personal, diversifikasi aset, gaya hidup konservatif, dan fokus pada ekonomi padat karya bisa jadi strategi defensif. Stabilitas jangka panjang bergantung pada generasi muda yang kritis, prinsip demokrasi, dan pengembangan SDM. Saat dunia bergerak cepat, keputusan kecil hari ini bisa menentukan masa depan finansialmu. Sumber: Big Alpha #TomLembong #EkonomiIndonesia #MSCI #PasarModal #KrisisEkonomi

25.67% Engagement Rate
14.7k 524
Content

Utang negara sudah tembus Rp9.600 triliun. Di atas kertas masih terlihat aman, tapi di balik angka itu ada realitas yang jarang dibahas: seperempat penerimaan pajak habis hanya untuk bayar bunga. Artinya, negara makin sedikit punya ruang untuk membangun, makin sibuk menutup lubang dari masa lalu. Masalahnya bukan sekadar besar-kecilnya utang, tapi arahnya. Ketika utang baru dipakai untuk bayar utang lama, transfer ke daerah dipangkas, dan layanan publik ikut menyusut, beban akhirnya selalu jatuh ke masyarakat. Pertanyaannya tinggal satu: kita sedang membangun masa depan, atau sedang mewariskan tagihan ke generasi berikutnya? #UtangNegara #KrisisFiskal #EkonomiIndonesia #APBN #Indonesia2026

11.18% Engagement Rate
5.5k 1k
Content

Banyak orang mulai merasa ekonomi makin berat, meski aktivitas terlihat normal. Daya beli kelas menengah tertekan oleh kenaikan biaya hidup, PHK muncul bertahap, dan konsumsi sebagian ditopang oleh utang. Di saat yang sama, perlambatan global dari Cina dan kebijakan suku bunga tinggi di AS ikut memberi tekanan ke ekspor, nilai tukar, hingga arus modal. Jika tren ini berlanjut, 2026 berpotensi menghadirkan perlambatan yang datang pelan namun konsisten. Karena itu, penting memahami tiga indikator kunci: konsumsi rumah tangga, data pengangguran, dan neraca perdagangan. Membaca data sejak dini memberi ruang untuk bersiap, bukan sekadar bereaksi saat dampaknya sudah terasa. #Resesi2026 #EkonomiIndonesia #LiterasiKeuangan #PerlambatanEkonomi #UtangNegara

7.56% Engagement Rate
4.3k 182
Content

Pemerintah mengakui rasio utang Indonesia sudah mencapai 40,5% dari PDB atau sekitar Rp9.600 triliun. Menurut Menteri Keuangan Purbaya, utang ini diambil karena ekonomi sempat melambat tajam dan memicu gejolak sosial di 2025. Pilihannya waktu itu dianggap sederhana: tambah utang untuk menahan krisis, atau biarkan ekonomi jatuh lebih dalam. Masalahnya bukan di angka utangnya saja, tapi di pola pengambilan keputusan. Setiap kali ekonomi melambat, utang selalu jadi rem darurat utama. Artinya sistem fiskal kita masih sangat bergantung pada pembiayaan utang saat menghadapi tekanan, bukan pada cadangan fiskal atau kualitas penerimaan negara. Kalimat โ€œdaripada balik ke 1998โ€ menunjukkan satu hal penting: trauma krisis masih jadi justifikasi kebijakan hari ini. Tapi kalau setiap perlambatan selalu diselesaikan dengan utang, risiko jangka panjangnya bukan krisis mendadak, melainkan ruang gerak negara yang makin sempit pelan-pelan. #EkonomiIndonesia #UtangNegara #APBN #Fiskal #EkonomiGlobal

11.83% Engagement Rate
4k 2.9k
Content

Banyak orang mulai merasa ekonomi makin berat, meski aktivitas terlihat normal. Daya beli kelas menengah tertekan oleh kenaikan biaya hidup, PHK muncul bertahap, dan konsumsi sebagian ditopang oleh utang. Di saat yang sama, perlambatan global dari Cina dan kebijakan suku bunga tinggi di AS ikut memberi tekanan ke ekspor, nilai tukar, hingga arus modal. Jika tren ini berlanjut, 2026 berpotensi menghadirkan perlambatan yang datang pelan namun konsisten. Karena itu, penting memahami tiga indikator kunci: konsumsi rumah tangga, data pengangguran, dan neraca perdagangan. Membaca data sejak dini memberi ruang untuk bersiap, bukan sekadar bereaksi saat dampaknya sudah terasa. #Resesi2026 #EkonomiIndonesia #LiterasiKeuangan #PerlambatanEkonomi #UtangNegara

7.56% Engagement Rate
4.3k 182
Content

Realisasi MBG sudah mencapai Rp36,6 triliun hanya dalam waktu kurang dari dua bulan di awal 2026. Ekspansi penerima hingga 60 juta orang mendorong lonjakan belanja negara secara signifikan, terutama pada pos belanja barang yang naik lebih dari 700% dibanding tahun sebelumnya. Dampaknya, APBN Januari 2026 langsung mencatat defisit Rp54,6 triliun. Ketika belanja tumbuh lebih cepat dari pendapatan, selisihnya harus ditutup melalui pembiayaan utang yang juga meningkat tajam di awal tahun. Pertanyaannya, seberapa berkelanjutan pola seperti ini untuk 11 bulan ke depan? Transparansi dan pengawasan publik menjadi kunci agar kebijakan besar tetap terukur dan bertanggung jawab. #APBN2026 #MBG #DefisitAnggaran #UtangNegara #BelanjaNegara

6.33% Engagement Rate
3.1k 651
Content

Utang negara sudah tembus Rp9.600 triliun. Di atas kertas masih terlihat aman, tapi di balik angka itu ada realitas yang jarang dibahas: seperempat penerimaan pajak habis hanya untuk bayar bunga. Artinya, negara makin sedikit punya ruang untuk membangun, makin sibuk menutup lubang dari masa lalu. Masalahnya bukan sekadar besar-kecilnya utang, tapi arahnya. Ketika utang baru dipakai untuk bayar utang lama, transfer ke daerah dipangkas, dan layanan publik ikut menyusut, beban akhirnya selalu jatuh ke masyarakat. Pertanyaannya tinggal satu: kita sedang membangun masa depan, atau sedang mewariskan tagihan ke generasi berikutnya? #UtangNegara #KrisisFiskal #EkonomiIndonesia #APBN #Indonesia2026

11.18% Engagement Rate
5.5k 1k
Content

Dunia mulai meragukan data ekonomi Indonesia bukan karena tiba-tiba jadi โ€œanti Indonesiaโ€, tapi karena terlalu banyak sinyal yang bikin angka resmi terasa tidak sinkron dengan realitas. Mulai dari defisit yang dijaga mati-matian di bawah 3%, pertumbuhan yang dinilai terlalu optimistis, sampai perubahan struktur fiskal lewat Danantara yang transparansinya rendah. Investor global melihat ini sebagai ekonomi yang makin sulit dibaca arahnya. Masalahnya, ketika kepercayaan runtuh, dampaknya bukan di laporan pemerintah, tapi di hidup sehari-hari. Biaya utang naik, subsidi bisa ditekan, pajak berpotensi meningkat, dan ruang gerak ekonomi makin sempit. Ini bukan soal siapa yang benar di atas kertas, tapi siapa yang akhirnya menanggung risikonya di dunia nyata. Sumber: Tempo #EkonomiIndonesia #APBN2026 #DefisitAnggaran #DataEkonomi #FiskalIndonesia

62.82% Engagement Rate
35k 2.4k
Content

Ekonomi Indonesia terlihat โ€œamanโ€ di data resmi, tapi realitas di lapangan berbeda. Penjualan motor stagnan, mobil turun, dan kelas menengah menyusut. Investor global mulai ragu, pasar obligasi dan pasar uang menantang, dan risiko likuiditas nyata. Tom Lembong menekankan, masalah ini bukan sekadar fluktuasi pasar, tapi soal kredibilitas data dan tata kelola yang menentukan kepercayaan dunia. Di level personal, diversifikasi aset, gaya hidup konservatif, dan fokus pada ekonomi padat karya bisa jadi strategi defensif. Stabilitas jangka panjang bergantung pada generasi muda yang kritis, prinsip demokrasi, dan pengembangan SDM. Saat dunia bergerak cepat, keputusan kecil hari ini bisa menentukan masa depan finansialmu. Sumber: Big Alpha #TomLembong #EkonomiIndonesia #MSCI #PasarModal #KrisisEkonomi

25.67% Engagement Rate
14.7k 524

Followers

Followers distribution

80.46% Male
19.54% Female

Followers location

Indonesia 96.88%
Thailand 1.56%
United States 1.56%
Jakarta 25.0%
Yogyakarta 6.3%
Depok 4.7%
Surabaya 4.7%
Bogor 4.7%
Bandung 3.1%
Banda Aceh 3.1%
Tangerang 3.1%
Semarang 3.1%
Balikpapan 1.6%
Pekan Baru 1.6%
Sorong 1.6%
Ambon 1.6%
Tegal 1.6%
Bekasi 1.6%
Boston 1.6%
Medan 1.6%
Malang 1.6%
Tasikmalaya 1.6%
Banjarmasin 1.6%
Batu 1.6%
Pekalongan 1.6%
Bangkok 1.6%

Followers demographics

42.96% 30.82% 23.18% 1.52% 1.52%
Child/Kid
(13-17)
Teen/Teenager
(18-24)
Young Adult
(25-34)
Adult
(35-44)
Middle-aged
(45-64)

Follower types

25.40% mass_followers
5.56% suspicious
4.76% influencers
64.29% real


KOL that follows @blackqoral.id

Growth & Interest

Followers growth

Monthly trend of total Followers

59.5K 53.6K 47.6K 41.7K 35.8K
2025-09 2025-10 2025-11 2025-12 2026-01 2026-02 2026-03

Likes growth

Monthly trend of average likes per post

1000 800 600 400 200 0
2025-09 2025-10 2025-11 2025-12 2026-01 2026-02 2026-03

Frequently used hashtags

Hashtags frequently used by the KOL in their content

#ekonomiindonesia #ekonomiglobal #blackqoralofficial #geopolitik #pasarmodal #konsultanbisnis #ihsg #sahamindonesia #apbn #makeeasyyourlife #timurtengah #pasarkeuangan #digitalmarketing #utangnegara #selathormuz #hargaminyak #makeyourlifeeasier #minyakdunia #rupiah #investasi #managementconsulting #mbg #pasarglobal #emas #bankindonesia #iranisrael #bitcoin #geopolitikglobal #safehaven #dolaras

Frequently mentioned accounts

Accounts frequently mentioned by the KOL in their content

@dontama03 @byd_global @byd_indonesia @uniqlo @ipbofficial @honorofkings_indonesia @kylascan


Benchmark Engagement Instagram
Berdasarkan Tier KOL

Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.


kol

Bagaimana Tool Kerja Ini Bekerja?

Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.

Kenali Lebih Detail Kebutuhan KOL Anda

Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.

Avg. Instagram Engagement
Rate - 2025

0
0.2%
0.4%
0.6%
0.8%
0.66%
All post types
0.66%
0.59%
Photo post
0.59%
0.68%
Video post
0.68%
0.77%
Carousel post
0.77%

Check engagement rates for other platforms

Engagement rate calculator for Youtube

Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report

kol

Engagement rate calculator for TikTok

Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report

kol

Got Questions?

Apa itu KOL.ID? โˆ’

KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis. Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.

Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL. Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil, sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.

Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk TikTok, Instagram, dan YouTube, yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang lebih baik dalam kampanye pemasaran.

Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.

Apa saja fitur yang disediakan oleh KOL.ID? +

FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):

  1. KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.

  2. Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.

  3. Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.

FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):

  1. Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.

FREE TOOLS (Alat Gratis):

  1. Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.

  2. Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.

  3. Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.

  4. Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.

  5. Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.

  6. Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.

  7. Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.

  8. Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.

  9. Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.

Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.