bodinksvriadi
Kalau saya bilang saya sakit gara-gara diganggu penunggu rumah tua, itu mungkin cuma hiperbola biar ceritanya makin seru. Pada kenyataannya, bisa aja saya sakit karena kecapean. Tapi... kronologinya memang agak bikin merinding. Jadi, setelah camping di Muara Mbaduk, saya putuskan untuk istirahat dulu sebelum lanjut nyebrang ke Bali. Saya coba cari penginapan, tapi ternyata harganya di atas budgetโrata-rata 300โ400 ribuan, sementara saya narget maksimal 150 ribu/malam. Akhirnya saya iseng nanya ke warung sekitar, siapa tahu ada rumah kosong yang bisa saya sewa. Dan benar, ketemu ibu-ibu yang bersedia nyewain rumahnya. Awalnya si ibu ragu karena rumah itu udah kosong hampir 15 tahun, katanya kotor dan berdebu. Tapi saya terus bujuk, yang penting bisa rebahan dan istirahat. Akhirnya saya diantar ke rumah itu. Pas sampai, bener ajaโrumahnya penuh debu. Saya pun bantu bersihin bareng si ibu. Nah, saat lagi bersih-bersih itulah si ibu nyeletuk: โDulu rumah ini ditungguin nenek saya, tapi sudah meninggal 3 tahun lalu.โ Dalam hati langsung: โAduh Bu, kenapa harus ngomong sekarang... kan saya jadi parnoโ Malam pun tiba. Setelah magrib, saya keluar cari makan. Tapi pas balik, mau ke kamar mandi, tiba-tiba... BRUK! Ada sesuatu yang mengenai dada kiri saya, seperti dilempar dari arah dapur. Saya coba tenang, sambil cari penjelasan logis, kalo seumpama batu itu jatuh secara wajar. Datangnya dari arah mana??? tapi tetap aja itu momen yang bikin bulu kuduk berdiri. Dua malam saya lewati di rumah itu, dan di hari ketiga saya lanjut perjalanan ke Bali. Tapi anehnya, begitu bangun tidur badan saya langsung dropโlemas, meriang, pokoknya energi saya seperti benar-benar ditarik. Apa ini sugesti? Kecapean? Atau memang ada sesuatu di rumah itu? Cerita lengkapnya ada di Exploride Nusa Eps. 6. Kalau kalian pernah ngalamin hal serupa waktu lagi traveling, coba share di komentar yaaโฆ.
Siapa hayoo yang udah bertahun-tahun naik gunung, tapi cara pakai trekking pole nya masih gak bener. Sini saya kasih tau, silahkan simak videonya yaaaa... Kali ini saya pakai trekking pole dari @dhaulagiriofficial dengan seri Z3. Yang mana seri ini tuh sudah menggunakan 100% carbon fiber untuk bahannya, jadi bobotnya sangat ringan. Kalian mau samaan punya trekking pole ini, yuk kepoin di @dhaulagiristore
ILEGAL..... Jangan mendaki gunung SLAMET, Sebelum nonton video ini!!
Apa yang akan terjadi jika nekat mendaki Gunung Lawu dengan berpakaian serba hijau?ย ๐ฟ Katanya sihย pamali... tapi kali ini, kami mencobanya. Hhhhaaaaโฆ Gunung Lawu dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena cerita-cerita mistis dan pantangan yang menyelimutinya. Salah satu yang paling populer adalah larangan mengenakan pakaian berwarna hijau. Konon, warna ini sangat disukai oleh para penunggu gaib Gunung Lawuโdan bisa mengundang hal-hal yang tak diinginkan. Tapi bukan itu saja... Di gunung ini juga terdapat tempat yang disebut Pasar Dieng, atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Setan. Sebuah lokasi yang dipercaya sebagai pusat berkumpulnya makhluk tak kasat mata. Banyak cerita dari para pendaki tentang suara hiruk pikuk pasar, aroma dupa yang muncul tiba-tiba, bahkan perasaan seperti sedang ditawari sesuatuโฆ padahal tidak ada siapa-siapa. Dan kali ini, kita mencoba mendobrak semua mitos itu. Saya bersama @papaben71 ย mendaki dengan mengenakan pakaian warna hijau, dan bahkan berkemah tepat di Pasar Setanโjantung dari mitos Gunung Lawu itu sendiri. Bukan untuk menantang... Tapi untuk memahami: bahwa di balik mitos dan pamali, selalu ada pesan tentang kehati-hatian, rasa hormat, dan kesadaran terhadap alam. Mitos diciptakan bukan untuk ditertawakan. Tapi untuk diingat, dihormati, dan dimaknai. #lawu #reels #instagram #pendaki #pendakian #pendakigunungindonesia #gununglawu
Trip pembuka Eksploride Nusa kita dimulai Destinasi pertama: Pantai Karapyak, Pangandaran. Saya pilih rute jalur selatan: Bandung โ Ciwidey โ Naringgul โ Cidaun โ Rancabuaya, lanjut terus ikuti jalur Pansela (Pantai Selatan Jawa). Total jarak tempuh sekitar 200 km. Tapi karena sambil bikin konten dan menikmati setiap momen, perjalanan ini memakan waktu 11 jam penuh cerita. ๐ Sempat istirahat cukup lama di Puncak Guha. View-nya luar biasa... eh tapi belum lama duduk-duduk, langit berubah muram... dan hujan pun turun deras. Yah, akhirnya ngaso sambil kedinginan, ditemani suara ombak dan aroma tanah basah. Jujur, ini pertama kalinya saya lewat jalur Pansela, dan ternyata SEINDAH ITU! Kenapa baru sekarang ya? ๐ญ Malam ini saya ngecamp santai di Pantai Karapyak. Pilih spot yang sepi biar bisa recharge energi, menyatu dengan alam, dan siap buat petualangan besok. Stay tuned, masih banyak cerita seru menanti di seri #EksplorideNusa! ๐โจ #exploridenusa
Setelah kejadian di rumah kosong itu, kondisi badan saya benar-benar drop. Sesampainya di Bali, saya memutuskan untuk berhenti dulu, fokus istirahat dan recovery di penginapan daerah Mundukโsalah satu spot favorit di Bali yang udaranya sejuk dan tenang. Beberapa hari saya habiskan di penginapan sederhana itu, sekadar rebahan, makan yang hangat, sambil mengembalikan tenaga. Butuh sekitar 5 hari sampai akhirnya badan mulai pulih. Setelah itu, saya lanjut camping di Danau Tamblingan. Camping di sini terasa bedaโalami, sepi, dan penuh ketenangan setelah semua kejadian sebelumnya. Di episode ini, saya ingin berbagi betapa pentingnya jaga kesehatan selama perjalanan, dan kenapa jangan pernah memaksakan diri saat kondisi badan lagi nggak fit. Terima kasih buat kalian yang sudah nyimak video ini, dan seperti biasaโฆ jangan lupa share pengalaman kalian juga di komentar!#reels #horror
Kalau saya bilang saya sakit gara-gara diganggu penunggu rumah tua, itu mungkin cuma hiperbola biar ceritanya makin seru. Pada kenyataannya, bisa aja saya sakit karena kecapean. Tapi... kronologinya memang agak bikin merinding. Jadi, setelah camping di Muara Mbaduk, saya putuskan untuk istirahat dulu sebelum lanjut nyebrang ke Bali. Saya coba cari penginapan, tapi ternyata harganya di atas budgetโrata-rata 300โ400 ribuan, sementara saya narget maksimal 150 ribu/malam. Akhirnya saya iseng nanya ke warung sekitar, siapa tahu ada rumah kosong yang bisa saya sewa. Dan benar, ketemu ibu-ibu yang bersedia nyewain rumahnya. Awalnya si ibu ragu karena rumah itu udah kosong hampir 15 tahun, katanya kotor dan berdebu. Tapi saya terus bujuk, yang penting bisa rebahan dan istirahat. Akhirnya saya diantar ke rumah itu. Pas sampai, bener ajaโrumahnya penuh debu. Saya pun bantu bersihin bareng si ibu. Nah, saat lagi bersih-bersih itulah si ibu nyeletuk: โDulu rumah ini ditungguin nenek saya, tapi sudah meninggal 3 tahun lalu.โ Dalam hati langsung: โAduh Bu, kenapa harus ngomong sekarang... kan saya jadi parnoโ Malam pun tiba. Setelah magrib, saya keluar cari makan. Tapi pas balik, mau ke kamar mandi, tiba-tiba... BRUK! Ada sesuatu yang mengenai dada kiri saya, seperti dilempar dari arah dapur. Saya coba tenang, sambil cari penjelasan logis, kalo seumpama batu itu jatuh secara wajar. Datangnya dari arah mana??? tapi tetap aja itu momen yang bikin bulu kuduk berdiri. Dua malam saya lewati di rumah itu, dan di hari ketiga saya lanjut perjalanan ke Bali. Tapi anehnya, begitu bangun tidur badan saya langsung dropโlemas, meriang, pokoknya energi saya seperti benar-benar ditarik. Apa ini sugesti? Kecapean? Atau memang ada sesuatu di rumah itu? Cerita lengkapnya ada di Exploride Nusa Eps. 6. Kalau kalian pernah ngalamin hal serupa waktu lagi traveling, coba share di komentar yaaโฆ.
Trip pembuka Eksploride Nusa kita dimulai Destinasi pertama: Pantai Karapyak, Pangandaran. Saya pilih rute jalur selatan: Bandung โ Ciwidey โ Naringgul โ Cidaun โ Rancabuaya, lanjut terus ikuti jalur Pansela (Pantai Selatan Jawa). Total jarak tempuh sekitar 200 km. Tapi karena sambil bikin konten dan menikmati setiap momen, perjalanan ini memakan waktu 11 jam penuh cerita. ๐ Sempat istirahat cukup lama di Puncak Guha. View-nya luar biasa... eh tapi belum lama duduk-duduk, langit berubah muram... dan hujan pun turun deras. Yah, akhirnya ngaso sambil kedinginan, ditemani suara ombak dan aroma tanah basah. Jujur, ini pertama kalinya saya lewat jalur Pansela, dan ternyata SEINDAH ITU! Kenapa baru sekarang ya? ๐ญ Malam ini saya ngecamp santai di Pantai Karapyak. Pilih spot yang sepi biar bisa recharge energi, menyatu dengan alam, dan siap buat petualangan besok. Stay tuned, masih banyak cerita seru menanti di seri #EksplorideNusa! ๐โจ #exploridenusa
Apa yang akan terjadi jika nekat mendaki Gunung Lawu dengan berpakaian serba hijau?ย ๐ฟ Katanya sihย pamali... tapi kali ini, kami mencobanya. Hhhhaaaaโฆ Gunung Lawu dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena cerita-cerita mistis dan pantangan yang menyelimutinya. Salah satu yang paling populer adalah larangan mengenakan pakaian berwarna hijau. Konon, warna ini sangat disukai oleh para penunggu gaib Gunung Lawuโdan bisa mengundang hal-hal yang tak diinginkan. Tapi bukan itu saja... Di gunung ini juga terdapat tempat yang disebut Pasar Dieng, atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Setan. Sebuah lokasi yang dipercaya sebagai pusat berkumpulnya makhluk tak kasat mata. Banyak cerita dari para pendaki tentang suara hiruk pikuk pasar, aroma dupa yang muncul tiba-tiba, bahkan perasaan seperti sedang ditawari sesuatuโฆ padahal tidak ada siapa-siapa. Dan kali ini, kita mencoba mendobrak semua mitos itu. Saya bersama @papaben71 ย mendaki dengan mengenakan pakaian warna hijau, dan bahkan berkemah tepat di Pasar Setanโjantung dari mitos Gunung Lawu itu sendiri. Bukan untuk menantang... Tapi untuk memahami: bahwa di balik mitos dan pamali, selalu ada pesan tentang kehati-hatian, rasa hormat, dan kesadaran terhadap alam. Mitos diciptakan bukan untuk ditertawakan. Tapi untuk diingat, dihormati, dan dimaknai. #lawu #reels #instagram #pendaki #pendakian #pendakigunungindonesia #gununglawu
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un Selamat jalan mbok yem โค๏ธโ๐ฉน Jujur, saya merasa cukup bangga bisa pernah bercengkrama sedekat itu dengan simbok. Dulu, saya sering dengar cerita dari teman-teman pendakiโtentang bagaimana beberapa orang sempat kena semprot karena mungkin kurang peka membaca suasana, ada yang minta foto di waktu yang nggak tepat, atau terlalu sok akrab tanpa memperhatikan kondisi Mbok Yem saat itu. Saya sendiri, di dua pendakian awal ke Lawu, nggak pernah berani macam-macam. Boro-boro minta foto, untuk sekadar menyapa pun rasanya sungkan, takut, dan segan. Sosok beliau punya aura yang kuat, tapi bukan karena galak, melainkan karena wibawa. Namun, entah kenapa, di suatu pendakianโsaya lupa pendakian keberapaโtiba-tiba suasana terasa hangat. Saya lihat simbok sedang dalam mood yang baik, dan akhirnya terjadilah momen foto bareng yang sampai sekarang saya anggap sangat berharga. Bukan karena sekadar berfoto dengan tokoh legendaris, tapi karena momen itu terasa begitu tulus dan penuh makna. Dan terakhir kali saya mendaki ke sana, sekitar Maret 2024 lalu, alhamdulillah... kami bisa bercengkrama lebih panjang. Ngobrol dari hal-hal ringan sampai cerita-cerita masa lalu. Saya masih ingat betul tawa kecil beliau saat menceritakan masa-masa Gunung Lawu belum seramai sekarang. Rasanya seperti ngobrol dengan nenek sendiri, yang penuh kasih tapi juga punya sisi tegas yang mendidik. Kepergian Mbok Yem tentu meninggalkan luka dan kekosongan, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi ribuan, bahkan mungkin jutaan pendaki yang pernah mampir di warung kecilnya di ketinggian. Warung itu bukan sekadar tempat berteduh atau ngopi hangatโtapi rumah kedua di tengah hutan, tempat kita merasa aman, nyaman, dan diterima. Terima kasih, Mbok, atas keramahan, ketegasan, dan kehangatanmu. Gunung Lawu tak akan pernah sama tanpamu. Selamat jalan, legenda. Namamu akan selalu hidup dalam setiap langkah kami menuju puncak. Alfatihah ๐คฒ
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.