ceritaomjojo
Public Relations (PR) Stunt adalah teknik Public Relations untuk menarik perhatian lewat aksi unik, visual, dan partisipatif. Contohnya social experiment patung Gibran di ruang publik Blok M. Menarik, viral, dan efektif memancing respons. Tapi PR stunt ini bukan cuma soal kreatif. Publik justru memakainya untuk menagih janji ke Gibran. โSemua laki-laki sama aja. Mana janji 19 juta lapangan kerja?โ Sebaiknya mas @gibran_rakabuming berdialog langsung dengan gen z. Gimana kalau kita adakan di UI? Kami siap menyambut. Gas,oke gas? #ceritaomjojo video @kabinetmerahpucat
Minta pertanyaan yang akan diajukan host itu wajar dan penting. Itu bukan untuk mengatur media, tapi biar narsum nggak gelagapan jawab. Contoh nyata nih jujurr. Gibran live talk show TV. Dari arah pertanyaan soal janji politiknya 19 juta lapangan pekerjaan. Pemirsa pasti menebak jawabannya adalah Kemenaker. Eh, yang keluar malah Kemendikbud. Nyambung? Kocak, tapi mahal ongkos reputasinya. Jadi bahan olokan netizen. Live TV itu kejam. Nggak ada tombol ulang. Makanya, selain pertanyaan dasar, siapkan juga pertanyaan sulit dan Q&A antisipatif. Intinya sederhana, berlatih sebelum camera on agar nggak kelihatan kocak di layar kaca. Izinn #ceritaomjojo
Dari Mantan Presiden ke โWali Soloโ: Bahaya Fantasi Kolektif Fenomena Tembok Ratapan Solo, tahlilan di depan rumah pribadi Joko Widodo, hingga warga yang datang mencari karomah, dapat dibaca lewat teori Komunikasi, Symbolic Convergence Theory. Menurut Ernest Bormann, penemu teori ini, makna publik terbentuk dari simbol dan cerita yang diulang. Tembok berubah jadi simbol harapan. Rumah jadi ruang doa. Mantan Presiden bergeser dari pejabat negara menjadi figur โpembawa berkahโ. Inilah fantasy theme yang menyebar. Saat orang lain ikut datang, ikut ritual, ikut percaya, terjadilah fantasy chain. Dan ketika makna itu diterima luas, lahirlah rhetorical vision: Jokowi tak lagi dilihat sebagai manusia politik, tapi figur yang โmuliaโ dan sakral. Di titik ini, risikonya nyata. Jika suatu hari sang Wali Solo ini memberi arah politik, misalnya menunjuk Gibran Rakabuming Raka sebagai Capres, maka pengikutnya bisa merespons bukan dengan nalar, tapi dengan samiโna wa athaโna. Engkau katakan, kami ikuti. Karena engkau wali, kami umatmu. Bukan karena diperintah. Tapi karena fantasi bersama sudah dianggap kebenaran. Ini peristiwa komunikasi, saat simbol politik naik kelas menjadi simbol iman, politik berhenti jadi pilihan, dan berubah jadi kepatuhan. Anda mau jadi umatnya Wali Solo Jokowi? #ceritaomjojo
Tidak semudah itu Ferguzo! Starbucks berpikir jika fandom K-Pop tidak terpengaruh ajakan boikot dan akan tetap bela idolanya. Maka dibuatkan sebuah kampanye marketing dengan strategi PR Stunt atau Publicity Stunt untuk menarik perhatian publik : Belasan K-Pop Idol posting bareng minum Starbucks. Konsultan Public Relations sekaligus Dosen Humas dari UI Jojo. S Nugroho menjelaskan, sebuah PR stunt bisa berupa acara, kegiatan, atau pengumuman yang sengaja dibuat untuk menciptakan buzz atau perbincangan di media dan masyarakat. Tujuannya meningkatkan visibilitas, meningkatkan citra merek, atau mengubah persepsi orang terhadap suatu hal secara positif. Strategi ini dipahami Starbucks. Setelah diboikot publik seluruh dunia habis-habisan akibat dukungannya terhadap israhell, Starbucks merugi triliun. Maka target barunya, fandom K-Pop yang dianggap cinta mati dengan idolnya. Jojo menilai ini adalah PR Stunt terburuk sepanjang tahun 2023. Kamu setuju? #prstunt #publicitystunt #starbucks #kpop #boikotstarbucks #freepalestine Credit.video.: @Sahabatsurga
Monster itu berwarna oranye dengan bertuliskan 'oligarki' di badannya. Terpampang juga manekin dengan muka ditutup topeng dengan muka tiga bakal capres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Ketiga manekin bacapres itu dililit oleh kaki gurita monster oligarki. Sekitar 12 anggota Greenpeace menyelam ke dalam kolam Bundaran HI l dan membawa poster berisi kritik. Beberapa kritik itu berbunyi, "Pilih Bumi , Bukan Oligarki". Lalu ada juga tulisan, "Pemilu Tanpa Oligarki" dan "Vote For Climate not Oligarchy". Terdapat juga beberapa poster kritik terkait kerusakan lingkungan dan udara seperti "Tercekik Polusi Udara, Tercekik Kabut Asap Karhutla". Monster Oligarki adalah sebuah publicity stunt atau public relations stunt yang dilakukan oleh Green Peace Indonesia, pada Oktober 2023. Aksi ini bukan sekedar pertunjukan visual yang spektakuler yang menarik perhatian publik dan viral, namun dibaliknya ada pesan utama untuk memperjuangkan bumi dan melawan dominasi oligarki yang mencengkeram pemilu 2024. Green Peace mendesak para capres-cawapres memiliki komitmen yang serius dan konkret untuk berpihak kepada rakyat dan melepaskan diri dari agenda-agenda oligarki. Dosen Humas Universitas Indonesia Jojo S. Nugroho menilai aksi PR Stunt Greenpeace Indonesia ini adalah yang terbaik selama 2023. Aksi visualnya yang viral selaras kuatnya pesan di balik aksi spektakuler ini. ๐โจ "Lewat pertunjukan visual ini pesan tentang perjuangan melawan dominasi oligarki tersampaikan dengan efektif ke masyarakat, mengingatkan kita akan pentingnya memilih Bumi daripada mendukung kekuatan yang merampas hak rakyat," katanya. Greenpeace pertama kali memunculkan gurita 'Monster Oligarki' dalam aksi damai tanpa kekerasan pada 5 Oktober 2021, sebagai simbol menolak lupa atas disahkannya UU Cipta Kerja. #PilihBumi #PemiluTanpaOligarki #kalahkanmonsteroligarki #greenpeaceindonesia Credit video: Green Peace Indonesia
Dalam tausiah Ramadan, Gibran Rakabuming Raka mengatakan: kalau ada hal baik darinya, dipujilah dikit. Dari sudut pandang PR, ini menarik. Pesan sederhana seperti ini menunjukkan komunikasi yang apa adanya, tidak terlalu dibuat buat. Dalam komunikasi publik, sikap terbuka seperti ini justru sering terasa lebih autentik dibanding pesan yang terlalu dipoles. Karena ini juga Ramadan,. bulan baik, boleh lah mas wapres dipuji dikit. #ceritaomjojo
Dari Mantan Presiden ke โWali Soloโ: Bahaya Fantasi Kolektif Fenomena Tembok Ratapan Solo, tahlilan di depan rumah pribadi Joko Widodo, hingga warga yang datang mencari karomah, dapat dibaca lewat teori Komunikasi, Symbolic Convergence Theory. Menurut Ernest Bormann, penemu teori ini, makna publik terbentuk dari simbol dan cerita yang diulang. Tembok berubah jadi simbol harapan. Rumah jadi ruang doa. Mantan Presiden bergeser dari pejabat negara menjadi figur โpembawa berkahโ. Inilah fantasy theme yang menyebar. Saat orang lain ikut datang, ikut ritual, ikut percaya, terjadilah fantasy chain. Dan ketika makna itu diterima luas, lahirlah rhetorical vision: Jokowi tak lagi dilihat sebagai manusia politik, tapi figur yang โmuliaโ dan sakral. Di titik ini, risikonya nyata. Jika suatu hari sang Wali Solo ini memberi arah politik, misalnya menunjuk Gibran Rakabuming Raka sebagai Capres, maka pengikutnya bisa merespons bukan dengan nalar, tapi dengan samiโna wa athaโna. Engkau katakan, kami ikuti. Karena engkau wali, kami umatmu. Bukan karena diperintah. Tapi karena fantasi bersama sudah dianggap kebenaran. Ini peristiwa komunikasi, saat simbol politik naik kelas menjadi simbol iman, politik berhenti jadi pilihan, dan berubah jadi kepatuhan. Anda mau jadi umatnya Wali Solo Jokowi? #ceritaomjojo
KORUPSI DI NTT B***** SIKAT MAS WAPRES, JANGAN NGANTUK!!! Halo halo para rakyatt semuaaa Di video ini kita akan nunjukin kalian, rekasi rakyat sesungguhnya tanpa brefing apa yang mau di sampein langsung ke wakil presiden @gibran_rakabuming , dan gak pake ABS (Asal Bos Senang) yee, uhuyyyy. Tapi jangan baper, namanya juga content no setting jadi suka-suka orang mau ngomong apa ke doi.๐ Kalo lu yang nonton kira-kira bakal nyampein apa nih ke mas Gibran? tulis di komentar gess!!! Tonton full videonya di channel @kabinetmerahpucat yakkk. #socialexperiment #wapres #gibran #korupsi #ntt #umr #transjakarta
Public Relations (PR) Stunt adalah teknik Public Relations untuk menarik perhatian lewat aksi unik, visual, dan partisipatif. Contohnya social experiment patung Gibran di ruang publik Blok M. Menarik, viral, dan efektif memancing respons. Tapi PR stunt ini bukan cuma soal kreatif. Publik justru memakainya untuk menagih janji ke Gibran. โSemua laki-laki sama aja. Mana janji 19 juta lapangan kerja?โ Sebaiknya mas @gibran_rakabuming berdialog langsung dengan gen z. Gimana kalau kita adakan di UI? Kami siap menyambut. Gas,oke gas? #ceritaomjojo video @kabinetmerahpucat
Setelah Gibran di-roasting Panji di Mens Rea, ia tak membalas dengan kata, melainkan lewat video kegiatan beriring musik karya Panji. Secara komunikasi, ini rapi sekaligus licin. Seperti kata Marshall McLuhan, "the medium is the message". Video itu sudah bicara sendiri: saya santai, saya bekerja, saya tidak kesinggung. Lagu elu bagus Panji kenapa gak diterusin jadi rapper? Efektif meredam keramaian? Iya. Tapi publik tetap bertanya ke mas Wapres @gibran_rakabuming : ini strategi komunikasi, atau sekadar menghindari jawaban? Eeyaa.. #ceritaomjojo
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.