dwinandha258
Saat membuat konten, value adalah hal yang paling utama Tanpa adanya value, konten tidak akan menghasilkan apa-apa. Hambar, tidak ada nyawanya. Otomatis audience juga tidak mau engage Perlu diingat: 1. Value juga bergantung pada persona akun. Anda tidak bisa sok-sok an bikin konten kontroversial kalau persona akun anda tidak rutin menciptakan kontroversi 2. Value tidak bisa self proclaim. Misalnya ngaku-ngaku kalau kontennya kontroversi dengan mengatakan "Percuma Punya Sosmed" tapi tidak membahas sama sekali kenapa percuma-nya. 3. Jika anda tidak cocok untuk membawakan suatu value, jangan dipaksa. Karena jadinya jayus atau garing 4. 1 konten bisa >1 value, tapi pembawaannya harus selaras. Value ini berlaku untuk channel paid maupun organik. Sekarang anda sering pakai yang mana? Kalau saya pakai yang aman-aman saja: value edukasi. Toh memang saya edukator kan hehehe #byDwi #digitalmarketing
Afh iyh average gaji digital marketing sampai setinggi itu? Bisa iya dan tidak, tergantung dari sample data yang digunakan. Namun menggunakan angka sebesar itu mentah-mentah tentu bukan tindakan yang bijak. Apalagi kalau digunakan untuk audience yang tidak sesuai dengan sample data. Untuk entry level dan FG, tentu saja 16 juta ini terlalu utopia. Hanya segelintir orang saja yang mungkin bisa langsung menikmati, dan tentunya tidak pantas kalau dikatakan sebagai "Average" Tapi kalau ditanya memang beneran digital marketer bisa sampai 16 juta? Ya jawabannya jelas bisa. Apalagi kalau bicara gaji + bonus target achieved, bisa luber-luber. Hanya saja kan itu tidak masuk dalam kategori "Average" tadi. Selain Glassdoor, sumber salary yang pernah saya gunakan juga adalah Survey Gaji dari hrdbacot yang sample serta metodologi-nya dijelaskan secara transparan. Nah sekarang apakah gaji anda mengikuti angka-angka tersebut? Atau ternyata underpaid, atau mungkin malah overpaid seperti kejadian di startup belakangan ini? Discuss-discuss di bawah ๐ #byDwi #digitalmarketing #gaji
Ini ceritaku, mana ceritamu? #bydwi
Pertanyaan soal ads awareness hampir selalu muncul di semua diskusi yang saya adakan Baik itu di webinar, konsultasi, reporting, sampai ketika wawancara kerja Pertanyaannya, memang penting ya ads awareness? Kan KPI-nya nggak clear, paling hanya reach impressions gitu-gitu? Sebelum menjawab lebih jauh, perlu diingat bahwa awareness ini adalah awal/pintu masuk di dunia digital marketing Tentu saja tidak bisa diperlakukan sama seperti ketika kita melakukan strategi konversi, karena konversi itu sudah finish line-nya. Dan yang namanya awal, tentu harus ada pengiring dan keberlanjutannya Yang jadi masalah adalah ketika kita melakukan strategi awareness, lalu putus di situ saja. Atau yang lebih parah, kita itu belum tahu mau dikenal sebagai apa. Alhasil hanya bikin 1-2 konten, lalu berharap dikenal luas oleh masyarakat. Dan karena pengen cepat-cepat, ya akhirnya pakai ads Padahal kan tidak sesimpel itu Atau yang lebih parah menilai efektivitas awareness dengan metrik yang berhubungan dengan konversi, ini makin-makin Karena itu, sebelum memulai startegi awareness anda wajib tahu dulu untuk apa startegi awareness ini dilakukan dan bagaimana perkiraan dari respon market yang anda sasar. Jangan sampai awareness yang anda lakukan akhirnya hanya jadi bakar-bakar duit doang, tidak ada hal yang bisa anda gunakan untuk memperkuat strategi berikutnya nanti #byDwi #digitalmarketing
Gimana Sih Cara Bikin Budgeting Ads? Benernya nggak susah, yang penting tahu aja apa yang mau dikejar dari ads. Misalnya di sini saya mau ngejar purchase dari salah satu klien saya. Yaudah tinggal dihitung berapa CPA-nya, kalikan dengan total jumlah purchase yang mau dikejar, lalu validasikan dengan metrik lainnya. Simple kan? Ya kalau udah terbiasa rasanya simple. Buat yang baru gimana? Dibiasain aja, nanti juga lama-lama lancar ngitung duit-duit gini. Dengan budgeting yang baik, campaign strategy pun bisa lebih terarah. Nggak ada lagi tuh yang namanya ngeraba-raba gajelas. Jadi, apakah startegi ads anda sudah ter-budget dengan baik? #digitalmarketing #digitalads #byDwi
Mau ngerti dunia DEX tapi bingung mulai dari mana? ๐ค Tenang, kita bakal kupas tuntas bareng @dwinandha258 di โIntro to DEX: Kupas Tuntas Dunia Decentralized Exchangeโ Cocok banget buat kamu yang baru nyemplung ke dunia crypto atau lagi cari cara biar makin paham soal DeFi & DEX! Join Discord link in bio! #IntroToDEX #BelajarCrypto #Web3Indonesia #CryptoClass #BelajarDeFi
Sekali-sekali sih boleh aja biar relate ke sesama agency, jadi nambah-nambah koneksi buat subcon juga Tapi kalau dijadiin pilar utama mah, YANG BENER AJA?! Gini lho, kita bikin agency itu buat ngebantu klien. Masa kliennya dijelek-jelekin di konten? Terutama vids di TikTok itu banyak banget, thread di Twitter juga ga keitung dah udahan Klien mana mau dateng kalau kayak gitu? Boro-boro dateng, mau nonton sampai selesai aja udah males Kenapa? Ya karena itu bukan alasan kenapa mereka butuh agency Konten-konten nyerang klien lebih cocok dipasang di akun base, yang memang tugasnya menaungi dan memberi ruang untuk anak-anak agency berkeluh kesah Bukannya ditaruh di akun perusahaan agency-nya dong ๐ฅฒ Mending kalau dari awal maunya ngulitin klien, ya buka akun base aja sekalian. Definisi konversinya juga lebih jelas #byDwi #digitalmarketing
โFull stack digital marketing = ngurusin semua tentang digital marketing? โ Short answer, yes Namanya juga full stack ya kan? Memang tanggung jawabnya ngurusin segala jenis yang berhubungan dengan digital marketing. Namun pada prakteknya full stack digital marketing ini biasa dicari oleh bisnis yang masih eksplorasi channel digital. Mereka belum tahu pasti butuhnya apa. Daripada hire yang specialist tapi ternyata nggak cocok, jadi mending ambil yang bisa semua dulu kan? Tapi ya jelas ini tidak akan sustainable. Pada akhirnya full stack digital marketing juga pasti hanya menonjol di beberapa channel, tidak mungkin expert di segalanya. Karena ya terlalu banyak yang harus dikuasai dan dipahami, otak konslet bos ntar Tapi kembali lagi, gimana kita bisa tahu mana yang kita sukai kalau tidak tahu apa saja pilihan yang ada. ------------------------- Karena itu mempelajari fundamental dari setiap channel digital sering disarankan untuk para pemula. Bukan untuk dieksploitasi ya, tapi agar bisa paham landscape digital marketing terlebih dahulu sebelum menjatuhkan keputusan. #byDwi #digitalmarketing #fullstack
Pertanyaan soal ads awareness hampir selalu muncul di semua diskusi yang saya adakan Baik itu di webinar, konsultasi, reporting, sampai ketika wawancara kerja Pertanyaannya, memang penting ya ads awareness? Kan KPI-nya nggak clear, paling hanya reach impressions gitu-gitu? Sebelum menjawab lebih jauh, perlu diingat bahwa awareness ini adalah awal/pintu masuk di dunia digital marketing Tentu saja tidak bisa diperlakukan sama seperti ketika kita melakukan strategi konversi, karena konversi itu sudah finish line-nya. Dan yang namanya awal, tentu harus ada pengiring dan keberlanjutannya Yang jadi masalah adalah ketika kita melakukan strategi awareness, lalu putus di situ saja. Atau yang lebih parah, kita itu belum tahu mau dikenal sebagai apa. Alhasil hanya bikin 1-2 konten, lalu berharap dikenal luas oleh masyarakat. Dan karena pengen cepat-cepat, ya akhirnya pakai ads Padahal kan tidak sesimpel itu Atau yang lebih parah menilai efektivitas awareness dengan metrik yang berhubungan dengan konversi, ini makin-makin Karena itu, sebelum memulai startegi awareness anda wajib tahu dulu untuk apa startegi awareness ini dilakukan dan bagaimana perkiraan dari respon market yang anda sasar. Jangan sampai awareness yang anda lakukan akhirnya hanya jadi bakar-bakar duit doang, tidak ada hal yang bisa anda gunakan untuk memperkuat strategi berikutnya nanti #byDwi #digitalmarketing
Afh iyh average gaji digital marketing sampai setinggi itu? Bisa iya dan tidak, tergantung dari sample data yang digunakan. Namun menggunakan angka sebesar itu mentah-mentah tentu bukan tindakan yang bijak. Apalagi kalau digunakan untuk audience yang tidak sesuai dengan sample data. Untuk entry level dan FG, tentu saja 16 juta ini terlalu utopia. Hanya segelintir orang saja yang mungkin bisa langsung menikmati, dan tentunya tidak pantas kalau dikatakan sebagai "Average" Tapi kalau ditanya memang beneran digital marketer bisa sampai 16 juta? Ya jawabannya jelas bisa. Apalagi kalau bicara gaji + bonus target achieved, bisa luber-luber. Hanya saja kan itu tidak masuk dalam kategori "Average" tadi. Selain Glassdoor, sumber salary yang pernah saya gunakan juga adalah Survey Gaji dari hrdbacot yang sample serta metodologi-nya dijelaskan secara transparan. Nah sekarang apakah gaji anda mengikuti angka-angka tersebut? Atau ternyata underpaid, atau mungkin malah overpaid seperti kejadian di startup belakangan ini? Discuss-discuss di bawah ๐ #byDwi #digitalmarketing #gaji
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.