eu_indonesia
Pernah nggak kamu ngerasa udah coba keras banget, tapi tetap gagal? Kevin, Michelle, dan Albert pernah ngerasain itu, startup mereka di Indonesia nggak berhasil. Tapi mereka nggak berhenti. Mereka pindah ke Amerika, bangun dari nol lagi, dan sekarang? Perusahaan mereka, The Prompting Company, baru aja dapet investasi $6.5 juta dari Y Combinator. Kadang kegagalan bukan tanda buat nyerah tapi tanda buat coba di tempat yang berbeda. ๐ฅ #Entrepreneur #Business #insights
Nongkrong biasanya identik dengan kafe atau bar. Tapi di beberapa kota besar dunia, muncul konsep baru: โwellness third space.โ Tempat seperti Othership, Bathhouse, dan Glo30 menghadirkan ruang sosial berbasis wellness. Mulai dari sauna, ice bath, breathwork, hingga facial treatment. Bukan hanya untuk relaksasi, tapi juga untuk bersosialisasi dan membangun komunitas. ๐ก Peluang bisnis? Tren wellness di Indonesia juga terus berkembang dari yoga studio, pilates, hingga running club. Jika digabungkan dalam satu konsep ruang komunitas, ini bisa menjadi hangout spot baru berbasis kesehatan. Insightnya sederhana: Bisnis masa depan bukan hanya menjual layanan, tapi menciptakan tempat orang ingin kembali karena komunitasnya. #EUInsights #BusinessTrend #WellnessEconomy
Kadang bisnis bukan hancur karena ditipuโฆ tapi karena hal-hal kecil yang dibiarkan besar. Rugi ratusan juta bukan selalu karena karyawan jahat, tapi karena sistem yang lemah, komunikasi yang kabur, dan keputusan-keputusan kecil yang tidak pernah diawasi. Inilah realita yang sering owner baru sadari setelah uang melayang: โข Bukan korupsi, tapi miskomunikasi. โข Bukan penipuan, tapi ketidaktahuan. โข Bukan kelalaian disengaja, tapi sistem yang tidak siap. Bisnis bukan soal cari orang yang bisa dipercaya saja, tapi soal membangun sistem yang tidak mudah salah. #BelajarBisnis #BusinessOwnerLife #HendraCiho #ManajemenBisnis #MindsetPengusaha #entrepreneuruniversity
Sektor yang paling ngebut di Indonesia awal 2026 ternyata bukan startup teknologiโฆ tapi bisnis makan-minum ๐๐ฅ Sektor akomodasi & makan-minum tumbuh 13,14% di kuartal I 2026,tertinggi dari 17 sektor ekonomi, dan hampir 3x lipat sektor manufaktur. Tapi rahasianya bukan cuma di rasa. Di era sekarang, makanan udah jadi konten. Satu video viral bisa bikin antrean panjang dalam semalam. Artinya buat kita yang mau terjun ke F&B: produk enak itu wajib, tapi produk yang "layak diceritakan" itu yang bikin tumbuh. ๐ Kalau kamu mau buka bisnis kuliner, kamu bakal lebih fokus ke rasa dulu atau ke "story & branding" dulu? ๐ #EUInsight #BisnisFnB #KulinerIndonesia #Startup #UMKM #TrenBisnis2026
Hari ini saya mendapat kehormatan untuk berbagi sebagai narasumber dalam kelas seminar di @eu_indonesia , dengan tema Diversifikasi Bisnis: Mengelola Lebih dari Satu Usaha Sekaligus. Dalam dunia manajemen, diversifikasi bukan sekadar โpunya banyak bisnisโ, tetapi tentang bagaimana mengelola berbagai unit usaha dengan strategi yang terukur. Kuncinya ada pada manajemen portofolio bisnis: โข Memahami setiap unit usaha memiliki siklus hidup yang berbeda. โข Menetapkan prioritas alokasi sumber daya agar semua berjalan seimbang. โข Membentuk sistem dan tim yang kuat, sehingga bisnis tidak bergantung hanya pada satu orang. Saya percaya, menjadi entrepreneur di era sekarang menuntut lebih dari sekadar keberanian memulai. Dibutuhkan business mindset yang terstruktur, membangun SOP, menciptakan superteam, mengelola arus kas lintas bisnis, dan mengembangkan inovasi agar tetap relevan. Berbagi pengalaman ini bukan hanya tentang teori, tetapi refleksi nyata dari perjalanan saya dalam mengelola berbagai lini usaha di bawah satu payung besar. Semoga bisa menginspirasi generasi muda untuk melihat bahwa diversifikasi adalah seni menyeimbangkan risiko dan peluang, serta seni mempercayakan eksekusi pada tim yang tepat. Karena pada akhirnya, tujuan kita bukan sekadar banyak bisnis, tetapi bisnis yang bertumbuh, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi lebih banyak orang. Haturnuhun atas kehadiran coach @yanapriatnaa kehormatan buat saya ๐๐ป Noted : versi lengkap video ada di tiktok :hendraciho #entrepreneuruniversity #bisnis #seminar #entrepreneurship #bandung #eubandung
Sektor yang paling ngebut di Indonesia awal 2026 ternyata bukan startup teknologiโฆ tapi bisnis makan-minum ๐๐ฅ Sektor akomodasi & makan-minum tumbuh 13,14% di kuartal I 2026,tertinggi dari 17 sektor ekonomi, dan hampir 3x lipat sektor manufaktur. Tapi rahasianya bukan cuma di rasa. Di era sekarang, makanan udah jadi konten. Satu video viral bisa bikin antrean panjang dalam semalam. Artinya buat kita yang mau terjun ke F&B: produk enak itu wajib, tapi produk yang "layak diceritakan" itu yang bikin tumbuh. ๐ Kalau kamu mau buka bisnis kuliner, kamu bakal lebih fokus ke rasa dulu atau ke "story & branding" dulu? ๐ #EUInsight #BisnisFnB #KulinerIndonesia #Startup #UMKM #TrenBisnis2026
Pernah nggak kamu ngerasa udah coba keras banget, tapi tetap gagal? Kevin, Michelle, dan Albert pernah ngerasain itu, startup mereka di Indonesia nggak berhasil. Tapi mereka nggak berhenti. Mereka pindah ke Amerika, bangun dari nol lagi, dan sekarang? Perusahaan mereka, The Prompting Company, baru aja dapet investasi $6.5 juta dari Y Combinator. Kadang kegagalan bukan tanda buat nyerah tapi tanda buat coba di tempat yang berbeda. ๐ฅ #Entrepreneur #Business #insights
Nongkrong biasanya identik dengan kafe atau bar. Tapi di beberapa kota besar dunia, muncul konsep baru: โwellness third space.โ Tempat seperti Othership, Bathhouse, dan Glo30 menghadirkan ruang sosial berbasis wellness. Mulai dari sauna, ice bath, breathwork, hingga facial treatment. Bukan hanya untuk relaksasi, tapi juga untuk bersosialisasi dan membangun komunitas. ๐ก Peluang bisnis? Tren wellness di Indonesia juga terus berkembang dari yoga studio, pilates, hingga running club. Jika digabungkan dalam satu konsep ruang komunitas, ini bisa menjadi hangout spot baru berbasis kesehatan. Insightnya sederhana: Bisnis masa depan bukan hanya menjual layanan, tapi menciptakan tempat orang ingin kembali karena komunitasnya. #EUInsights #BusinessTrend #WellnessEconomy
Banyak brand besar tidak lahir dari ide rumit. Uniqlo dimulai dari toko kecil keluarga tanpa identitas kuat, tanpa hype besar. Tapi lewat visi sederhana, konsistensi, dan keberanian belajar dari kegagalan, Tadashi Yanai mengubahnya menjadi brand global. Kadang bukan soal menjadi paling berbeda. Tapi tentang melakukan hal sederhanaโฆ dengan sangat baik. Swipe untuk belajar perjalanan dan mindset di balik kesuksesan Uniqlo. #mindset #business #entrepreneur #entrepreneuruniversity
Usia boleh muda, mimpi jangan setengah-setengah!! ๐ซต Kenalin, ini Taqiya Khuzama As Syifa Peserta termuda di Entrepreneur University yang gabung di usia 15 tahun โ dan hari ini sudah berani buka bisnis Salon Muslimah โQia Salonโ di Bekasi Di saat banyak yang masih ragu mulai, Qia memilih belajar, berani, dan bertumbuh. Karena mimpi itu bukan nunggu umurโฆ tapi nunggu keberanian ๐ช Buat kamu anak muda: ๐ Jangan tunggu โnanti siapโ ๐ Jangan takut mulai dari kecil ๐ Yang penting mulai dulu, belajar sambil jalan EU bukan cuma tempat belajar bisnis, tapi tempat mimpi-mimpi muda dikasih arah! Terus bertumbuh, Qia. Terus nyala, generasi muda Indonesia! ๐ฅ #EntrepreneurUniversity #AnakMudaBerani #YoungEntrepreneur #BisnisSejakMuda #salonmuslimahbekasi
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.