maxterpeaces
Memantaskan diri pun tak pantas๐คฃ
Semoga bisa menginspirasi๐ฅฐ
caption here
Sedia payung sebelum wisuda
Beberapa quotes best seller 2025
Beberapa quotes best seller 2025
Pernah kepikiran knp kajian cinta-cintaan selalu lebih rame daripada tema kajian lain? Atau heran karena kalcer pacaran di Indonesia makin masif? Selama ini mungkin kita masih mikir itu semua salah individu atau orang tuanya aja, padahal lebih dari itu, ternyata ada kegagalan sistem juga yang ikut andil dalam membentuk fenomena ini. Padahal kalau kita lihat lebih jauh, ini semua bukan cuma soal โkurang imanโ atau โkurang kuat nahan diriโ aja. Masalahnya jauh lebih dalem, soal sistem dan kebijakan yang ngebentuk cara hidup kita. 1. Jam kerja panjang, upah kecil, biaya hidup tinggi 2. Tekanan ekonomi dan sosial yang bikin stres 3. Kurangnya kebijakan ramah keluarga (kayak cuti ayah, jam kerja fleksibel, ruang publik buat keluarga) 3. Sistem pendidikan yang fokus ke nilai, bukan kesejahteraan anak Semua itu bikin orang tua gak punya waktu buat sepenuhnya hadir di rumah. Dan gongnya sistem ini perlahan ngebentuk masyarakat yang produktif tapi kesepian. #asshieeq Dampaknya lagi, banyak anak tumbuh dengan tangki cinta yang kosong. Dari kecil gak banyak dapat perhatian, pelukan, atau waktu bareng keluarga. Ga selalu karena orang tuanya gak sayang, tapi karena mereka juga capek dan sibuk bertahan hidup (nyari fulus) Ayah kerja dari pagi sampai malam, ibu ikut bantu ekonomi, tapi juga harus ngurus rumah. Keluarga ketemu sebentar, komunikasi seadanya, trus lama-lama rumah ga lagi jadi tempat pulang yang menghangatkan kita. Nah, karena dari kecil kurang kasih sayang, pas gede orang nyari gantinya di luar: lewat pacaran, perhatian, atau validasi. Makanya budaya pacaran masiffff bngt! karena itu jadi jalan tercepat buat ngerasa disayang dan diperhatiin. Dan hal yang sama juga bikin kajian cinta-cintaan selalu rame. Karena topik itu nyentuh sisi yang paling banyak dirasain orang: rasa sepi, rasa pengin dicintai, dan rasa pengin ngerti hubungan dengan cara yang lebih baik. Jadi intinya, rame-nya kajian cinta bukan tanda generasi sekarang lemah. Tapi tanda kalau kita hidup di sistem yang bikin manusia susah punya waktu buat saling hadier gituloeโฆ. Masalahnya bukan cuma di individu atau keluarga, tapi juga di struktur yang ngatur cara hidup kita.
Sejujurnya inimah video dari cece untuk cece awokwkwkwkw
Maaf kalau generasi kami terkesan anomali dan rebel, tapi percayalah pak, segudang pertanyaan yang kita sampaikan sejatinya tidak ditujukan untuk mendebat apalagi merendahkan islam, pertanyaan-pertanyaan kritis itu justru lahir sebagai bentuk keseriusan kami dalam usaha membangun hubungan yang sehat dan kuat dengan agama kami. Kalau kata orang dakwah itu ada seninyaโฆ. Yuk sama-sama kita belajar untuk saling memahami, agar pada akhirnya dakwah ini bisa menjadi jalan untuk kita semua saling mengasihi๐ซถ๐ปโค๏ธ
caption here
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.