metahanindita
Ternyata mitos?
Karena banyak yang nanyain, saya bakalan bahas soal #telurdadar nih! Beredar kabar, katanya makan telur dadar bisa memicu stunting karena kandungan avidin pada putih telur dan biotin pada kuning telur yang bercampur dapat menghambat penyerapan biotin yang menyebabkan stunting. Bener ga? Putih telur memang mengandung avidin, kuning telur juga memang kaya akan biotin. Avidin dapat menghambat biotin. Tapiiii karena avidin sensitif dengan suhu, ia akan mengalami denaturasi jika dimasak. Ya lagian bayi/anak masa makan telur mentah? Bisa kena salmonellosis ya ntar๐ Nah sekarang soal stunting yaa. Jika ada anak konsumsi telur mentah dalam jumlah banyak, penyerapan biotin terhambat, bisa saja terjadi defisiensi biotin. Tapi defisiensi biotin tidak berhub langsung dengan stunting. Penelitian justru bilang konsumsi telur 1 butir per hari pada bayi 6-9 bulan dapat menurunkan angka underweight dan stunting. Jadiii, ga usah khawatir makan telur dadar yaa!๐ Siapa yg kemarin sempet panik denger kabar ini?
Masih dalam rangka berbagi GA nih, Buu Paak! Sedikit lebih istimewa karena hari ini juga bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2025. Buat buibu pakbapak yang ikutan ngechill kemarin dan request salah satu bahasannya dijadikan postingan di IG yang bisa dibaca dan disave, as you wish, saya tulis ulang di sini yaaa. Semoga bisa menyemangati Buibu Pakbapak semua dalam mendampingi anak2ny bertumbuh, berkembang seoptimal mungkin. Semangat Buuu Paaak! Yang mau ikutan GA, seperti biasa, komen apa ajalah ya, ntar yang beruntung bakal dipilih random sama app๐ Good luck!
Menjelang akhir tahun, kita sering kali mengingat apa saja yang sudah dilewati & dicapai. Tanpa disadari, saat melihat pencapaian orang lain, kadang kita jadi merasa tertinggal dan kecewa. "Temen SMA udah punya anak 2, jadi boss. Aku masih blm nikah, kerjaan malah br pindah. Doa sm usaha dah pol deh kynya. Kok dia yg duluan sukses?" "Kolega di kerjaan tahun ini dah ke brp negara, aku ngemall sebelah rumah doang. Kurang doa apa usaha gmn lg nih?" "Udah berdoa, udah usaha biar taun ini bs naik pangkat, kok ga dikabulin Allah ya? Yg naik pangkat malah temen. Kecewa deh"๐ฅฒ Dst dst. Ga akan ada habisnya, membandingkan hidup dgn yang lain. Acap kali kita merasa "telat". Btw emang telat mau ke mana sih? Kok buru2 amat?๐ Yg selalu saya ingat, "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang Masing-masing beredar pada garis edarnya"(QS36:40) Semuaa sudah diatur sedemikian detailnya, sedemikian teraturnya. Bahkan selembar daun yang gugur saja sudah diatur sesempurna mungkin sama Sang Pemilik Dunia. Segalanya berjalan sesuai jadwal. Ga ada yang terlambat, ga ada vang salah alamat. Rezeki sudah tertakar, ga akan tertukar. Allah Maha Tahu segalanya, pasti sudah mengatur hidup kita sebaik mungkin. Kita mah tinggal ikhtiar maksimal, berdoa, jalanin aja. Semoga di tahun 2026, semua yang disemogakan buibu pakbapak tercapai ya! Jika tidak pun, gpp. Selama udah ikhtiar dan doa maksimal, yakin aja rencana Allah lebih baik. Tahun depan, pada punya harapan apa sih? Mau jadi apa? Yuklah GA dulu kita. Seperti biasa, komen random ajaa๐
Karena banyak buibu pakbapak yang nowel2 saya buat nanya, bener ga sih susu 2 liter sehari bisa bikin tinggi optimal? Kita tau, protein hewani berperan penting untuk tinggi badan. Susu termasuk ke dalam sumber protein hewani. Tapii perlu diingat prinsip nutrisi lengkap dan SEIMBANG. Apapun yang berlebihan ga baik bukan? Susu juga demikian๐ Susu yang berlebihan justru dapat menyebabkan berbagai gangguan mulai anemia defisiensi besi, gangguan penyerapan, obesitas hingga gangguan ketrampilan makan. Jadi, untuk tinggi yang optimal harusnya diapakan? Cek slide berikutnya ya! #tinggibadan #cegahstunting
Karena banyak yang nanya, kita bahas yaa! Setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan energinya tidak lagi dapat terpenuhi 100% hanya dari ASI saja. MPASI harus diberikan untuk mencegah kekurangan nutrisi. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia bayi, rasio antara makanan padat berbanding makanan cair akan berubah. Kalau di usia 6 bulan ke bawah 100% makanannya adalah cair (bisa ASI/sufor), maka di usia 6-8 bulan, makanan cair hanya 70%, 30%nya makanan padat alias MPASI. 9-11 bulan, 50% makanan cair, 50% makanan padat, sedangkan di atas setahun, 70% makanan padat, 30% makanan cair. Wajar jika frekuensi menyusui bayi semakin berkurang. Jika bayi dibiarkan menyusu sesering mungkin, ia jadi tidak berkesempatan untuk "belajar" makan, melatih kemampuan oromotornya. Akibatnya, anak sulit makan atau GTM. Tapi jika menyusuinya terlalu dibatasi, kemungkinan besar kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik. Jadi harus gimana? Sesuaikan dengan kebutuhan menurut usia yaa! Atur jadwal makan (dan menyusu) yang konsisten. Buibu pakbapak sudah pahamkah terkait ini?
Menjelang akhir tahun, kita sering kali mengingat apa saja yang sudah dilewati & dicapai. Tanpa disadari, saat melihat pencapaian orang lain, kadang kita jadi merasa tertinggal dan kecewa. "Temen SMA udah punya anak 2, jadi boss. Aku masih blm nikah, kerjaan malah br pindah. Doa sm usaha dah pol deh kynya. Kok dia yg duluan sukses?" "Kolega di kerjaan tahun ini dah ke brp negara, aku ngemall sebelah rumah doang. Kurang doa apa usaha gmn lg nih?" "Udah berdoa, udah usaha biar taun ini bs naik pangkat, kok ga dikabulin Allah ya? Yg naik pangkat malah temen. Kecewa deh"๐ฅฒ Dst dst. Ga akan ada habisnya, membandingkan hidup dgn yang lain. Acap kali kita merasa "telat". Btw emang telat mau ke mana sih? Kok buru2 amat?๐ Yg selalu saya ingat, "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang Masing-masing beredar pada garis edarnya"(QS36:40) Semuaa sudah diatur sedemikian detailnya, sedemikian teraturnya. Bahkan selembar daun yang gugur saja sudah diatur sesempurna mungkin sama Sang Pemilik Dunia. Segalanya berjalan sesuai jadwal. Ga ada yang terlambat, ga ada vang salah alamat. Rezeki sudah tertakar, ga akan tertukar. Allah Maha Tahu segalanya, pasti sudah mengatur hidup kita sebaik mungkin. Kita mah tinggal ikhtiar maksimal, berdoa, jalanin aja. Semoga di tahun 2026, semua yang disemogakan buibu pakbapak tercapai ya! Jika tidak pun, gpp. Selama udah ikhtiar dan doa maksimal, yakin aja rencana Allah lebih baik. Tahun depan, pada punya harapan apa sih? Mau jadi apa? Yuklah GA dulu kita. Seperti biasa, komen random ajaa๐
Ternyata mitos?
Saya tuh sering banget dapat pertanyaan "Harus ga sih beli kecap khusus MPASI? Kalau kaldu khusus MPASI? Garam khusus MPASI?" dan yang senada. Karena bolak/i ditanyakan, saya buat reelnya aja yaaa. Bukan untuk mematikan rejeki yang jualan (jujuuur, sempet ragu karena abis ini pasti ada aja yang ngehujat bilang mematikan rejeki)๐ Kalau mau pakai yang katanya khusus MPASI ya silakan2 aja ya buu paak. Tapi sebetulnya ga ada kondimen khusus MPASI itu karena emang ga ada standar yang ngaturnya. "Ah itu kan cuma sekedar istilah". Sekarang gini deh, buibu pakbapak tau kan bubur instan yg sering dikonsumsi org dewasa? Nah bandingin sama MPASI instan. Sama2 bubur, sama2 instan. Tapi jelas beda kandungannya. Kalau ada label MPASI, maka bubur tsb harus memenuhi aturan mulai kandungan smp aspek lain yg sesuai dengan kebutuhan bayi saat MPASI. Begitu yaaa. Ada yang pernah beli ga sih? Atau pakai yang ada di rumah aja?
Jalan-jalan ke Kawah Ijen Jangan lupa bawa bekal makaroni Hai buibu pakbapak para Metijen Sehat2 semua kan di bulan Oktober ini? Mampir ke pasar membeli kopiah Malah belanja banyak termasuk kemeja Udah lama nih ga bagi-bagi hadiah Yuk yang mau, langsung komen aja! Kalau ada sembilan nyawa๐ถ Mau samamu saja semuanya๐ต Sudah kusiapkan hadiah teristimewa Buat yang beruntung nantinya๐
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.