pandemictalks
jalan-jalan dengan sepatu rodakuhh
Kisah Juminten, nenek berusia 61 tahun, menjadi perhatian setelah videonya berjualan bando rajut di sekitar Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Setiap hari, ia berangkat dari Depok menggunakan KRL untuk menjual bando, gelang manik, bros, hingga berbagai kerajinan rajut buatannya yang dibanderol mulai Rp10.000. Hasil penjualan tersebut digunakan Juminten untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus merawat kucing kesayangannya, Bima, yang telah menemani hidupnya selama sembilan tahun sejak suaminya pergi meninggalkannya untuk menikah dengan orang lain. Melansir informasi dari Kompas.com, Nenek Juminten tidak memiliki anak dan sejak hidup sendiri bersama kucingnya, Nenek Juminten merajut sebagai caranya untuk terus menjalani hidup dan agar ia bisa terus menggunakan pikirannya. Dalam video yang diunggah oleh Kumparan.com, Juminten juga berpesan kepada generasi muda agar terus bekerja keras dan tidak memilih mengemis untuk mencari nafkah.
Fakta baru terungkap dalam sidang dugaan suap yang menjerat eks Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro. Jaksa mengungkap, terdakwa diduga tidak hanya menerima setoran rutin dari bisnis gelap narkoba, tetapi juga sempat meminta sebuah mobil mewah Toyota Alphard kepada bandar sabu. Permintaan itu disebut terjadi sekitar Desember 2025 saat Didik bertemu mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, Malaungi, di Oma Lengge yang berada di area Mapolres Bima Kota. Dalam pertemuan tersebut, Didik disebut kesal karena beredar kabar dirinya menerima โuang atensiโ dari bandar narkoba dan meminta anak buahnya membersihkan isu tersebut. Jika tidak, Malaungi disebut terancam dicopot dari jabatannya. Tak lama setelah itu, Didik diduga meminta sebuah Toyota Alphard. Permintaan tersebut kemudian disampaikan Malaungi kepada bandar sabu Erwin Iskandar alias Koko Erwin. Menurut dakwaan jaksa, permintaan mobil itu sempat disetujui. Namun belakangan, Didik disebut membatalkan permintaan mobil dan menggantinya dengan uang tunai senilai harga Toyota Alphard, yakni sekitar Rp1,8 miliar. Uang itu rencananya diberikan dalam dua tahap, dengan pembayaran pertama sebesar Rp1 miliar dan sisanya setelah peredaran narkoba kembali berjalan, sebagaimana tertuang dalam dakwaan jaksa.
Rising67 Studio, sebuah studio ilustrasi asal Depok, Jawa Barat, mendapat kesempatan menggarap ilustrasi poster untuk video musik terbaru Ariana Grande, โHate That I Made You Love Meโ. Lagu ini menjadi single pembuka era album kedelapan sang musisi, Petal, yang mengisahkan konflik batin seseorang yang jatuh cinta pada orang yang salah dan terjebak dalam hubungan manipulatif serta toksik. Karya Rising67 bahkan diunggah ulang langsung oleh Ariana melalui Instagram Story. Bagi Rising67 Studio, proyek ini terasa begitu istimewa. โSebagai seseorang yang tumbuh besar mencintai film dan musik, salah satu pelajaran terbesar saya datang dari mempelajari karya Michael Jackson. Dia menunjukkan bagaimana sebuah lagu bisa jadi satu dunia utuh lewat storytelling, visual, dan film pendek,โ tulis mereka. Buat Rising67 Studio, proyek ini bukan sekadar bikin artwork atau title treatment, tapi soal ikut membangun dunia visual di balik sebuah lagu, sekaligus jadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan karier kreatif mereka. Depok and Indonesia Pride inii๐ซต๐ผ๐ฅ @rising67.studio
Ini Bona, temennya Rong-Rong dan Nirmala. Sama Pak Janggut. (( ini AI ya, lagi viral di internet ))
Fakta baru terungkap dalam sidang dugaan suap yang menjerat eks Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro. Jaksa mengungkap, terdakwa diduga tidak hanya menerima setoran rutin dari bisnis gelap narkoba, tetapi juga sempat meminta sebuah mobil mewah Toyota Alphard kepada bandar sabu. Permintaan itu disebut terjadi sekitar Desember 2025 saat Didik bertemu mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, Malaungi, di Oma Lengge yang berada di area Mapolres Bima Kota. Dalam pertemuan tersebut, Didik disebut kesal karena beredar kabar dirinya menerima โuang atensiโ dari bandar narkoba dan meminta anak buahnya membersihkan isu tersebut. Jika tidak, Malaungi disebut terancam dicopot dari jabatannya. Tak lama setelah itu, Didik diduga meminta sebuah Toyota Alphard. Permintaan tersebut kemudian disampaikan Malaungi kepada bandar sabu Erwin Iskandar alias Koko Erwin. Menurut dakwaan jaksa, permintaan mobil itu sempat disetujui. Namun belakangan, Didik disebut membatalkan permintaan mobil dan menggantinya dengan uang tunai senilai harga Toyota Alphard, yakni sekitar Rp1,8 miliar. Uang itu rencananya diberikan dalam dua tahap, dengan pembayaran pertama sebesar Rp1 miliar dan sisanya setelah peredaran narkoba kembali berjalan, sebagaimana tertuang dalam dakwaan jaksa.
Berawal dari bencana longsor pada 2001, warga Dusun Kedungrong, Kulon Progo, bersama mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berbagai pihak memperjuangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) selama 11 tahun. Gagasan itu muncul setelah mahasiswa KKN UGM melihat besarnya potensi aliran Irigasi Kalibawang yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk mengairi sawah, tetapi dinilai mampu menjadi sumber listrik bagi warga. โAwalnya hanya kecil untuk penerangan jalan. Kemudian pada 2012 dibangun lebih baik dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, Dinas PU ESDM DIY, dan BBWSO. Akhir November 2012 mulai beroperasi dan sampai sekarang alhamdulillah masih terus berjalan serta dikelola secara swadaya oleh warga melalui KMTI PLTMH Kedungrong,โ tutur Ketua Pengelola PLTMH Kedungrong, Sumberini, mengutip Humas Jogja. PLTMH berkapasitas 18.000 watt akhirnya resmi beroperasi pada 2012 dan kini menjadi sumber listrik utama bagi sekitar 50 kepala keluarga serta 30 titik lampu jalan. Dikelola secara swadaya dengan iuran sekitar Rp12 ribu per bulan, pembangkit ini tetap mampu memasok listrik saat terjadi pemadaman PLN dan kini menjadi lokasi studi mikrohidro yang dikunjungi mahasiswa, peneliti, hingga tamu dari mancanegara.
Kisah Juminten, nenek berusia 61 tahun, menjadi perhatian setelah videonya berjualan bando rajut di sekitar Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Setiap hari, ia berangkat dari Depok menggunakan KRL untuk menjual bando, gelang manik, bros, hingga berbagai kerajinan rajut buatannya yang dibanderol mulai Rp10.000. Hasil penjualan tersebut digunakan Juminten untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus merawat kucing kesayangannya, Bima, yang telah menemani hidupnya selama sembilan tahun sejak suaminya pergi meninggalkannya untuk menikah dengan orang lain. Melansir informasi dari Kompas.com, Nenek Juminten tidak memiliki anak dan sejak hidup sendiri bersama kucingnya, Nenek Juminten merajut sebagai caranya untuk terus menjalani hidup dan agar ia bisa terus menggunakan pikirannya. Dalam video yang diunggah oleh Kumparan.com, Juminten juga berpesan kepada generasi muda agar terus bekerja keras dan tidak memilih mengemis untuk mencari nafkah.
Sebuah terobosan datang dari Universitas Negeri Padang, yang berhasil menyulap limbah pertanian jadi produk kecantikan. Vivi Efrianova, pengajar di Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, mengembangkan bulu mata palsu dari serat pelepah batang pisang kepok. Idenya lahir dari kegelisahan melihat menumpuknya sampah kosmetik berbahan sintetis, sementara pelepah pisang justru kerap dibuang percuma. Di tangan Vivi, serat itu ternyata punya tekstur dan kilau yang menyerupai bulu mata asli, terasa lebih ringan, dan punya nilai lebih karena gampang terurai di alam. โProduk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,โ ujar Vivi. Untuk sampai ke bentuk akhirnya, serat pisang harus melewati rangkaian proses panjang, dari pemotongan, penyerutan, pencucian, penjemuran, hingga pewarnaan, sebelum akhirnya dirakit satu per satu secara manual. Tantangan terbesar justru ada di hulu, yakni memastikan kualitas bahan baku tetap terjaga. Karena itu, tim peneliti merangkul para petani pisang setempat, sebuah langkah yang sekaligus mendongkrak nilai ekonomi dari Limbah pertanian mereka. Tak berhenti pada isu lingkungan, produk ini turut menyasar rasa aman konsumen Muslim melalui penggunaan bahan yang alami. Kini inovasi tersebut masih menjalani tahap pengujian sembari diajukan hak patennya, dengan dukungan mitra industri seperti PT Nanotech Natura Indonesia untuk menanamkan sentuhan nanoteknologi di dalamnva.
jalan-jalan dengan sepatu rodakuhh
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.