soundivemedia
Tak banyak orang bisa menarikan โSmooth Criminalโ dengan baik. Lebih sedikit lagi yang bisa melakukannya sambil melaju di atas inline skate. Dalam video ini, Semyon Mikhailov, atlet muda freestyle slalom asal St. Petersburg, Rusia, menampilkan rutinitas yang memadukan teknik slalom berpresisi tinggi dengan gerakan ikonik Michael Jackson. Dari putaran cepat, kontrol keseimbangan yang luar biasa, hingga nuansa moonwalk yang khas, semuanya dilakukan di antara deretan cone dengan nyaris tanpa kesalahan. Yang membuat penampilan ini begitu memikat bukan hanya tingkat kesulitannya, tetapi juga bagaimana ia berhasil menggabungkan olahraga dan pertunjukan menjadi satu kesatuan yang terasa natural. Freestyle slalom sendiri dikenal sebagai salah satu disiplin inline skating paling teknis, menuntut kontrol kaki, ritme, dan koordinasi tingkat tinggi. Ketika dipadukan dengan lagu seperti โSmooth Criminalโ, hasilnya adalah pertunjukan yang sulit untuk berpaling. Menurut kalian, ini lebih dekat ke olahraga atau seni pertunjukan?
Begitu lagu โJumpinโ Jack Flashโ mulai dimainkan, bocah berjas ini langsung mengambil alih seluruh ruangan. Dengan percaya diri yang sulit dipercaya untuk usianya, ia menari tanpa ragu, tanpa malu, dan seolah-olah panggung itu memang miliknya. Setiap gerakan terasa natural, penuh energi, dan membuat siapa pun yang menonton sulit untuk tidak tersenyum. Banyak orang langsung membandingkannya dengan Mick Jagger. Bukan karena gerakannya sama persis, tetapi karena karisma yang sulit dijelaskan. Ia menari seolah tidak ada yang sedang melihat, padahal seluruh ruangan justru memperhatikannya. Dipadukan dengan โJumpinโ Jack Flashโ milik The Rolling Stones, video ini terasa seperti pengingat sederhana bahwa musik terbaik memang diciptakan untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Kadang, yang dibutuhkan untuk membuat hari seseorang lebih baik hanyalah lagu yang tepat dan keberanian untuk ikut bergerak mengikuti iramanya. Menurut kalian, apakah bocah ini pantas mendapat julukan โMick Jagger versi miniโ?
Bagi Evan Adamson, konser Metallica di Amsterdam pada 11 Juni 2019 awalnya hanyalah hadiah ulang tahun ke-13 dari sang ayah. Namun malam itu berubah menjadi pengalaman yang tak akan ia lupakan. Di tengah penampilan โSeek & Destroyโ, Lars Ulrich memanggil Evan ke atas panggung dan mempersilahkannya duduk di balik drum kit Metallica. Di hadapan sekitar 68 ribu penonton di Johan Cruijff Arena, Evan memainkan bagian pembuka lagu tersebut dengan tenang, sebelum Lars kembali melanjutkan penampilan. Momen itu disambut hangat oleh seluruh personel Metallica. James Hetfield bahkan sempat bercanda, โLars mengecil,โ sementara Kirk Hammett menepuk pundak Evan sebagai bentuk dukungan. Seusai lagu, Lars memberikan stik drumnya kepada Evan sebagai kenang-kenangan. Video tersebut kemudian viral dan dibagikan langsung oleh Metallica di media sosial mereka. Bagi Evan, yang mengaku gugup sepanjang penampilan, pengalaman itu menjadi hadiah ulang tahun terbaik sekaligus mimpi yang menjadi kenyataan.
Jon Bon Jovi datang ke sebuah pernikahan di Miami pada 2016 hanya sebagai tamu. Setidaknya, itu rencananya. Semuanya berjalan normal sampai band pengisi acara mulai memainkan โLivinโ on a Prayerโ, salah satu lagu paling ikonik yang pernah ia tulis. Awalnya Jon terlihat enggan. Ia tersenyum canggung, tetap duduk di tempatnya, dan tampak berharap lagu itu segera selesai. Tapi ketika suasana semakin meriah, ia akhirnya berdiri, mengambil mikrofon, dan melakukan hal yang sudah diharapkan semua orang. Dalam hitungan detik, pesta pernikahan biasa berubah menjadi konser Bon Jovi dadakan. Yang membuat momen ini begitu menarik bukan hanya karena Jon ikut bernyanyi, tetapi karena ia melakukannya tanpa persiapan, tanpa panggung megah, dan tanpa perlu menjadi pusat perhatian. Hanya seorang tamu yang memilih membuat hari itu sedikit lebih spesial untuk semua orang yang hadir. Kalau kalian berada di posisi Jon Bon Jovi, apakah akan tetap duduk menikmati pesta atau langsung naik ke panggung?
Tak banyak gitaris yang berani menyentuh solo โPurple Rainโ. Lagu ini bukan hanya salah satu karya terbesar Prince, tetapi juga memiliki solo yang sering disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah musik populer. Bukan soal kecepatan atau teknik semata, melainkan tentang rasa, emosi, dan kemampuan membuat setiap nada berbicara. Itulah yang membuat video ini menarik. Di tengah suasana yang jauh dari panggung rock besar, gitaris muda ini membawakan solo legendaris tersebut dengan penuh keyakinan. Tidak berlebihan, tidak mencoba menjadi Prince, tetapi tetap mampu menangkap emosi yang membuat โPurple Rainโ begitu dicintai selama puluhan tahun. Tak heran video ini langsung menarik perhatian banyak orang. Karena di balik semua not yang dimainkan, ada satu hal yang paling penting: feel. Menurut kalian, apakah โPurple Rainโ masih menjadi salah satu solo gitar terbaik sepanjang masa?
Tak banyak yang tahu bahwa Daniel Sahuleka lahir di Semarang pada 6 Desember 1950. Tiga bulan kemudian, ia pindah ke Belanda bersama keluarganya dan membangun karier sebagai penyanyi. Meski besar di Eropa, salah satu lagunya justru menemukan tempat istimewa di hati pendengar Indonesia, yaitu โDonโt Sleep Away the Nightโ. Dirilis pada 1980, lagu bernuansa soul ini menjadi evergreen yang terus dikenang hingga kini. Meski bukan hit besar di Belanda, โDonโt Sleep Away the Nightโ justru tumbuh menjadi lagu nostalgia di Indonesia berkat lirik romantis dan melodi yang hangat. Popularitasnya membuat Daniel Sahuleka selalu diminta membawakan lagu ini setiap kali tampil di Indonesia. Ia bahkan sempat merilis versi berbahasa Indonesia berjudul โJangan Kau Menangisโ, meski versi aslinya tetap menjadi favorit pendengar. Hampir lima dekade berkarya, Daniel Sahuleka telah menciptakan lebih dari 110 lagu. Namun bagi banyak orang Indonesia, namanya akan selalu dikenang lewat โDonโt Sleep Away the Nightโ, lagu yang tak lekang oleh waktu.
Pada 2016, sebuah video memperlihatkan seorang musisi jalanan bernama Eko membawakan โWish You Were Hereโ milik Pink Floyd di Gili Air, Lombok. Berbekal gitar akustik dan suaranya yang khas, penampilan sederhana tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang karena penghayatan yang begitu kuat dan suasana yang terasa begitu alami. Meski Eko telah berpulang pada 2019, penampilannya masih sering dibagikan dan dikenang hingga kini. Tanpa panggung besar maupun tata produksi yang rumit, video tersebut menjadi pengingat bahwa musik yang dimainkan dengan tulus mampu meninggalkan kesan yang mendalam.
Sebuah video memperlihatkan seorang musisi jalanan memainkan โNothing Else Mattersโ milik Metallica di sebuah taman. Di tengah penampilannya, seekor kucing datang, duduk di sampingnya, dan tampak tenang menikmati alunan gitar hingga lagu selesai. Momen sederhana ini langsung mencuri perhatian warganet. Kolom komentar pun dipenuhi candaan seperti โNothing Else Meowttersโ, sementara yang lain menyebut video ini sebagai bukti bahwa musik bisa menyatukan siapa saja. Kalau menurutmu, lagu apa lagi yang cocok dimainkan untuk โpenontonโ tak terduga seperti ini?
Pada Pitchfork Music Festival 2018, Japanese Breakfast membawakan โDreamsโ, lagu klasik milik The Cranberries, dengan interpretasi yang tetap menghormati versi aslinya tanpa mencoba menirunya. Michelle Zauner memilih menyanyikan lagu ini dengan karakter vokalnya sendiri. Alih-alih menyalin gaya khas Dolores OโRiordan, ia menghadirkan nuansa indie pop yang hangat dan ringan, membuat โDreamsโ terdengar segar sekaligus tetap mempertahankan emosi yang melekat pada lagu tersebut. Dirilis pada 1992, โDreamsโ merupakan debut single The Cranberries sekaligus lagu yang membantu memperkenalkan band asal Irlandia itu ke dunia. Ditulis oleh Dolores OโRiordan, lagu ini bercerita tentang euforia jatuh cinta untuk pertama kalinya dan hingga kini masih menjadi salah satu lagu paling ikonik dalam katalog mereka.
Pada akhir 1970-an, sebuah lagu Indonesia terdengar di layar televisi Belanda. Lewat program The Late Late Lien Show, Willem Nijholt dan Wieteke van Dort membawakan โSepanjang Jalan Kenanganโ, lagu ciptaan Is Haryanto yang dipopulerkan Tetty Kadi. Bagi banyak penonton Indo-Belanda, penampilan ini bukan sekadar membawakan lagu populer Indonesia. Di tengah kehidupan yang jauh dari tanah kelahiran, โSepanjang Jalan Kenanganโ menjadi simbol kerinduan, nostalgia, dan ikatan emosional dengan Indonesia. Dibawakan dengan penuh penghayatan, duet mereka berhasil menghidupkan kembali kenangan yang masih tersimpan di hati banyak orang. Lewat karakter Tante Lien, Wieteke van Dort memang dikenal sebagai sosok yang menjaga budaya dan memori Indonesia di Belanda. Sementara Willem Nijholt, yang juga memiliki latar belakang Hindia Belanda, menghadirkan nuansa emosional yang membuat penampilan ini terasa begitu tulus.
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.