Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
The Soccer Tribune Instagram Profile
thesoccertribune

The Soccer Tribune

thesoccertribune

badge Micro | Mass Pool
follower
Total Followers 12.5k
language
Language Spoken ID , Indonesia
account
Account Type KOL Micro badge Micro | Mass Pool

Rate Card

RpXXXXXXX Carousel Feed
RpXXXXXXX Instagram Story
RpXXXXXXX Photo Feed
RpXXXXXXX Reels
RpXXXXXXX Video Feed

Additional

RpXXXXXXX Boost Code Ads
RpXXXXXXX Owning Content
RpXXXXXXX Collaboration
lock

Unlock to see KOL rate card

Tap "Show Rate Card" to get the latest updates!

Show Rate Card
disclaimer
Disclaimer:
This performance and rate card page is generated using our AI-powered calculations.


Performance

5.04% high Engagement rate
630 Avg. likes per post
15 Avg. comments per post
3.1k Avg. reels view

Engagement Rate For Last 10 Posts (Latest)

21.52% 17.22% 12.91% 8.61% 4.30% 0.00%
2025-01-14
2025-01-15
2025-01-17
2025-01-20
2025-01-21
2025-01-22
2025-01-23
2025-01-26
2025-01-28
2025-02-01

Engagement Rate For Top 10 Posts

0.00% 0.00% 0.00% 822.28% 411.14% 0.00%
2022-09-14
2022-09-25
2022-10-22
2022-11-04
2022-12-28
2023-01-21
2023-03-11
2023-07-22
2023-08-26
2023-10-15
Date Posted
Content

Usai tampil mengesankan pada ajang Piala Dunia 2002 hingga mampu mencapai babak 16 besar, empat tahun berselang, tim nasional Jepang kembali tampil untuk ketiga kalinya dalam ajang sepak bola terbesar di muka bumi โ€” Piala Dunia 2006 dengan semangat juang yang sama besar seperti dua episode sebelumnya yang pernah mereka ikuti. Pada Piala Dunia edisi ke-18 ini, skuad Samurai Biru yang kali ini dilatih oleh mantan pesepak bola asal Brazil, Zico, yang berisikan pemain-pemain spesial di generasinya seperti Shunsuke Nakamura, Hidetoshi Nakata, Shinji Ono, Junichi Inamoto, Tsuneyasu Miyamoto, Naohiro Takahara, Yuji Nakazawa, hingga kiper kawakan, Yoshikatsu Kawaguchi, tergabung di Grup F bersama Brazil, Australia, dan Kroasia. Pada laga pertama, Australia menjadi lawan Jepang yang datang dengan status โ€œjuara Asiaโ€ usai menjadi kampiun dalam ajang Asian Cup 2004. Dalam laga ketat dan seru ini, Samurai Blue yang sempat unggul lebih dulu melalui sepakan Nakamura di menit ke-26, harus kecolongan 3 gol di menit-menit akhir laga oleh Tim Cahill (84โ€™ dan 89โ€™) serta John Aloisi (92โ€™). Usai kekalahan menyakitkan dari Socceroos, Jepang mencoba bangkit di partai kedua versus Kroasia. Langsung menekan dari peluit awal dibunyikan, Jepang yang terus menggempur pasukan Zlatko Kranjcar ini sempat diberi hukuman penalti usai Miyamoto menjatuhkan Dado Prso di kotak terlarang, beruntung Kawaguchi yang di hari itu tampil luar biasa mampu menepis tendangan 12 pas Darijo Srna, skor kacamata bertahan hingga laga usai. Peluang lolos semakin menipis, mengingat laga sisa Jepang di Grup F adalah kontra Brazil. Samurai Blue sempat membuat publik tercengang dengan mempimpin 1-0 lewat gol Keiji Tamada pada menit ke-34, namun Tim Samba akhirnya membungkus rapih malam itu dengan skor 1-4 lewat Ronaldo (46โ€™ dan 81โ€™), Juninho (53โ€™), serta Gilberto (59โ€™) dengan hasil ini Jepang menjadi juru kunci Grup F, sebuah pukulan telak bagi Samurai Blue, kesebelasan yang sepak terjangnya selalu mencuri perhatian besar dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Apa memori dari Jepang saat berlaga di Piala Dunia 2006 yang masih kalian ingat? #japan #samuraiblue #worldcup2006 #nakata

31.63% Engagement Rate
3.9k 33
Content

Dalam โ€œbehind the lineโ€ episode 4 kali ini, kami mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan kelompok suporter timnas Indonesia @lagrandeindonesia12 , diwakili oleh Unggul (presiden dari LGI) dan Renaldy (pengurus pusat LGI) yang banyak menuai perhatian dan pujian berkat koreografi akbar mereka saat laga Indonesia versus Jepang dalam babak penyisihan Piala Dunia 2026, November lalu. #lagrandeindonesia #timnasindonesia

23.98% Engagement Rate
2.9k 37
Content

Pada penghujung era 1990an, Juventus mendatangkan seorang bek tangguh asal Kroasia yang pada era itu namanya dianggap begitu unik dan mudah menempel di ingatan, Igor Tudor. Didatangkan dari Hajduk Split dengan mahar sebesar 3,7 juta Euro, tidak ada yang menyangka sebelumnya jika pemain yang ikut beraksi bersama timnas Kroasia di ajang Piala Dunia 1998 ini kelak akan menjadi salah satu pilar penting Si Nyonya Tua pada periode tersebut. Pada musim perdananya di Turin, Tudor langsung dipercaya banyak mendapat menit bermain, baik saat sebagai pelapis ataupun pemain inti dengan berbagi peran dengan bek-bek tangguh Bianconeri kala itu seperti Mark Iuliano, Paolo Montero, hingga Ciro Ferrara. Melihat begitu solidnya gaya bertahan Tudor dan ia juga sering kali merangsek ke depan untuk sesekali mencetak gol, membuat pemain yang juga bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan ini selalu dipercaya menjadi starter di laga-laga krusial yang dimainkan Juventus. Selama 7 musim, Tudor tercatat 174 kali tampil dan mencetak 21 gol bagi publik Delle Alpi, sebuah โ€œangkaโ€ dan pembuktian besar bagi pemain yang sempat tiga kali berganti nomor punggung (19, 28, 5) ini yang akhirnya menjadikan dirinya secara sah sebagai salah satu legenda La Fidanzata dโ€™Italia. Apa momen dari Igor Tudor saat dirinya berseragam Juventus yang masih kalian ingat? #igortudor #tudor #juventus #croatia

21.52% Engagement Rate
2.5k 98
Content

Juventus merupakan salah satu klub yang terlihat belanja jor-joran dalam bursa transfer menyambut musim 2024-25 kali ini. Tercatat sudah hampir mencapai nominal 2,7 triliun Rupiah pengeluaran klub asal kota Turin tersebut untuk mendatangkan deretan pemain baru untuk membangun tim yang solid agar dapat kembali bersaing keras di ajang kompetisi domestik dan juga Eropa. Jika melihat sepak terjang Si Nyonya Tua dalam 2 dekade terakhir, dapat dikatakan mereka terus mengalami pasang surut prestasi dan begitu berjuang untuk kembali ke titik tertinggi seperti pada era 1990an, dimana klub yang berdiri sejak tahun 1897 ini begitu disegani tidak hanya di Italia, tapi juga di Eropa. Juventus "mengawali" era kegelapan pada tahun 2006 saat mereka harus turun kasta ke Serie B dan 2 gelar scudetto (2004-05, 2005-06) mereka dicabut imbas dari skandal pengaturan skor yang dikenal dengan Calciopoli. Kala itu, selain Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina ikut terseret dan juga terkena hukuman, namun hanya Bianconeri "saja" yang harus terdegradasi ditambah pengurangan 9 poin, karena dianggap sebagai "tokoh utama" dalam salah satu kasus yang sangat mencoreng reputasi sepak bola Italia ini. Yang menarik, timbul kisah heroik dalam tubuh Juventus, di saat beberapa pemain bintang mereka berbondong-bondong meninggalkan klub karena tidak mau bermain di Serie B, Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Pavel Nedved, David Trezeguet, Mauro Camoranesi, serta Giorgio Chiellini memutuskan untuk tetap setia bertahan di klub yang sedang babak belur tersebut. Di tengah cibiran tiada henti dan dianggap butuh waktu untuk dapat kembali ke Serie A, The Old Lady langsung membungkam semua itu dengan berhasil finish di urutan pertama di Serie B musim 2006-07, lewat bantuan "tangan dingin" Didier Deschamps yang begitu jenius menggabungkan skuad yang "bertahan" dengan Jean-Alain Boumsong, Matteo Paro, Giuliano Giannichedda, Cristiano Zanetti, Federico Balzaretti, Claudio Marchisio, Marco Marchionni, Raffaele Palladino, hingga Valeri Bojinov, mereka langsung sukses kembali promosi di musim depannya. Apa momen dari Juventus saat bermain di Serie B yang masih kalian ingat? #juventus #serieb

19.11% Engagement Rate
2.3k 58
Content

Ada era dimana Liga Italia benar-benar begitu mendominasi dan menjadi kiblat sepak bola dunia dalam lebih dari satu dekade lamanya. Kala itu, apa yang tersaji dalam kompetisi Serie A seakan memiliki magnet dan daya tarik tersendiri bagi pencinta sepak bola hingga ke pelosok dunia, tidak hanya dari segi permainan yang diperlihatkan tim-tim Italia dengan taktik layaknya โ€œsetiap laga adalah finalโ€, namun rentetan bintang-bintang papan atas yang merumput disana, kemasan jersey yang begitu ikonik, hingga tampilan fisik para pemain-pun menjadi โ€œbumbu penyedapโ€ serta pembeda pada Liga yang selalu disebut-sebut nomor wahid di dunia saat itu. Khusus dari sisi penampilan, seakan seragam, pada era 1990an hingga 2000 awal, banyak pesepak bola yang merumput di Serie A memiliki ciri khas dengan gaya rambut gondrong untuk menunjang penampilannya di dalam dan luar lapangan. Tidak sampai disitu, penggunaan headband di rambut gondrong yang sempat begitu trend kala itu, tidak hanya untuk membuat nyaman sang pemain, tapi juga mampu membuat wujud sang atlet lebih menarik yang bisa membuat tidak hanya kaum Hawa tergila-gila, namun juga kaum Adam yang langsung terobsesi ingin memanjangkan rambut layaknya bintang sepak bola Serie A. Setelan rambut gondrong para pesepak bola kala itu akan menjadi memori indah tersendiri, serta selalu menjadi bagian tak terlupakan pada kenangan gemerlap Serie A pada masa tersebut. Siapa pesepak bola berambut gondrong dari Serie A yang paling kalian ingat? #totti #batistuta #crespo #cannavaro #pirlo #paulosousa #lalas #maldini #zamorano #salas #seriea

17.55% Engagement Rate
2.1k 22
Content

Sosok Hakan Sukur begitu tenar pada era 1990an karena reputasinya sebagai mesin gol yang begitu menakutkan saat dirinya berseragam Galatasaray. Namanya pun kian meroket saat striker asal Turki yang dikenal memiliki kedua kaki sama kuatnya ini mampu berlaga di ajang Liga Italia Serie A bersama klub Torino pada musim 1995-96. Namun sangat disayangkan, sulitnya beradaptasi serta kerasnya persaingan, membuat ia hanya bermain selama 5 laga dan mencetak 1 gol dalam setengah musim kompetisi. Sukur lalu kembali ke Turki dan bermain lagi untuk The Yellow-Reds hingga di penghujung tahun 1990an. Melihat dan mendengar ketajaman Sukur bersama Galatasaray dengan torehan 223 gol dalam kurun waktu 7,5 musim membuat banyak klub-klub top Eropa kala itu ingin meminangnya dan Inter Milan-lah akhirnya yang sukses memboyongnya ke Giuseppe Meazza pada musim 2000-01 dengan banderol sebesar 6,3 juta Euro. Sial bagi Sukur, ia harus berebut posisi dengan Ronaldo, Christian Vieri, Alvaro Recoba, Ivan Zamorano dan Robbie Keane kala itu, meski sempat tampil sebanyak 36 kali dan mencetak 6 gol, sang raja udara itupun akhirnya terdepak dari skuad utama dan memilih untuk bergabung dengan Parma di musim 2001-02. Sepertinya Serie A bukan โ€œarena bermainโ€ yang tepat untuk Sukur, bersama Gialloblu ia hanya diturunkan sebanyak 16 partai dan menjebol gawang lawan sebanyak 3 kali. Blackburn Rovers sempat menjadi pelabuhan baru bagi pemilik rekor gol tercepat di ajang Piala Dunia (11 detik) ini selama semusim, sebelum akhirnya ia kembali untuk ketiga kalinya ke klub yang begitu ia cintai, Galatasaray, di musim 2003-04 hingga dirinya menutup kariernya sebagai legenda (abadi) hidup bagi kubu Ali Sami Yen Stadium dengan kisah 295 golnya dalam 768 pertandingan. Apa memori dari Hakan โ€œbull of the Bosphorusโ€ Sukur yang masih kalian ingat? #hakansukur #sukur #turkey #galatasaray #intermilan

15.82% Engagement Rate
1.8k 131
Content

Pada penghujung era 1990an, Juventus mendatangkan seorang bek tangguh asal Kroasia yang pada era itu namanya dianggap begitu unik dan mudah menempel di ingatan, Igor Tudor. Didatangkan dari Hajduk Split dengan mahar sebesar 3,7 juta Euro, tidak ada yang menyangka sebelumnya jika pemain yang ikut beraksi bersama timnas Kroasia di ajang Piala Dunia 1998 ini kelak akan menjadi salah satu pilar penting Si Nyonya Tua pada periode tersebut. Pada musim perdananya di Turin, Tudor langsung dipercaya banyak mendapat menit bermain, baik saat sebagai pelapis ataupun pemain inti dengan berbagi peran dengan bek-bek tangguh Bianconeri kala itu seperti Mark Iuliano, Paolo Montero, hingga Ciro Ferrara. Melihat begitu solidnya gaya bertahan Tudor dan ia juga sering kali merangsek ke depan untuk sesekali mencetak gol, membuat pemain yang juga bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan ini selalu dipercaya menjadi starter di laga-laga krusial yang dimainkan Juventus. Selama 7 musim, Tudor tercatat 174 kali tampil dan mencetak 21 gol bagi publik Delle Alpi, sebuah โ€œangkaโ€ dan pembuktian besar bagi pemain yang sempat tiga kali berganti nomor punggung (19, 28, 5) ini yang akhirnya menjadikan dirinya secara sah sebagai salah satu legenda La Fidanzata dโ€™Italia. Apa momen dari Igor Tudor saat dirinya berseragam Juventus yang masih kalian ingat? #igortudor #tudor #juventus #croatia

21.52% Engagement Rate
2.5k 98
Content

Usai tampil mengesankan pada ajang Piala Dunia 2002 hingga mampu mencapai babak 16 besar, empat tahun berselang, tim nasional Jepang kembali tampil untuk ketiga kalinya dalam ajang sepak bola terbesar di muka bumi โ€” Piala Dunia 2006 dengan semangat juang yang sama besar seperti dua episode sebelumnya yang pernah mereka ikuti. Pada Piala Dunia edisi ke-18 ini, skuad Samurai Biru yang kali ini dilatih oleh mantan pesepak bola asal Brazil, Zico, yang berisikan pemain-pemain spesial di generasinya seperti Shunsuke Nakamura, Hidetoshi Nakata, Shinji Ono, Junichi Inamoto, Tsuneyasu Miyamoto, Naohiro Takahara, Yuji Nakazawa, hingga kiper kawakan, Yoshikatsu Kawaguchi, tergabung di Grup F bersama Brazil, Australia, dan Kroasia. Pada laga pertama, Australia menjadi lawan Jepang yang datang dengan status โ€œjuara Asiaโ€ usai menjadi kampiun dalam ajang Asian Cup 2004. Dalam laga ketat dan seru ini, Samurai Blue yang sempat unggul lebih dulu melalui sepakan Nakamura di menit ke-26, harus kecolongan 3 gol di menit-menit akhir laga oleh Tim Cahill (84โ€™ dan 89โ€™) serta John Aloisi (92โ€™). Usai kekalahan menyakitkan dari Socceroos, Jepang mencoba bangkit di partai kedua versus Kroasia. Langsung menekan dari peluit awal dibunyikan, Jepang yang terus menggempur pasukan Zlatko Kranjcar ini sempat diberi hukuman penalti usai Miyamoto menjatuhkan Dado Prso di kotak terlarang, beruntung Kawaguchi yang di hari itu tampil luar biasa mampu menepis tendangan 12 pas Darijo Srna, skor kacamata bertahan hingga laga usai. Peluang lolos semakin menipis, mengingat laga sisa Jepang di Grup F adalah kontra Brazil. Samurai Blue sempat membuat publik tercengang dengan mempimpin 1-0 lewat gol Keiji Tamada pada menit ke-34, namun Tim Samba akhirnya membungkus rapih malam itu dengan skor 1-4 lewat Ronaldo (46โ€™ dan 81โ€™), Juninho (53โ€™), serta Gilberto (59โ€™) dengan hasil ini Jepang menjadi juru kunci Grup F, sebuah pukulan telak bagi Samurai Blue, kesebelasan yang sepak terjangnya selalu mencuri perhatian besar dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Apa memori dari Jepang saat berlaga di Piala Dunia 2006 yang masih kalian ingat? #japan #samuraiblue #worldcup2006 #nakata

31.63% Engagement Rate
3.9k 33
Content

Andaikan saja kaki Owen Hargreaves tidak rapuh bagaikan kaca, mungkin kini namanya sudah tercatat sebagai salah satu pesepak bola asal Inggris terbaik yang pernah ada. Tumbuh dan berkembang bersama Bayern Munich selama selama 7 musim sebagai โ€œversatile playerโ€ yang begitu mengagumkan, Hargreaves lalu melengkapi desas-desus akan sepak terjangnya di lapangan hijau dengan penampilan fenomenalnya bagi tim nasional Inggris pada Piala Dunia 2006. Gaya gesitnya dalam merebut bola, piawai mengatur ritme permainan, mampu ditempatkan di berbagai posisi dengan sama baiknya, serta daya jelajahnya yang tinggi di lapangan hijau langsung membuat Hargreaves cepat mencuri perhatian pada masanya, jadi tidak heran pada periode Hargreaves berseragam FC Hollywood yang mampu menyabet rentetan trofi termasuk Liga Champions, hingga penampilan heroiknya di Piala Dunia 2006 begitu mengangkat namanya hingga banyak klub-klub papan atas Eropa ingin menggunakan jasanya. Adalah Manchester United (MU), klub yang akhirnya mampu memboyongnya dari Allianz Arena dengan mahar sebesar 25 juta Euro pada musim 2007-08, sebuah nominal yang begitu besar apabila mengingat di musim sebelumnya Hargreaves dihantui berbagai cedera termasuk pemulihan dari patah kaki yang ia derita. Musim debut Hargreaves di Old Trafford berjalan begitu sempurna, meski kerap dihantui cedera, ia langsung mampu meraih prestasi juara Premier League dan trofi Liga Champions lewat penampilannya yang langsung menjadikan dirinya pujaan baru di The Theatre of Dreams. Akan tetapi, di musim itulah Hargreaves mampu tampil semi-prima, sebelum akhirnya ia harus menyerah kalah dengan rangkaian cedera parah yang tak berujung pada kariernya hingga ia akhirnya memutuskan gantung sepatu di usianya yang masih 31 tahun. Apa memori dari Owen Hargreaves yang masih kalian ingat? #owenhargreaves #hargreaves #bayermunich #manchesterunited #england

16.74% Engagement Rate
2k 30
Content

Dalam โ€œbehind the lineโ€ episode 4 kali ini, kami mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan kelompok suporter timnas Indonesia @lagrandeindonesia12 , diwakili oleh Unggul (presiden dari LGI) dan Renaldy (pengurus pusat LGI) yang banyak menuai perhatian dan pujian berkat koreografi akbar mereka saat laga Indonesia versus Jepang dalam babak penyisihan Piala Dunia 2026, November lalu. #lagrandeindonesia #timnasindonesia

23.98% Engagement Rate
2.9k 37

Followers

Followers distribution

0% Male
0% Female

Followers location


Followers demographics

No demographic data available.

Follower types

This data is unavailable for this account.


KOL that follows @thesoccertribune

Growth & Interest

Followers growth

Monthly trend of total Followers

12.5K 11.8K 11.1K 10.4K 9.8K
2024-08 2024-09 2024-10 2024-11 2024-12 2025-01 2025-02

Likes growth

Monthly trend of average likes per post

1000 800 600 400 200 0
2024-08 2024-09 2024-10 2024-11 2024-12 2025-01 2025-02

Frequently used hashtags

Hashtags frequently used by the KOL in their content

#thesoccertribune #england #liverpool #seriea #juventus #manchesterunited #realmadrid #ronaldo #chelsea #acmilan #dirtrootsfc #italy #cityboysfc #nivelcrack #sevmid #shukyumagazine #batistuta #worldcup98 #spain #acsaensaep #zidane #germany #beckham #intermilan #delpiero #totti #timnasindonesia #nakata #shevchenko #argentina

Frequently mentioned accounts

Accounts frequently mentioned by the KOL in their content

@fifaworldcup @zidane @davidbeckham @championsleague @manchesterunited @liverpoolfc @england @euro2024 @realmadrid @acmilan @nikefootball @inter @gabrielbatistutaok @seriea @thesoccertribune @adidasfootball @cityboysfc @nivelcrack @juansebastian_veron @shukyumagazine @francescototti @chelseafc @acsaensaep @sevmid @premierleague @azzurri @onsoranje @alessandrodelpiero @pippoinzaghi @equipedefrance


Benchmark Engagement Instagram
Berdasarkan Tier KOL

Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.


kol

Bagaimana Tool Kerja Ini Bekerja?

Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.

Kenali Lebih Detail Kebutuhan KOL Anda

Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.

Avg. Instagram Engagement
Rate - 2025

0
0.2%
0.4%
0.6%
0.8%
0.66%
All post types
0.66%
0.59%
Photo post
0.59%
0.68%
Video post
0.68%
0.77%
Carousel post
0.77%

Check engagement rates for other platforms

Engagement rate calculator for Youtube

Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report

kol

Engagement rate calculator for TikTok

Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report

kol

Got Questions?

Apa itu KOL.ID? โˆ’

KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis. Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.

Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL. Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil, sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.

Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk TikTok, Instagram, dan YouTube, yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang lebih baik dalam kampanye pemasaran.

Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.

Apa saja fitur yang disediakan oleh KOL.ID? +

FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):

  1. KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.

  2. Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.

  3. Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.

FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):

  1. Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.

FREE TOOLS (Alat Gratis):

  1. Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.

  2. Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.

  3. Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.

  4. Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.

  5. Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.

  6. Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.

  7. Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.

  8. Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.

  9. Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.

Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.