urbanjar.id
Kehadiran bioskop kini tidak lagi harus selalu di pusat perbelanjaan besar. Kali ini, jaringan ritel minimarket Alfamart menghadirkan inovasi baru berupa bioskop mini atau micro cinema yang berada di dalam area toko. Bioskop mini yang diberi nama Layar Digi ini menawarkan pengalaman menonton dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp15.000 untuk semua hari, baik weekday maupun weekend. Meski berukuran kecil, fasilitas yang disediakan terbilang nyaman, bersih, wangi, serta menggunakan kursi empuk layaknya bioskop pada umumnya. Saat ini, bioskop mini tersebut masih dalam tahap trial opening sehingga pilihan film dan jam tayang masih terbatas. Namun ke depannya, diharapkan akan ada lebih banyak film dan jadwal tayang yang tersedia seiring pengembangan konsep micro cinema ini di berbagai daerah. Bioskop mini Alfamart ini berlokasi di kawasan Gading Serpong dan rencananya akan dibuka di banyak tempat lainnya. Kehadiran konsep ini diharapkan bisa menjadi alternatif hiburan murah bagi masyarakat yang ingin menonton film tanpa harus pergi ke bioskop besar di mall. Dengan konsep sederhana namun nyaman dan harga yang terjangkau, bioskop mini Alfamart ini menjadi inovasi baru di dunia hiburan yang menarik perhatian masyarakat. ๐ฅ @layardigi | @info.bsd.gadingserpong | @mustvisit.id Urbanjar.id
Destinasi liburan yang hitz sejak tahun 2000 ini bisa dibilang destinas wajib kalau lagi libur lebaran, karena disini selain bisa ngajakin semua keluarga liburan dengan hiburan mulai dari mancing, mandi di kolam, mandi bola sampai naik bebek-bebekan, disini juga bisa sekalian merasakan makanan dari ikan-ikan khas Banjar kaya Patin, Nila dan banyak lagi. Tapi sedikit masukan buat Bincau disini mungkin kalau sedang moment libur lebaran seperti ini pegawainya bisa ditambah, kasian orang yg akhirnya nunggu lama karena manajemen waktu memasaknya tidak dimaksimalkan. Sekali lagi kami yang dulu diajakin orangtua kesini jadi happy, karena sekalian nostalgia jaman dulu ๐๐ #fyp #liburan #banjar #bincau #kalimantanselatan
Penolakan terhadap film dokumenter โPesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kitaโ memicu perdebatan publik usai KNPI Kalimantan Selatan menyatakan sikap tegas menolak narasi yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Melalui unggahan resmi di media sosial, KNPI Kalsel menyebut film tersebut berpotensi menimbulkan prasangka dan memperkeruh suasana di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Dalam pernyataannya, KNPI mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Banua, agar tetap berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dianggap menyesatkan. โPemuda Banua bersatu, tolak provokasi, jaga keutuhan NKRI,โ tulis KNPI Kalsel dalam poster pernyataan sikap yang diunggah di Instagram. Sikap ini langsung memancing perhatian publik. Sebagian pihak mendukung langkah KNPI karena menilai karya yang menyentuh isu sensitif harus mempertimbangkan dampak sosial dan potensi konflik di masyarakat. Namun di sisi lain, muncul kritik yang mempertanyakan batas antara menjaga stabilitas publik dan kebebasan berekspresi dalam karya seni maupun dokumenter. Perdebatan pun melebar ke isu yang lebih luas, yakni soal batas kebebasan artistik di ruang publik. Tidak sedikit netizen yang menilai penolakan terhadap sebuah film sebelum masyarakat melihat keseluruhan isi dokumenter bisa memicu stigma baru terhadap kebebasan berkarya. Sementara itu, hingga kini diskusi mengenai film tersebut terus berkembang di media sosial. Publik terbelah antara kelompok yang menilai karya dokumenter harus bebas menyuarakan realita sosial, dan kelompok yang menilai narasi tertentu dapat menjadi pemantik konflik bila tidak disampaikan secara bijak. Kontroversi ini menunjukkan bagaimana karya visual kini bukan hanya dipandang sebagai produk seni, tetapi juga memiliki dampak sosial dan politik yang besar di tengah masyarakat digital yang semakin sensitif terhadap isu identitas, budaya, dan persatuan nasional. ๐@dpdknpikalsel Urbanjar.id
Rencana ambisius pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan kembali mencuat. Pemerintah tengah mematangkan konsep jaringan rel sepanjang 2.772 kilometer yang dirancang untuk menghubungkan lima provinsi di pulau tersebut. Proyek ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih tinggi, terutama untuk distribusi komoditas dari Kalimantan ke berbagai daerah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, , menyampaikan bahwa proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap perencanaan mendalam. Pemerintah masih mengkaji berbagai aspek, termasuk kondisi geografis Kalimantan yang dikenal kompleks, mulai dari hutan lebat hingga kontur tanah yang menantang. Ke depan, pemerintah berencana membentuk komite lintas sektor guna menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional. Tujuannya agar proyek ini lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan serta memiliki perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Meski hingga kini Kalimantan belum memiliki jalur kereta api umum, potensi pengembangan transportasi berbasis rel dinilai sangat besar. Kehadiran kereta api diyakini dapat mempercepat distribusi hasil tambang, perkebunan, dan komoditas lainnya, sekaligus mendukung program hilirisasi nasional. Namun demikian, pemerintah belum menetapkan jadwal pasti pelaksanaan maupun rute prioritas. Saat ini, fokus utama masih pada sinkronisasi kebijakan dan perencanaan agar proyek jangka panjang ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. ๐ธ @folkkalteng ๐ pontianakpost Urbanjar.id
H. Abdul Gani Kamar dan Rumah Banjar Bangun Gudang 1925 Rumah Banjar berdiri megah, yakni kepunyaan H. Abdul Gani Kamar, pedagang besar era Hindia Belanda di Kampung Sungai Jingah (kampung para saudagar kaya Banjarmasin). Haji Abdul Gani Kamar merupakan pedagang antar pulau. Dari wilayah Banjarmasin ia membawa tikar purun dan kue kering (wadai karing) untuk dijual di Surabaya (Pulau Jawa). Sepulangnya dari Pulau Jawa, ia membawa banyak komoditas yakni tembakau, bawang dan bahan pokok lainnya. Barang ini sangat dibutuhkan di Gemeente (Kota) Banjarmasin. Rumah ini bertipe "bangun gudang", yang berarti dahulunya pemilik ialah seorang pedagang. Rumah ini bergaya semi modern, perpaduan antara rumah tradisional Banjar dengan arsitektur kolonial. Tulisan angka 1925 menunjukan tahun didirikannya rumah ini. Kini rumah tersebut sudah menjadi cagar budaya tingkat provinsi, dan dikelola oleh ahli waris (Rasyid dan Nafisah selaku generasi ketiga dari Haji Abdul Gani Kamar), pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. ๐Kampung Sungai Jingah, Banjarmasin Referensi: Rochgiyanti., dkk. (2022). Buku Panduan Situs Bersejarah di Kota Banjarmasin. Banjarbaru: CV Banyubening Cipta Sejahtera. ๐@netherlandsindies Urbanjar.id
๐ซ ๐ซ ๐ซ ๐ซ ๐ซ ๐ซ ๐ซก . ๐ : OfficialiNews
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Banjarbaru. Hasil sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menempatkan Banjarbaru sebagai daerah dengan rata-rata nilai tertinggi di Kalimantan Selatan untuk jenjang SD dan SMP. Tak hanya unggul di tingkat provinsi, capaian tersebut juga berhasil melampaui rata-rata nasional. (ANTARA News Kalimantan Selatanโ ) Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa SD mencapai 70,25 dan Matematika 47,65. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata nilai Bahasa Indonesia berada di angka 70,83 dan Matematika 43,44. Seluruh capaian tersebut berada di atas rata-rata Kalimantan Selatan maupun nasional. (ANTARA News Kalimantan Selatanโ ) Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyebut hasil tersebut menjadi bukti bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan berjalan pada jalur yang tepat. Meski demikian, Pemko Banjarbaru menilai peningkatan kemampuan numerasi atau Matematika masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki. (ANTARA News Kalimantan Selatan) Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan. (ANTARA News Kalimantan Selatanโ ) Menurut pian, apa yang membuat kualitas pendidikan di Banjarbaru bisa unggul dibanding daerah lain di Kalsel?
Inggih bah, eh coach ๐ฉ . ๐ @ajboxing_75
Curiga ulun jangan-jangan itu Nitro ๐ญ . ๐ Insider
Penolakan terhadap film dokumenter โPesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kitaโ memicu perdebatan publik usai KNPI Kalimantan Selatan menyatakan sikap tegas menolak narasi yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Melalui unggahan resmi di media sosial, KNPI Kalsel menyebut film tersebut berpotensi menimbulkan prasangka dan memperkeruh suasana di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Dalam pernyataannya, KNPI mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Banua, agar tetap berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dianggap menyesatkan. โPemuda Banua bersatu, tolak provokasi, jaga keutuhan NKRI,โ tulis KNPI Kalsel dalam poster pernyataan sikap yang diunggah di Instagram. Sikap ini langsung memancing perhatian publik. Sebagian pihak mendukung langkah KNPI karena menilai karya yang menyentuh isu sensitif harus mempertimbangkan dampak sosial dan potensi konflik di masyarakat. Namun di sisi lain, muncul kritik yang mempertanyakan batas antara menjaga stabilitas publik dan kebebasan berekspresi dalam karya seni maupun dokumenter. Perdebatan pun melebar ke isu yang lebih luas, yakni soal batas kebebasan artistik di ruang publik. Tidak sedikit netizen yang menilai penolakan terhadap sebuah film sebelum masyarakat melihat keseluruhan isi dokumenter bisa memicu stigma baru terhadap kebebasan berkarya. Sementara itu, hingga kini diskusi mengenai film tersebut terus berkembang di media sosial. Publik terbelah antara kelompok yang menilai karya dokumenter harus bebas menyuarakan realita sosial, dan kelompok yang menilai narasi tertentu dapat menjadi pemantik konflik bila tidak disampaikan secara bijak. Kontroversi ini menunjukkan bagaimana karya visual kini bukan hanya dipandang sebagai produk seni, tetapi juga memiliki dampak sosial dan politik yang besar di tengah masyarakat digital yang semakin sensitif terhadap isu identitas, budaya, dan persatuan nasional. ๐@dpdknpikalsel Urbanjar.id
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 5.312% | 2.61% | 2.47% | 2.53% | 2.60% |
| Above average | 4.91% | 1.86% | 1.74% | 1.53% | 1.94% |
| Average | 2.42% | 0.98% | 0.88% | 1.01% | 1.15% |
| Below average | 1.58% | 0.62% | 0.54% | 0.66% | 0.80% |
| Low | 1.06% | 0.39% | 0.32% | 0.44% | 0.57% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any TikTok account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.