wartacik
Ungkap Skandal Rp 3,9 Triliun, Rp 1,4 Triliun Berhasil Dikembalikan ke Kas Negara - BENGKULU โ Kejaksaan Tinggi Bengkulu merilis capaian kinerja pemberantasan korupsi dalam momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025. Dalam laporan resmi yang dibacakan di hadapan publik, Kejati Bengkulu menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025, total nilai kerugian negara dari perkara tindak pidana korupsi yang berhasil diungkap mencapai sekitar Rp 3,9 triliun. Tidak hanya mengungkap perkara, Kejati Bengkulu juga memastikan negara mendapat pemulihan hak secara konkret. Data resmi menyebutkan bahwa aset negara yang berhasil diamankan dan dipulihkan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun, baik berupa uang tunai, aset bergerak, tidak bergerak, maupun barang bukti yang telah disita dalam proses penyidikan hingga penuntutan. Rangkaian capaian tersebut disampaikan bersamaan dengan kegiatan memperingati HAKORDIA di halaman Kejati Bengkulu, Selasa (9/12/2025). Dalam kegiatan itu, Kejati juga menampilkan sebagian bukti fisik berupa uang tunai, sebesar Rp 44,09 miliar, sebagai sampel pemulihan kerugian negara yang berhasil diamankan sepanjang tahun ini. Kepala Kejati Bengkulu menegaskan bahwa apa yang dicapai sepanjang 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran kejaksaan, dan menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar penindakan, tetapi juga upaya mengembalikan hak-hak negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Kejati Bengkulu juga menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi saat ini memasuki fase yang semakin kompleks, dengan modus yang makin beragam. Karena itu, sinergi masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga lembaga penegak hukum lainnya menjadi fondasi penting agar pencegahan dan penindakan korupsi benar-benar berdampak pada kehidupan publik. Pada momentum HAKORDIA ini, Kejati Bengkulu mengajak seluruh pihak untuk melihat pemberantasan korupsi sebagai bagian dari gerakan kolektif menjaga masa depan Bengkulu, bahwa setiap rupiah yang kembali ke kas negara adalah bentuk keberpihakan pada pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, dan masa depan generasi muda. (Cik) #kejatiprovinsibengkulu #kejaksaantinggi #bengkulu #uangbanyak
Ketika Darah Menggantikan Kata โ Tak ada satu pun jiwa yang siap menyaksikan darah menggenang diantara dinding rumahnya sendiri. Tak ada hati yang mampu menanggung beban ketika tangan yang seharusnya melindungi justru menjadi alat mencabut nyawa. Namun, begitulah tragedi yang mengoyak tenang pagi di Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah โ sebuah kisah getir yang menelanjangi sisi paling gelap dari amarah manusia. Rabu pagi (5/11/2025), di rumah sederhana seorang petani bernama Sa (52), kehidupan berubah menjadi duka abadi. Pertengkaran sepele โ hanya tentang ponsel, teguran, dan rasa kesal โ menjelma menjadi tragedi berdarah antara ayah tiri dan anak sambungnya sendiri. Sebilah parang yang mestinya untuk bekerja di ladang, kini menjadi saksi bisu betapa mudahnya batas antara kasih dan benci runtuh dalam sekejap. Korban, yang masih muda dan keras kepala, sempat menyerang terlebih dahulu. Namun, dalam amarah yang membutakan, Sa membalas dengan satu tebasan yang mengakhiri hidup anak sambung yang seharusnya ia rawat dan bimbing. Leher yang terluka, tubuh yang tersungkur, dan isak seorang ibu yang memecah sunyiโsemuanya menjadi puing-puing penyesalan yang tak bisa ditarik kembali. Kini, rumah itu tak lagi sama. Dindingnya menyimpan gema pertengkaran terakhir yang tak akan pernah usai. Polisi telah datang, barang bukti telah diamankan, dan hukum mulai bekerja dalam jalannya yang pasti: pasal demi pasal, berkas demi berkas, menuju meja pengadilan. Pelaku kini menjadi tersangka, dan proses hukum harus ditegakkan. Karena di hadapan hukum, darah tetaplah darah โ entah mengalir dari musuh, anak, atau saudara sendiri. Namun dibalik pasal-pasal dingin itu, tersisa pertanyaan yang tak mudah dijawab: Keadilan seperti apakah yang akan menebus luka ini? Apakah keadilan cukup dengan hukuman, ketika penyesalan telah membunuh lebih dalam dari vonis itu sendiri? Tragedi Talang Empat bukan sekadar perkara pidana. Ia adalah cermin tentang rapuhnya kendali manusia terhadap amarah, tentang keluarga yang gagal berdialog, dan tentang kasih sayang yang berubah menjadi bencana. Kini, para wakil Tuhan di ruang sidang kelak akan dihadapkan pada dilema yang sunyi: menegakkan hukum, atau menimbang rasa. Sebab di balik semua itu, ada jiwa yang kehilangan arah, ada seorang ibu yang kehilangan dua orang yang ia cintai sekaligusโanak di liang, suami di penjara. Dan kita, sebagai manusia, hanya bisa menunduk, menyadari bahwa kadang tragedi tak lahir dari kebencian, tapi dari cinta yang gagal menemukan cara untuk tenang. (Cik) #tragediayahtiri #tragediayahsambung #bengkulutengah #subandi #polresbengkulutengah
Ditemukan Fakta Baru, Parang yang Selalu Menyala Didalam Sunyi โ BENGKULU TENGAH (15/11/2025) - Dibalik tragedi pembunuhan anak tiri yang mengguncang Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah, muncul fakta baru yang memperlihatkan betapa rapuhnya hubungan keluarga yang selama ini tampak biasa-biasa saja. Kasatreskrim Polres Bengkulu Tengah, AKP Junairi, mengungkapkan bahwa Sa (52), sang pelaku, hidup dalam suasana was-was dan ketakutan beberapa hari sebelum insiden berdarah itu terjadi. Ketakutan yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun, tetapi terasa nyata dari satu tindakan sederhana: ia selalu membawa parang ke mana pun ia pergi, bahkan ketika tidur di rumahnya sendiri. Menurut hasil pemeriksaan polisi, ketegangan antara pelaku dan korban memang telah lama membayangi rumah itu. Keributan kecil, kesalahpahaman yang tak terselesaikan, hingga rasa saling tidak percaya membuat suasana rumah berjalan seperti bara yang pelan-pelan membakar dari dalam. โPelaku mengaku selalu membawa parang karena merasa harus berjaga-jaga,โ jelas AKP Junairi. Parang itulah yang pada akhirnya berubah menjadi alat yang mengakhiri nyawa anak yang selama ini berada di bawah atap yang sama dengannya, sebuah ironi pahit tentang bagaimana ketakutan bisa menjelma menjadi kekerasan. Insiden itu terjadi pada Rabu pagi, 5 November 2025. Parang yang selama ini dianggap sebagai pelindung digunakan saat emosi memuncak. Tindakan impulsif itu bukan hanya merenggut satu nyawa, tetapi juga memecah keutuhan keluarga dan menorehkan luka panjang yang tak dapat dipulihkan begitu saja. Hingga kini penyidik Polres Bengkulu Tengah masih mendalami motif dan dinamika hubungan keduanya. Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri kembali jejak ketegangan rumah tangga yang mungkin tidak pernah benar-benar tersampaikan, serta memastikan apakah ada faktor lain yang memperburuk hubungan ayah tiri dan anak tiri ini. โKita masih melakukan pendalaman lanjutan, baik dari saksi maupun hasil olah TKP,โ tutup AKP Junairi. Tragedi ini menunjukkan satu kenyataan pahit: bahwa kekerasan dalam keluarga sering kali berawal dari percikan kecil, mispersepsi, rasa takut, atau jarak emosional yang tak pernah diatasi. Di ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru tumbuh kegelisahan yang mematangkan malapetaka. Dan ketika rasa aman tak lagi ditemukan di dalam rumah, semua yang terjadi setelahnya hanya meninggalkan penyesalan yang sulit dijangkau kata-kata. (Cik) #tragediayahtiri #tragediayahsambung #polresbengkulutengah #bengkulu #trageditalangempat
Kadang Tragedi tak lahir dari Kebencian, Tapi dari Cinta yang Gagal menemukan cara untuk Tenang. โ Tak ada satu pun jiwa yang siap menyaksikan darah menggenang diantara dinding rumahnya sendiri. Tak ada hati yang mampu menanggung beban ketika tangan yang seharusnya melindungi justru menjadi alat mencabut nyawa. Namun, begitulah tragedi yang mengoyak tenang pagi di Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah โ sebuah kisah getir yang menelanjangi sisi paling gelap dari amarah manusia. Rabu pagi (5/11/2025), di rumah sederhana seorang petani bernama Sa (52), kehidupan berubah menjadi duka abadi. Pertengkaran sepele โ hanya tentang ponsel, teguran, dan rasa kesal โ menjelma menjadi tragedi berdarah antara ayah tiri dan anak sambungnya sendiri. Sebilah parang yang mestinya untuk bekerja di ladang, kini menjadi saksi bisu betapa mudahnya batas antara kasih dan benci runtuh dalam sekejap. Korban, yang masih muda dan keras kepala, sempat menyerang terlebih dahulu. Namun, dalam amarah yang membutakan, Sa membalas dengan satu tebasan yang mengakhiri hidup anak sambung yang seharusnya ia rawat dan bimbing. Leher yang terluka, tubuh yang tersungkur, dan isak seorang ibu yang memecah sunyiโsemuanya menjadi puing-puing penyesalan yang tak bisa ditarik kembali. Kini, rumah itu tak lagi sama. Dindingnya menyimpan gema pertengkaran terakhir yang tak akan pernah usai. Polisi telah datang, barang bukti telah diamankan, dan hukum mulai bekerja dalam jalannya yang pasti: pasal demi pasal, berkas demi berkas, menuju meja pengadilan. Pelaku kini menjadi tersangka, dan proses hukum harus ditegakkan. Karena di hadapan hukum, darah tetaplah darah โ entah mengalir dari musuh, anak, atau saudara sendiri. Namun dibalik pasal-pasal dingin itu, tersisa pertanyaan yang tak mudah dijawab: Keadilan seperti apakah yang akan menebus luka ini? Apakah keadilan cukup dengan hukuman, ketika penyesalan telah membunuh lebih dalam dari vonis itu sendiri? Tragedi Talang Empat bukan sekadar perkara pidana. Ia adalah cermin tentang rapuhnya kendali manusia terhadap amarah, tentang keluarga yang gagal berdialog, dan tentang kasih sayang yang berubah menjadi bencana. Kini, para wakil Tuhan di ruang sidang kelak akan dihadapkan pada dilema yang sunyi: menegakkan hukum, atau menimbang rasa. Sebab di balik semua itu, ada jiwa yang kehilangan arah, ada seorang ibu yang kehilangan dua orang yang ia cintai sekaligusโanak di liang, suami di penjara. Dan kita, sebagai manusia, hanya bisa menunduk, menyadari bahwa kadang tragedi tak lahir dari kebencian, tapi dari cinta yang gagal menemukan cara untuk tenang. (Cik) #tragediayahtiri #tragediayahsambung #bengkulutengah #subandi #polresbengkulutengah
โBeliau ini Gak Ada Musuh, Gak Pernah Terdengar Ada Ribut Keluarga, Kerjanya Serabutan, Manen Sawit, upahan dan lainnyaโ (Kesaksian Ferry Aprianto, Camat / Pemilik Kebun dan Rumah tempat Sabandi dan keluarga menumpang tinggal sejak 10 tahun terakhir) ๐ข๐ข๐ข๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ #tragediayahtiri #tragediayahsambung #bengkulutengah #sabandi #subandi
Siap Kirim Cik! - Pertama Kali di Indonesia, Kejati Bengkulu Sukses Pulihkan Kerugian Negara Utuh hingga Rp 159 Miliar Upaya pemulihan kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi tambang PT Ratu Samban Mining (RSM) di Bengkulu memasuki babak penting. Untuk pertama kalinya dalam penanganan perkara sejenis, aparat penegak hukum berhasil memulihkan nilai kerugian negara secara utuh hingga mencapai Rp 159,8 miliar, yang dititipkan para terdakwa melalui mekanisme resmi kejaksaan. Uang pengganti sebesar Rp 159.813.000.000 tersebut disetorkan ke Rekening Penitipan Lainnya (RPL) Kejaksaan Negeri Bengkulu pada Rabu, 11 Maret 2026. Penitipan dilakukan oleh para terdakwa yang tengah menjalani proses persidangan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait aktivitas pertambangan batu bara oleh PT RSM. Langkah ini dipandang sebagai perkembangan penting dalam proses penanganan perkara, karena jumlah uang yang dititipkan mencerminkan nilai kerugian negara yang sebelumnya disebut dalam perkara tersebut. Dengan penitipan tersebut, proses pemulihan keuangan negara kini telah mencapai angka yang disebut secara penuh dalam dakwaan perkara. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu David Palapa Duarsa, didampingi Asisten Pidana Khusus Hendra Syarbaini serta Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yeni Puspita, menjelaskan bahwa penitipan uang pengganti tersebut merupakan bagian dari mekanisme hukum untuk mengembalikan kerugian negara yang timbul dari perkara yang sedang ditangani. โPenitipan uang pengganti tersebut merupakan bagian dari upaya pengembalian kerugian keuangan negara yang timbul dalam perkara dimaksud,โ ujar David Palapa Duarsa dalam konferensi pers di Kantor Kejati Bengkulu. David menjelaskan bahwa uang tersebut disetorkan melalui Rekening Penitipan Lainnya milik Kejaksaan Negeri Bengkulu karena kewenangan penuntutan perkara berada pada Kejari Bengkulu. Sementara itu, proses penanganan perkara dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu melalui bidang tindak pidana khusus. Menurutnya, mekanisme penitipan melalui rekening resmi kejaksaan merupakan prosedur yang digunakan dalam pengelolaan barang bukti maupun pemulihan kerugian negara dalam perkara korupsi. Melalui mekanisme tersebut, dana yang dititipkan tetap berada dalam pengawasan negara hingga proses hukum berkekuatan hukum tetap. Meski nilai kerugian negara telah dititipkan secara penuh, pihak kejaksaan menegaskan bahwa langkah tersebut tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan. Persidangan perkara dugaan korupsi tambang PT RSM tetap berlanjut sesuai dengan tahapan hukum yang berlaku. โPenegakan hukum dalam perkara ini tetap dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan prinsip kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,โ tegas David. Kejaksaan juga menyatakan akan terus mengawal penanganan perkara tindak pidana korupsi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Penitipan uang pengganti tersebut disebut menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya memulihkan kerugian negara sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum yang sedang berlangsung. (Cik) #sidangtambang #bengkulu #kejatibengkulu
Ungkap Skandal Rp 3,9 Triliun, Rp 1,4 Triliun Berhasil Dikembalikan ke Kas Negara - BENGKULU โ Kejaksaan Tinggi Bengkulu merilis capaian kinerja pemberantasan korupsi dalam momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025. Dalam laporan resmi yang dibacakan di hadapan publik, Kejati Bengkulu menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025, total nilai kerugian negara dari perkara tindak pidana korupsi yang berhasil diungkap mencapai sekitar Rp 3,9 triliun. Tidak hanya mengungkap perkara, Kejati Bengkulu juga memastikan negara mendapat pemulihan hak secara konkret. Data resmi menyebutkan bahwa aset negara yang berhasil diamankan dan dipulihkan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun, baik berupa uang tunai, aset bergerak, tidak bergerak, maupun barang bukti yang telah disita dalam proses penyidikan hingga penuntutan. Rangkaian capaian tersebut disampaikan bersamaan dengan kegiatan memperingati HAKORDIA di halaman Kejati Bengkulu, Selasa (9/12/2025). Dalam kegiatan itu, Kejati juga menampilkan sebagian bukti fisik berupa uang tunai, sebesar Rp 44,09 miliar, sebagai sampel pemulihan kerugian negara yang berhasil diamankan sepanjang tahun ini. Kepala Kejati Bengkulu menegaskan bahwa apa yang dicapai sepanjang 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran kejaksaan, dan menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar penindakan, tetapi juga upaya mengembalikan hak-hak negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Kejati Bengkulu juga menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi saat ini memasuki fase yang semakin kompleks, dengan modus yang makin beragam. Karena itu, sinergi masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga lembaga penegak hukum lainnya menjadi fondasi penting agar pencegahan dan penindakan korupsi benar-benar berdampak pada kehidupan publik. Pada momentum HAKORDIA ini, Kejati Bengkulu mengajak seluruh pihak untuk melihat pemberantasan korupsi sebagai bagian dari gerakan kolektif menjaga masa depan Bengkulu, bahwa setiap rupiah yang kembali ke kas negara adalah bentuk keberpihakan pada pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, dan masa depan generasi muda. (Cik) #kejatiprovinsibengkulu #kejaksaantinggi #bengkulu #uangbanyak
Drama Penangkapan Bandit Curanmor: Beceng Rakitan Bantut, Tiga Timah Panas, dan Karung berisi 4 Kilogram Pucuk Ubi Kering - Seorang pria muda berinisial DY terpaksa dilarikan ke IGD RS Bhayangkara, Jumat (5/12/2025) sore. Tiga butir timah panas bersarang di kaki kirinya setelah ia diduga melakukan perlawanan dengan beceng rakitan saat tim gabungan Resmob Macan Gading, Polsek jajaran, dan Satnarkoba Polresta Bengkulu melakukan upaya paksa penangkapan. Senjata rakitan yang ia acungkan disebutkan โbantutโ ketika dipicu, membuat situasi berubah cepat dari tegang menjadi tindakan tegas terukur. Drama itu bukan awal dari segalanya. Beberapa jam sebelumnya, tim gabungan sudah bergerak sejak informasi mengenai dua buronan lama, termasuk seorang terduga curanmor yang telah cukup lama masuk daftar pencarian, kembali muncul diradar penyidik. Kejaran Pertama: Mobil Polisi Ringsek di Kawasan Kompi - Pukul 13.07 WIB, laporan lanjutan mengarahkan tim ke kawasan Jalan Mahakam, Kelurahan Lingkar Barat. Terduga FM, yang selama ini disebut sering berpindah lokasi, teridentifikasi berada di titik tersebut. Begitu petugas mendekat, FM langsung tancap gas. Kejar-kejaran terjadi hingga ke Jalan Padang Nangka. Salah satu mobil polisi, unit Macan Opsnal, mengalami ringsek setelah memaksa menghentikan kendaraan FM yang berusaha kabur di kawasan Kompi. Benturan keras itu menjadi momen krusial yang menandai berakhirnya pelarian FM. Ia diringkus tanpa perlawanan berarti dan langsung diinterogasi singkat di lokasi. Dari keterangan awal FM, nama lain kembali muncul: DY, pria yang diduga masih menyimpan senjata rakitan dan diyakini berkaitan dengan rangkaian kasus yang sedang ditangani. Konfrontasi di Pagar Dewa: Informasi itu membawa tim gabungan ke Jalan Asyura I, Kelurahan Pagar Dewa. DY terlihat di sekitar permukiman padat ketika petugas tiba. Berbeda dengan FM yang memilih kabur dengan kendaraan, DY justru mengangkat beceng rakitan ketika mengetahui keberadaan polisi. Situasi berlangsung cepat. Petugas memberi peringatan. DY tetap mengacungkan senjata rakitan itu. Ketika upaya persuasif tidak berhasil, aparat melakukan tindakan tegas terukur. Tiga tembakan diarahkan ke kedua kakinya, membuat DY roboh setelah sempat menarik pelatuk becengnya yang untungnya bantut. Penggeledahan dan Temuan Karung โPucuk Ubi Keringโ - Setelah DY dilumpuhkan, penggeledahan dilakukan di rumah yang ia tempati. Dari ruang belakang, petugas menemukan satu karung putih yang berisi material kering menyerupai daun, yang kemudian diidentifikasi sebagai pucuk ubi kering dengan berat total sekitar 4 kilogram. Barang lain yang diamankan meliputi satu pucuk beceng rakitan dan tiga butir amunisi tajam. DY kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan. Sementara FM dan seluruh barang bukti dibawa ke Mapolresta Bengkulu. Penyidik Satreskrim dan Satnarkoba Polresta Bengkulu kini mendalami dugaan keterkaitan kedua pelaku, alur persebaran pucuk ubi kering yang ditemukan, serta asal-usul beceng rakitan yang digunakan dalam perlawanan. Kedua pria tersebut, FM dan DY, sama-sama tercatat berasal dari Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Proses penyidikan masih berlangsung. Aparat menegaskan bahwa seluruh langkah penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur, termasuk tindakan tegas terukur yang diambil di lapangan ketika situasi dinilai membahayakan. (Cik) #macangading #polrestabengkulu #bengkulu #polri #resmob
Ditemukan Fakta Baru, Parang yang Selalu Menyala Didalam Sunyi โ BENGKULU TENGAH (15/11/2025) - Dibalik tragedi pembunuhan anak tiri yang mengguncang Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah, muncul fakta baru yang memperlihatkan betapa rapuhnya hubungan keluarga yang selama ini tampak biasa-biasa saja. Kasatreskrim Polres Bengkulu Tengah, AKP Junairi, mengungkapkan bahwa Sa (52), sang pelaku, hidup dalam suasana was-was dan ketakutan beberapa hari sebelum insiden berdarah itu terjadi. Ketakutan yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun, tetapi terasa nyata dari satu tindakan sederhana: ia selalu membawa parang ke mana pun ia pergi, bahkan ketika tidur di rumahnya sendiri. Menurut hasil pemeriksaan polisi, ketegangan antara pelaku dan korban memang telah lama membayangi rumah itu. Keributan kecil, kesalahpahaman yang tak terselesaikan, hingga rasa saling tidak percaya membuat suasana rumah berjalan seperti bara yang pelan-pelan membakar dari dalam. โPelaku mengaku selalu membawa parang karena merasa harus berjaga-jaga,โ jelas AKP Junairi. Parang itulah yang pada akhirnya berubah menjadi alat yang mengakhiri nyawa anak yang selama ini berada di bawah atap yang sama dengannya, sebuah ironi pahit tentang bagaimana ketakutan bisa menjelma menjadi kekerasan. Insiden itu terjadi pada Rabu pagi, 5 November 2025. Parang yang selama ini dianggap sebagai pelindung digunakan saat emosi memuncak. Tindakan impulsif itu bukan hanya merenggut satu nyawa, tetapi juga memecah keutuhan keluarga dan menorehkan luka panjang yang tak dapat dipulihkan begitu saja. Hingga kini penyidik Polres Bengkulu Tengah masih mendalami motif dan dinamika hubungan keduanya. Polisi tengah mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri kembali jejak ketegangan rumah tangga yang mungkin tidak pernah benar-benar tersampaikan, serta memastikan apakah ada faktor lain yang memperburuk hubungan ayah tiri dan anak tiri ini. โKita masih melakukan pendalaman lanjutan, baik dari saksi maupun hasil olah TKP,โ tutup AKP Junairi. Tragedi ini menunjukkan satu kenyataan pahit: bahwa kekerasan dalam keluarga sering kali berawal dari percikan kecil, mispersepsi, rasa takut, atau jarak emosional yang tak pernah diatasi. Di ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru tumbuh kegelisahan yang mematangkan malapetaka. Dan ketika rasa aman tak lagi ditemukan di dalam rumah, semua yang terjadi setelahnya hanya meninggalkan penyesalan yang sulit dijangkau kata-kata. (Cik) #tragediayahtiri #tragediayahsambung #polresbengkulutengah #bengkulu #trageditalangempat
Sudah 19 Tahun Pernikahan #tragediayahtiri #tragediayahkandung #istrissabandi #bengkulu #kesaksianistri
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 3.75% | 3.44% | 3.3% | 3.19% | 2.78% |
| Above average | 2.71% | 2.24% | 2.09% | 2.19% | 2.06% |
| Average | 1.52% | 0.9% | 0.74% | 1.03% | 1.2% |
| Below average | 0.97% | 0.5% | 0.37% | 0.54% | 0.71% |
| Low | 0.58% | 0.24% | 0.14% | 0.21% | 0.35% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any Instagram account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.