wiwik_diedrichs
Awalnya cuma dikasih satu obat. Metformin. Katanya ini paling aman buat nurunin gula darah. Tapi lama-lama perut mulas, mual, badan lemes, dan kram. Dokter kasih tambahan: Omeprazole buat lambung, vitamin B12 buat cegah kekurangan. Tapi gula masih tinggiโฆ Lalu datanglah obat kedua: Glibenclamide. Obat untuk paksa pankreas kerja keras produksi insulin. Hasilnya? Gula turun, iya. Tapi muncul efek baru: hipoglikemia. Gemetar, lapar terus, berat badan naik. Kata dokter, ayo atur diet. Tapi metabolisme udah makin rusak. Berat badan naik โ tekanan darah ikut naik, kolesterol melonjak. Masuklah tiga obat baru: Amlodipine untuk turunkan tekanan darah, Simvastatin untuk kolesterol, dan Ezetimibe, biar kolesterol dari makanan nggak diserap terlalu banyak. Tapi statin bikin nyeri otot, dan lambat laun merusak liver. Amlodipine bikin kaki bengkak. Solusi dokter? Tambah obat lagi: Furosemide, diuretik buat buang cairan. Tapi furosemide bawa efek samping baru: kalium keluar terlalu banyak. Pasien mulai alami gangguan irama jantung. Solusinya? Tambah lagi: Kalium klorida buat ganti elektrolit, dan Bisoprolol buat bantu stabilkan jantung. Sementara itu ginjal mulai kasih sinyal protes. Dokter tambah lagi: Losartanโpelindung ginjal. Dan untuk cegah komplikasi ginjal lebih parah, ditambahkan Calcium Acetate. Tapi gula darah masih tidak stabil. Pankreas sudah kelelahan. Akhirnya, dokter angkat tangan dan bilang: โSekarang waktunya mulai insulin.โ Insulin Glargine, tiap hari disuntik. Efeknya? Gula darah lebih stabilโฆ tapi berat badan melonjak tajam. Dokter kasih lagi: Orlistat, obat penurun berat badan. Efek samping Orlistat? Diare hebat. Solusinya? Tambah Loperamide, obat antidiare. Dan ketika ginjal benar-benar menyerah, Dialisis pun dimulai. Tubuh makin lemah. Darah makin kental. Epoetin Alfa diberikan buat atasi anemia. Ditambah Clopidogrel, obat pengencer darah buat cegah stroke. Sampai akhirnyaโฆ pasien mulai depresi. Terlalu banyak komplikasi. Terlalu lelah dengan obat yang makin banyak, tapi badan makin rusak. Dokter pun kasih: Sertraline, antidepresan. โธป Total: 19 obat. Setiap hari. Metformin. Glibenclamide. Sitagliptin. Insulin Glargine. Simvastatin. Ezetimibe. Amlodipine. Losartan. Bisoprolol. Furosemide. Kalium klorida. Omeprazole. Paracetamol. Orlistat. Loperamide. Epoetin Alfa. Calcium Acetate. Sertraline. Clopidogrel. Dan tetapโฆ Diabetesnya tidak sembuh. Gula darah masih naik turun. Ginjal rusak. Liver bengkak. Jantung lemah. Otak bingung. Imun turun. Kualitas hidup nol. Satu obat menyelamatkan satu organ, tapi merusak organ lainnya. Yang satu nurunin kolesterol, tapi rusak liver. Yang satu bantu jantung, tapi bikin gagal ginjal. Yang satu nurunin gula, tapi bikin obesitas. Yang satu buat pencernaan, tapi ganggu penyerapan nutrisi. Sampai tubuh nggak tahu lagi harus menyembuhkan yang mana. Dan akhirnya dokter bilang: โObatnya sudah maksimal, sekarang kita cuma bisa jaga kualitas hidupnya. Jadi pertanyaannya sekarang: Kamu mau berhenti di tahap mana? Sebelum terlambat, sadarilah: Obat itu kontrol, bukan pemulihan. Kalau hanya bergantung pada obat tanpa ubah gaya hidup, Kamu sedang berjalan pelan-pelan menuju rusaknya tubuhmu sendiri. Masih ada waktu. Masih bisa dibalik. Kalau kamu siap ubah pola makan, atur metabolisme, dan bantu tubuhmu pulih dari dalamโฆ Kamu nggak harus ikut antre di ruang dialisis.#diabetest#diabetestipo2t#diabetestype2h#guladarahtinggih#guladaraha#kencingmanisb#diabetesbasahk#diabeteskeringc#diabeteschecks#diabetessugark#metabolikcsyndrom
Hi aku ginjal , aku sedang terluka, kelelahan , dan tidak baik baik saja . #ginjal #gagalginjal #cucidarah #ginjalsehat #wanita #sehat
Jangan percaya dokter. Jangan percaya dunia farmasi. Obat itu cuma bikin ketergantungan Pernah denger kalimat kayak gitu? Aku sering. Bahkan terlalu sering. Dan sedihnyaโฆ itu sering dituduhkan ke aku.โ Katanya aku ngajarin orang untuk berhenti minum obat,anti obat . Dibilang sesat. Menyesatkan. Anti dokter. Anti farmasi. Anti sains. Padahal yang mereka lihatโฆ cuma potongan kecil dari perjuanganku. Mereka nggak tahuโฆ Aku anak dari seorang ibu yang meninggal karena komplikasi diabetes. Aku adik dari kakak yang hampir buta karena gula darah tinggi. Aku keponakan dari tante dan om yang bertahun-tahun hidup dengan ketergantungan obat diabetes. Dan mereka juga nggak tahuโฆ Waktu ibu aku infeksi parah dan harus amputasi, aku bawa beliau ke rumah sakit. Bukan ke tukang pijat. Beliau perlu insulin Waktu jantungnya tersumbat, dokterlah yang menyelamatkan hidupnya. Beliau juga perlu metformin dan insulin . Waktu kakakku kesakitan karena pen di kakinya, dia ke rumah sakit untuk dioperasi. Bukan minum herbal. Bukan dipijat urat. Waktu aku melakukan bayi tabung , aku ke dokter Dan aku bersyukurโฆ karena tanpa antibiotik, tanpa painkiller, tanpa bius, nggak kebayang betapa menyakitkannya semua proses itu. Bayangkan amputasi tanpa biusโฆTanpa insulin . Dada dibelah tanpa painkillerโฆ Tanpa dunia farmasi, mungkin kita nggak bertahan. Jadi sekali lagi: aku bukan anti dokter. Bukan anti farmasi. Bukan anti obat. Aku sangat menghargai mereka. Karena tanpa mereka, keluargaku nggak akan bisa bertahan sejauh ini. Tapi aku juga percaya satu hal pentingโ dan ini terutama buat kamu, penyintas diabetes tipe 2: Tubuhmu bisa pulih. Bukan karena menolak obat, tapi karena kamu paham akar masalahnya. Aku tahu itu, karenaโฆ setiap hari aku terima puluhan curhatan dari penyintas diabetes yang lelah bergantung pada obat, yang mau belajar, yang mau bangkit. Dan aku dampingi mereka satu per satuโbukan untuk berhenti obat secara tiba-tiba, tapi untuk pelan-pelan meraih remisi dengan cara yang bertanggung jawab. Aku sendiri bukan penyintas, tapi aku punya risiko besar. Makanya aku mulai perjuangkan sesuatu yang namanya HOMA-IR. Apa itu HOMA-IR? Itu angka yang menunjukkan seberapa sensitif tubuh kita terhadap insulin. Kalau HOMA-IR tinggi, artinya tubuh sudah mulai resisten terhadap insulinโ dan itu akar dari diabetes tipe 2. Makanya aku mulai dari situ. Aku ubah pola hidup. Aku ubah cara makan, cara tidur, kelola stres, gerak tubuh. Dan hasilnya: dari HOMA-IR 1.45 ke 0.9. Kenapa aku perjuangkan ini? Karena kalau hanya turunkan gula darah tanpa perbaiki resistensi insulin, kita akan terus minum obat seumur hidup. Itulah yang aku bagikanโbukan karena aku lebih hebat, tapi karena aku tahu masih banyak penyintas di luar sana yang belum dikasih harapan. Yang aku perjuangkan cuma satu: Kesadaran. Agar suatu hari nanti, kamu datang ke dokter bukan untuk nambah dosis, tapi untuk bilang, โDok, saya sudah jauh lebih sehat. Sudah nggak tergantung lagi.โ Dan kalau perjuangan kecil ini bisa bantu satu orang lepas dari ketergantungan, bukan karena benci obat, tapi karena tubuhnya benar-benar mulai pulih, buat akuโฆ itu udah sangat berarti. โธป ENDING CTA (untuk penyintas diabetes): Kalau kamu pernah salah paham soal aku, terima kasih sudah nonton sampai habis. Sekarang kamu tahu: aku bukan anti dokter. Aku justru di pihak penyembuhan yang utuhโdan aku ingin kamu juga punya harapan yang sama. Karena kamu berhak hidup sehat, bukan cuma bertahan hidup. Share vt ini jika kamu Setuju Dengan aku #diabetestipo2 #di#diabetestipo2u#diabetestype2##guladarahtinggin#guladaraha#kencingmanisi#diabetesbasahd#diabeteskeringi#diabeteschecke#diabetessugarolicsyndrom
Jangan jangan kamu lagi kembangkan diabetes tipe 2 tanpa kamu sadari #diabetestipo2 #diabetestype2 #guladarahtinggi #guladarah #kencingmanis #diabetesbasah #diabeteskering #diabetescheck #diabetessugar #metabolik #metabolicsyndrom
Aku pankreas , sedang terluka ,tolong aku #diabetestipo2 #diabetestype2 #guladarahtinggi #guladarah #kencingmanis #diabetesbasah #diabeteskering #diabetescheck #diabetessugar #metabolik #metabolicsyndrom
Aku pankreas , sedang terluka ,tolong aku #diabetestipo2 #diabetestype2 #guladarahtinggi #guladarah #kencingmanis #diabetesbasah #diabeteskering #diabetescheck #diabetessugar #metabolik #metabolicsyndrom
Jangan percaya dokter. Jangan percaya dunia farmasi. Obat itu cuma bikin ketergantungan Pernah denger kalimat kayak gitu? Aku sering. Bahkan terlalu sering. Dan sedihnyaโฆ itu sering dituduhkan ke aku.โ Katanya aku ngajarin orang untuk berhenti minum obat,anti obat . Dibilang sesat. Menyesatkan. Anti dokter. Anti farmasi. Anti sains. Padahal yang mereka lihatโฆ cuma potongan kecil dari perjuanganku. Mereka nggak tahuโฆ Aku anak dari seorang ibu yang meninggal karena komplikasi diabetes. Aku adik dari kakak yang hampir buta karena gula darah tinggi. Aku keponakan dari tante dan om yang bertahun-tahun hidup dengan ketergantungan obat diabetes. Dan mereka juga nggak tahuโฆ Waktu ibu aku infeksi parah dan harus amputasi, aku bawa beliau ke rumah sakit. Bukan ke tukang pijat. Beliau perlu insulin Waktu jantungnya tersumbat, dokterlah yang menyelamatkan hidupnya. Beliau juga perlu metformin dan insulin . Waktu kakakku kesakitan karena pen di kakinya, dia ke rumah sakit untuk dioperasi. Bukan minum herbal. Bukan dipijat urat. Waktu aku melakukan bayi tabung , aku ke dokter Dan aku bersyukurโฆ karena tanpa antibiotik, tanpa painkiller, tanpa bius, nggak kebayang betapa menyakitkannya semua proses itu. Bayangkan amputasi tanpa biusโฆTanpa insulin . Dada dibelah tanpa painkillerโฆ Tanpa dunia farmasi, mungkin kita nggak bertahan. Jadi sekali lagi: aku bukan anti dokter. Bukan anti farmasi. Bukan anti obat. Aku sangat menghargai mereka. Karena tanpa mereka, keluargaku nggak akan bisa bertahan sejauh ini. Tapi aku juga percaya satu hal pentingโ dan ini terutama buat kamu, penyintas diabetes tipe 2: Tubuhmu bisa pulih. Bukan karena menolak obat, tapi karena kamu paham akar masalahnya. Aku tahu itu, karenaโฆ setiap hari aku terima puluhan curhatan dari penyintas diabetes yang lelah bergantung pada obat, yang mau belajar, yang mau bangkit. Dan aku dampingi mereka satu per satuโbukan untuk berhenti obat secara tiba-tiba, tapi untuk pelan-pelan meraih remisi dengan cara yang bertanggung jawab. Aku sendiri bukan penyintas, tapi aku punya risiko besar. Makanya aku mulai perjuangkan sesuatu yang namanya HOMA-IR. Apa itu HOMA-IR? Itu angka yang menunjukkan seberapa sensitif tubuh kita terhadap insulin. Kalau HOMA-IR tinggi, artinya tubuh sudah mulai resisten terhadap insulinโ dan itu akar dari diabetes tipe 2. Makanya aku mulai dari situ. Aku ubah pola hidup. Aku ubah cara makan, cara tidur, kelola stres, gerak tubuh. Dan hasilnya: dari HOMA-IR 1.45 ke 0.9. Kenapa aku perjuangkan ini? Karena kalau hanya turunkan gula darah tanpa perbaiki resistensi insulin, kita akan terus minum obat seumur hidup. Itulah yang aku bagikanโbukan karena aku lebih hebat, tapi karena aku tahu masih banyak penyintas di luar sana yang belum dikasih harapan. Yang aku perjuangkan cuma satu: Kesadaran. Agar suatu hari nanti, kamu datang ke dokter bukan untuk nambah dosis, tapi untuk bilang, โDok, saya sudah jauh lebih sehat. Sudah nggak tergantung lagi.โ Dan kalau perjuangan kecil ini bisa bantu satu orang lepas dari ketergantungan, bukan karena benci obat, tapi karena tubuhnya benar-benar mulai pulih, buat akuโฆ itu udah sangat berarti. โธป ENDING CTA (untuk penyintas diabetes): Kalau kamu pernah salah paham soal aku, terima kasih sudah nonton sampai habis. Sekarang kamu tahu: aku bukan anti dokter. Aku justru di pihak penyembuhan yang utuhโdan aku ingin kamu juga punya harapan yang sama. Karena kamu berhak hidup sehat, bukan cuma bertahan hidup. Share vt ini jika kamu Setuju Dengan aku #diabetestipo2 #di#diabetestipo2u#diabetestype2##guladarahtinggin#guladaraha#kencingmanisi#diabetesbasahd#diabeteskeringi#diabeteschecke#diabetessugarolicsyndrom
Awalnya cuma dikasih satu obat. Metformin. Katanya ini paling aman buat nurunin gula darah. Tapi lama-lama perut mulas, mual, badan lemes, dan kram. Dokter kasih tambahan: Omeprazole buat lambung, vitamin B12 buat cegah kekurangan. Tapi gula masih tinggiโฆ Lalu datanglah obat kedua: Glibenclamide. Obat untuk paksa pankreas kerja keras produksi insulin. Hasilnya? Gula turun, iya. Tapi muncul efek baru: hipoglikemia. Gemetar, lapar terus, berat badan naik. Kata dokter, ayo atur diet. Tapi metabolisme udah makin rusak. Berat badan naik โ tekanan darah ikut naik, kolesterol melonjak. Masuklah tiga obat baru: Amlodipine untuk turunkan tekanan darah, Simvastatin untuk kolesterol, dan Ezetimibe, biar kolesterol dari makanan nggak diserap terlalu banyak. Tapi statin bikin nyeri otot, dan lambat laun merusak liver. Amlodipine bikin kaki bengkak. Solusi dokter? Tambah obat lagi: Furosemide, diuretik buat buang cairan. Tapi furosemide bawa efek samping baru: kalium keluar terlalu banyak. Pasien mulai alami gangguan irama jantung. Solusinya? Tambah lagi: Kalium klorida buat ganti elektrolit, dan Bisoprolol buat bantu stabilkan jantung. Sementara itu ginjal mulai kasih sinyal protes. Dokter tambah lagi: Losartanโpelindung ginjal. Dan untuk cegah komplikasi ginjal lebih parah, ditambahkan Calcium Acetate. Tapi gula darah masih tidak stabil. Pankreas sudah kelelahan. Akhirnya, dokter angkat tangan dan bilang: โSekarang waktunya mulai insulin.โ Insulin Glargine, tiap hari disuntik. Efeknya? Gula darah lebih stabilโฆ tapi berat badan melonjak tajam. Dokter kasih lagi: Orlistat, obat penurun berat badan. Efek samping Orlistat? Diare hebat. Solusinya? Tambah Loperamide, obat antidiare. Dan ketika ginjal benar-benar menyerah, Dialisis pun dimulai. Tubuh makin lemah. Darah makin kental. Epoetin Alfa diberikan buat atasi anemia. Ditambah Clopidogrel, obat pengencer darah buat cegah stroke. Sampai akhirnyaโฆ pasien mulai depresi. Terlalu banyak komplikasi. Terlalu lelah dengan obat yang makin banyak, tapi badan makin rusak. Dokter pun kasih: Sertraline, antidepresan. โธป Total: 19 obat. Setiap hari. Metformin. Glibenclamide. Sitagliptin. Insulin Glargine. Simvastatin. Ezetimibe. Amlodipine. Losartan. Bisoprolol. Furosemide. Kalium klorida. Omeprazole. Paracetamol. Orlistat. Loperamide. Epoetin Alfa. Calcium Acetate. Sertraline. Clopidogrel. Dan tetapโฆ Diabetesnya tidak sembuh. Gula darah masih naik turun. Ginjal rusak. Liver bengkak. Jantung lemah. Otak bingung. Imun turun. Kualitas hidup nol. Satu obat menyelamatkan satu organ, tapi merusak organ lainnya. Yang satu nurunin kolesterol, tapi rusak liver. Yang satu bantu jantung, tapi bikin gagal ginjal. Yang satu nurunin gula, tapi bikin obesitas. Yang satu buat pencernaan, tapi ganggu penyerapan nutrisi. Sampai tubuh nggak tahu lagi harus menyembuhkan yang mana. Dan akhirnya dokter bilang: โObatnya sudah maksimal, sekarang kita cuma bisa jaga kualitas hidupnya. Jadi pertanyaannya sekarang: Kamu mau berhenti di tahap mana? Sebelum terlambat, sadarilah: Obat itu kontrol, bukan pemulihan. Kalau hanya bergantung pada obat tanpa ubah gaya hidup, Kamu sedang berjalan pelan-pelan menuju rusaknya tubuhmu sendiri. Masih ada waktu. Masih bisa dibalik. Kalau kamu siap ubah pola makan, atur metabolisme, dan bantu tubuhmu pulih dari dalamโฆ Kamu nggak harus ikut antre di ruang dialisis.#diabetest#diabetestipo2t#diabetestype2h#guladarahtinggih#guladaraha#kencingmanisb#diabetesbasahk#diabeteskeringc#diabeteschecks#diabetessugark#metabolikcsyndrom
Kamu ada masalah kesehatan? pilih ke dokter mana ? dokter medis atau dr. holistik ? #diabetestipo2 #diabetestype2 #guladarahtinggi #guladarah #kencingmanis #diabetesbasah #diabeteskering #diabetescheck #diabetessugar #metabolik #metabolicsyndrom
Diabetes adalah Vonis Seumur hidup . Hukuman mati! Percaya ? #networkmarketing #multilevelmarketing #bisnisjaringan #socialmediafornetworkmarketing #bisnis #bisnismodalkecil #bisniswoman #bisnisbarengwiwik #wanitabisnis #konsepbisnis #leadership #cuanlewatmedsos #networkmarketing #multilevelmarketing #bisnisjaringan #socialmediafornetworkmarketing #bisnis #bisnismodalkecil #bisniswoman #bisnisbarengwiwik #wanitabisnis #konsepbisnis #leadership #kepemimpinan
Monthly trend of total Followers
Monthly trend of average likes per post
Hashtags frequently used by the KOL in their content
Accounts frequently mentioned by the KOL in their content
Kenali tipe KOL dari Nano hingga Mega dan manfaatkan data engagement rate kami untuk memilih influencer yang tepat.
| Nano 1K-10K |
Micro 10K-50K |
Mid-tier 50K-100K |
Macro 100K-1M |
Mega 1M+ |
|
|---|---|---|---|---|---|
| High | 3.75% | 3.44% | 3.3% | 3.19% | 2.78% |
| Above average | 2.71% | 2.24% | 2.09% | 2.19% | 2.06% |
| Average | 1.52% | 0.9% | 0.74% | 1.03% | 1.2% |
| Below average | 0.97% | 0.5% | 0.37% | 0.54% | 0.71% |
| Low | 0.58% | 0.24% | 0.14% | 0.21% | 0.35% |
Engagement rate didapatkan dari perhitungan rata-rata Likes, Comments, Share dibagi dengan jumlah followers kemudian dikali 100. Semakin tinggi engagement rate yang Anda miliki semakin baik nilai Anda.
Sudah tahu tentang KOL atau influencer level mulai dari Nano, Micro, Mid-Tier, Macro dan Mega ? Gunakan benchmark akurat kami untuk mengenal lebih jauh bagaimana benefit mengetahui engagement rate bisa membantu kita memilih KOL apa yang akan kita pakai.
Check engagement rate for any Youtube channel and get detailed analytics report
Check engagement rate for any Instagram account and get detailed analytics report
KOL.ID adalah platform teknologi pemasaran pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan
buatan (AI) untuk mendukung kolaborasi antara Key Opinion Leaders (KOL) dan bisnis.
Platform ini menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan pemasaran di Instagram, TikTok, dan
YouTube, semuanya terintegrasi dalam satu tempat.
Salah satu fitur utama KOL.ID adalah pembuatan dan pengecekan rate card otomatis bagi para KOL.
Dengan menggunakan data real-time dari berbagai platform media sosial, KOL.ID membantu KOL
menentukan harga layanan mereka secara akurat dan adil,
sehingga mereka dapat fokus pada kreativitas dan peningkatan engagement rate.
Selain itu, KOL.ID menawarkan berbagai alat analisis, seperti kalkulator engagement rate untuk
TikTok, Instagram, dan YouTube,
yang membantu KOL dan bisnis memahami performa akun media sosial dan membuat keputusan yang
lebih baik dalam kampanye pemasaran.
Dengan berbagai fitur dan layanan yang ditawarkan, KOL.ID menjadi platform yang andal bagi KOL
dan bisnis dalam menjalankan kampanye pemasaran yang efektif dan efisien.
FOR BRAND (Untuk Agency/Brand/Bisnis):
KOL Ranking: Fitur pencarian KOL yang sesuai dengan kebutuhan brand atau bisnis.
Cek Rate Card KOL: Tools untuk bisnis mengevaluasi rate card KOL berdasarkan data dari TikTok, Instagram & YouTube.
Campaign Report: Laporan terperinci untuk mendapatkan data performa (Like, Comment, Share, Views & Save) terkait performa kampanye pemasaran bersama KOL hanya menggunakan Link Posting.
FOR KOL (Untuk Key Opinion Leader):
Buat Rate Card: Alat untuk membantu KOL membuat rate card berdasarkan performa mereka di TikTok, Instagram & YouTube.
FREE TOOLS (Alat Gratis):
Buat MoU KOL: Membuat memorandum of understanding (MoU) antara KOL dan bisnis secara otomatis.
Cek ER KOL TikTok: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di TikTok.
Cek ER KOL Instagram: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di Instagram.
Cek ER KOL YouTube: Alat untuk menghitung engagement rate KOL di YouTube.
Download Video TikTok: Fitur untuk mengunduh video dari TikTok.
Download Video Instagram: Fitur untuk mengunduh video dari Instagram.
Download Video YouTube: Fitur untuk mengunduh video dari YouTube.
Kamus KOL: Panduan istilah-istilah penting terkait dunia KOL.
Extension Chrome: Extension yang memungkinkan untuk melihat analisa KOL dengan mudah hanya dengan membuka profil Instagram & TikTok.
Semua fitur ini menunjukkan bahwa KOL.ID adalah platform yang lengkap untuk mendukung kebutuhan KOL dan merek/bisnis dalam membangun strategi pemasaran digital.