Discovery Campaign Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
Blog › Affiliate Marketing › 10 Mouse Terbaik untuk Editor

10 Mouse Terbaik untuk Editor

Hero image of a city skyline at night

Trend konten short-form video di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts turut membuka peluang baru bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia editing. Salah satunya melalui pekerjaan sebagai clipper. Pekerjaan ini bisa dibilang memiliki barrier to entry yang relatif rendah karena dapat dimulai dengan skill editing dasar dan laptop atau komputer yang memadai.

Namun, untuk meningkatkan skill dan menghasilkan editing yang lebih rapi, seorang editor tetap membutuhkan equipment yang mendukung workflow-nya. Salah satunya adalah mouse. 

Memilih mouse yang tepat dapat membantu editor mengontrol kursor dengan lebih presisi, melakukan scroll timeline dengan lebih nyaman, hingga mengakses berbagai shortcut tanpa harus selalu dengan keyboard.

Karena itu, memilih mouse yang sesuai dengan kebutuhan editing menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan, terutama bagi Anda yang menghabiskan banyak waktu untuk mengedit video maupun foto.

Rekomendasi Mouse Terbaik untuk Editor 

Berikut sepuluh rekomendasi mouse yang bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan editing.

1. Logitech MX Master

Logitech MX Master merupakan salah satu seri mouse produktivitas andalan Logitech yang banyak diminati pekerja kreatif. Generasi terbarunya, MX Master 4, membawa sejumlah fitur menarik, seperti panel Haptic Sense untuk memberikan feedback berupa getaran, Actions Ring untuk mengakses tools dan shortcut di sekitar kursor, serta roda scroll elektromagnetik MagSpeed.

Sensor 8.000 DPI-nya dapat bekerja di berbagai permukaan, termasuk kaca dengan ketebalan minimal 4 mm. Sementara itu, pada generasi sebelumnya, MX Master 3S, roda scroll di bagian samping atau thumb wheel sering dimanfaatkan untuk mengatur ukuran brush di Photoshop hingga menggeser timeline secara horizontal di Premiere Pro. Fitur ini membuat seri MX Master cukup menarik bagi editor yang membutuhkan kontrol lebih fleksibel saat bekerja.

2. ASUS ProArt Mouse MD301

ASUS ProArt Mouse MD301 merupakan mouse dari lini ProArt yang dirancang untuk mendukung kebutuhan desainer, fotografer, dan video editor. Salah satu keunggulannya terletak pada dua roda scroll, yaitu roda vertikal untuk navigasi atas-bawah dan roda samping untuk navigasi horizontal. Terdapat pula SmartShift Wheel yang dapat beralih antara mode scroll presisi dan scroll cepat.

Mouse ini dilengkapi enam tombol yang dapat diprogram sesuai kebutuhan, sensor hingga 8.000 DPI, serta tiga pilihan konektivitas, yaitu USB, Bluetooth, dan RF 2,4 GHz. Koneksinya juga mendukung penggunaan hingga lima perangkat. Menariknya, tombol kiri dan kanan dapat diganti menggunakan micro switch atau optical switch, sehingga karakter klik bisa disesuaikan dengan preferensi pengguna.

3. Logitech MX Anywhere

Logitech MX Anywhere, khususnya MX Anywhere 3S, merupakan versi compact dari seri MX yang cocok bagi editor dengan mobilitas tinggi. Meski ukurannya lebih kecil, mouse ini tetap dilengkapi enam tombol yang dapat dikustomisasi untuk menjalankan berbagai shortcut aplikasi.

Ukurannya yang ringkas membuat mouse ini praktis dibawa bersama laptop saat bekerja di kafe, lokasi shooting, atau meeting dengan klien. Namun, bentuknya yang relatif kecil mungkin kurang nyaman bagi pengguna dengan tangan besar, terutama jika digunakan untuk sesi editing yang panjang.

Baca juga: 10 Rekomendasi Mouse Terbaik yang Paling Banyak Dipakai

4. Apple Magic Mouse

Apple Magic Mouse menggunakan permukaan Multi-Touch yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai gestur, seperti berpindah antar-page web dan scroll dokumen. Versi terbarunya juga sudah menggunakan port USB-C, mendukung koneksi Bluetooth, dan memiliki baterai rechargeable yang dapat bertahan sekitar satu bulan atau lebih dalam sekali pengisian.

Bagi editor yang menggunakan Mac, proses pairing otomatis dan dukungan gestur yang terintegrasi dengan macOS membuat workflow terasa lebih praktis. Namun, desainnya yang tipis dan minim tombol fisik mungkin kurang cocok bagi editor yang membutuhkan banyak shortcut untuk mempercepat proses editing.

5. Logitech MX Ergo S

Logitech MX Ergo S merupakan mouse dengan teknologi trackball yang memungkinkan pengguna menggerakkan kursor menggunakan bola di bagian samping yang dikontrol oleh ibu jari. Dengan mekanisme ini, pengguna tidak perlu menggerakkan seluruh mouse di atas meja untuk memindahkan kursor.

Fitur tersebut dapat membantu editor mengontrol kursor saat memilih detail kecil pada foto atau melakukan seleksi klip di timeline. Sudut kemiringannya juga dapat disesuaikan, sementara delapan tombol yang tersedia bisa dikustomisasi untuk berbagai shortcut. Meski begitu, penggunaan trackball membutuhkan masa adaptasi, terutama bagi editor yang sebelumnya terbiasa menggunakan mouse konvensional.

6. Logitech Lift

Logitech Lift merupakan mouse vertikal dari lini Ergo yang memiliki desain menyerupai posisi berjabat tangan. Bentuk ini membuat posisi tangan dan lengan bawah terasa lebih natural dibandingkan ketika menggunakan mouse dengan desain datar. Selain itu, keenam tombolnya dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna.

Mouse ini juga mendukung koneksi hingga tiga perangkat sekaligus. Fitur tersebut cukup praktis bagi editor yang menggunakan laptop dan desktop secara bergantian. Namun, ukurannya lebih ditujukan bagi pengguna dengan tangan kecil hingga sedang, sehingga sebaiknya dicoba terlebih dahulu untuk memastikan kenyamanannya.

7. Anker Wireless Vertical Ergonomic Mouse

Anker Wireless Vertical Ergonomic Mouse bisa menjadi pilihan bagi editor yang ingin mencoba mouse vertikal tanpa harus mengeluarkan budget terlalu besar. Desain genggamannya menyerupai posisi berjabat tangan dan dilengkapi tombol forward serta backward untuk mempermudah navigasi halaman atau file.

Dibandingkan mouse produktivitas premium, jumlah tombol yang tersedia memang lebih terbatas. Karena itu, mouse ini lebih cocok untuk kebutuhan editing foto sederhana, seleksi file, dan pekerjaan yang tidak terlalu bergantung pada banyak shortcut. Harganya yang relatif terjangkau juga bisa menjadi pertimbangan bagi tim kreatif yang membutuhkan beberapa unit mouse sekaligus.

8. Razer Basilisk

Razer Basilisk merupakan seri mouse gaming yang menarik untuk kebutuhan editing karena memiliki hingga 11 tombol yang dapat diprogram. Tombol tambahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai alternatif shortcut keyboard untuk menjalankan berbagai fungsi editing.

Melalui aplikasi Razer Synapse, pengguna dapat mengatur tombol untuk menjalankan perintah seperti cut, delete, dan undo. Dengan begitu, editor bisa mengakses fungsi yang sering digunakan tanpa harus terus-menerus berpindah tangan dari mouse ke keyboard. Namun, desainnya yang ditujukan untuk gaming membuat bentuk mouse ini cenderung besar, sehingga sebaiknya dicoba terlebih dahulu untuk memastikan kenyamanannya.

9. HP 930 Creator Wireless Mouse

HP 930 Creator Wireless Mouse dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan kreator dengan tujuh tombol yang dapat diprogram melalui HP Accessory Center. Mouse ini juga memiliki roda scroll yang mendukung navigasi horizontal serta pengaturan DPI mulai dari 800 hingga 3.000.

Untuk konektivitas, HP 930 Creator Wireless Mouse mendukung Bluetooth 5.0 dan dongle. Pengguna juga dapat berpindah hingga tiga perangkat sekaligus serta memindahkan file antara Windows dan macOS. Namun, produk ini sudah diperkenalkan sejak 2021, sehingga Anda perlu mengecek ketersediaan stoknya terlebih dahulu sebelum membeli.

10. Logitech G502 X

Logitech G502 X Lightspeed merupakan mouse gaming wireless yang juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan editing. Mouse ini menggunakan switch hibrida optik-mekanis LIGHTFORCE, sensor HERO 25K, dan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 140 jam.

Salah satu keunggulannya adalah banyaknya tombol tambahan di bagian samping yang dapat dikustomisasi untuk menjalankan shortcut editing. Roda scroll-nya juga mendukung mode putaran bebas sehingga pengguna bisa melakukan scroll dengan cepat ketika menavigasi timeline yang panjang.

Kategori mouse dan produk elektronik lainnya juga cukup potensial untuk dipromosikan melalui affiliate marketing. Melalui channel ini, brand dapat menjangkau audiens lewat konten review, perbandingan produk, hingga rekomendasi penggunaan. Format konten seperti ini dapat membantu audiens memahami keunggulan produk sekaligus mendorong mereka untuk melakukan pembelian.

Apalagi, ketika berbicara soal mouse, banyak orang cenderung menjadi “kaum mendang-mending”. Sebelum membeli, mereka biasanya membandingkan harga, spesifikasi, fitur, hingga keunggulan beberapa produk untuk memastikan pilihan yang paling worth it. Perilaku ini membuat konten affiliate yang membahas perbandingan mouse menjadi relevan karena audiens bisa mendapatkan gambaran produk sekaligus mempertimbangkan pilihan sebelum checkout.

Meskipun bukan konten affiliator, tapi ini adalah salah satu contoh konten yang disukai oleh audiens yang sedang mencari produk dan bisa dijadikan contoh.

Siapkan Campaign Bersama KOL yang Tepat di KOL.ID!

Kebiasaan audiens membandingkan harga, spesifikasi, dan fitur sebelum membeli membuat konten review maupun perbandingan produk punya peluang besar untuk mendorong conversion. Karena itu, bekerja sama dengan KOL dan affiliate creator yang memiliki audiens relevan bisa menjadi salah satu strategi untuk mempromosikan produk mouse dan equipment editing lainnya.

Namun, sebelum menjalankan campaign, pastikan Anda sudah membandingkan performa dan rate card setiap kreator agar pilihan lebih sesuai dengan kebutuhan brand.

Melalui fitur cek rate card di KOL.ID, Anda bisa melihat rate card kreator berdasarkan data real-time. Anda juga dapat menemukan dan membandingkan kreator melalui ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube.

Mulai cek rate card sekarang dan temukan KOL maupun affiliate creator yang tepat untuk membantu campaign brand Anda melalui KOL.ID!

Jadikan kami sumber pilihanmu di Google

Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.

Tambahkan KOL.ID sebagai sumber pilihan di Google