Discovery Campaign Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
Blog › Affiliate Marketing › Pinterest dan Instagram Sudah Bisa Shopee Affiliate, Begini Cara Meningkatkan Penjualan

Pinterest dan Instagram Sudah Bisa Shopee Affiliate, Begini Cara Meningkatkan Penjualan

Hero image of a city skyline at night

Program Shopee Affiliate kini memungkinkan brand menjangkau calon customer melalui lebih banyak platform. Kehadiran Pinterest dan Instagram membuka peluang bagi brand untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus mendorong penjualan melalui content creator.

Namun, kehadiran di lebih banyak platform tidak otomatis meningkatkan penjualan. Brand perlu menentukan affiliator yang sesuai, menyiapkan produk dan penawaran yang menarik, serta memastikan konten yang dibuat mampu mendorong audiens untuk melakukan pembelian.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan brand untuk memaksimalkan Shopee Affiliate di Pinterest dan Instagram.

1. Pilih Affiliator yang Sesuai dengan Target Konsumen

Pemilihan affiliator menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan program affiliate. Brand sebaiknya tidak hanya melihat jumlah followers, tetapi juga memastikan affiliator memiliki audiens yang sesuai dengan target konsumen. 

Namun, sebelum memilih affiliator, pastikan content creator yang dipertimbangkan memenuhi persyaratan program Shopee Affiliate. Setelah itu, brand dapat menilai beberapa aspek berikut.

Untuk Pinterest, calon affiliator perlu berusia minimal 18 tahun serta mematuhi kebijakan komunitas dan standar keamanan Pinterest. Untuk affiliator di Instagram, pemilik akun perlu berusia minimal 18 tahun, menggunakan akun Mode Profesional atau akun publik dengan minimal 1.000 followers, mematuhi standar kelayakan monetisasi dan kebijakan monetisasi dari Instagram, serta tidak memiliki pelanggaran integritas akun.

Setelah persyaratan terpenuhi, pilih affiliator dengan niche yang sesuai dengan kategori produk. Selain itu, brand juga perlu mempertimbangkan engagement dan respons audiens untuk melihat potensi jangkauan sekaligus keterlibatan calon konsumen.

Brand juga perlu mengevaluasi riwayat konten dan promosi affiliator, termasuk gaya komunikasi, respons audiens, serta produk yang pernah dipromosikan. Hal ini membantu memastikan tipe konten affiliator cocok dengan karakter produk.

2. Buat Konten Affiliate yang Relevan dengan Kebutuhan Audiens

Setelah memilih affiliator, langkah berikutnya adalah memastikan konten yang dibuat tidak sekadar menampilkan produk dan tautan pembelian.

Konten perlu memberikan alasan yang jelas mengapa produk relevan bagi audiens. Brand dapat mengarahkan affiliator untuk membuat konten berupa review, tutorial, perbandingan, pengalaman penggunaan, atau penjelasan mengenai manfaat produk.

3. Manfaatkan Karakter Pinterest untuk Meningkatkan Penjualan

Pinterest memiliki karakter visual yang kuat sehingga brand perlu mempertimbangkan kualitas tampilan konten ketika menjalankan Shopee Affiliate di platform ini.

Pilih affiliator yang mampu membuat pin dengan visual menarik sekaligus memberikan informasi produk secara jelas. Konten yang informatif dapat membantu audiens memahami produk sebelum mengakses halaman produk.

Brand juga dapat memilih produk yang memang relevan dengan kebiasaan pengguna Pinterest dalam mencari inspirasi, seperti dekorasi rumah, fashion, kecantikan, hingga kebutuhan lifestyle.

4. Maksimalkan Instagram untuk Mendorong Pembelian

Instagram memiliki format konten yang lebih beragam, seperti feed dan Reels. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi brand untuk menyesuaikan bentuk promosi dengan karakter produk dan audiens.

Brand dapat mengarahkan affiliator untuk menggunakan format konten yang paling sesuai. Produk yang membutuhkan demonstrasi dapat ditampilkan melalui Reels, sedangkan produk yang membutuhkan penjelasan lebih detail dapat dikemas melalui konten feed.

Pemilihan format yang tepat dapat membuat informasi produk lebih mudah diterima sekaligus meningkatkan peluang audiens untuk melanjutkan ke tahap pembelian.

5. Tawarkan Produk dan Promo yang Menarik

Konten yang bagus belum tentu menghasilkan penjualan jika produk atau penawarannya kurang kompetitif.

Brand dapat memprioritaskan produk yang memiliki keunggulan jelas, harga kompetitif, atau promo yang relevan dengan kebutuhan calon customer. Voucher dan periode diskon juga dapat menjadi daya tarik tambahan apabila tersedia dalam campaign.

Dengan demikian, affiliator tidak hanya memiliki materi untuk dipromosikan, tetapi juga alasan yang lebih kuat untuk mengarahkan audiens menuju halaman produk.

6. Berikan Brief yang Jelas kepada Affiliator

Brief membantu affiliator memahami tujuan campaign dan informasi yang perlu disampaikan dalam konten.

Brand dapat mencantumkan manfaat utama produk, target audiens, pesan campaign, keunggulan produk, serta ketentuan promosi. Namun, berikan ruang bagi affiliator untuk menentukan cara penyampaian yang sesuai dengan karakter audiensnya.

Cara ini dapat membuat konten tetap sesuai dengan kebutuhan brand tapi terasa natural karena tetap menggunakan gaya komunikasi yang sudah menjadi ciri khas affiliator.

7. Pantau Performa untuk Mengetahui Strategi yang Efektif

Meningkatkan penjualan melalui affiliate membutuhkan evaluasi secara berkala. Brand perlu melihat data dari campaign untuk mengetahui affiliator dan jenis konten yang memberikan kontribusi paling baik.

Beberapa metrik yang dapat diperhatikan meliputi reach, engagement, click rate, hingga conversion rate. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan strategi berikutnya. 

8. Bangun Kerja Sama Jangka Panjang dengan Affiliator Berkinerja Baik

Jika affiliator secara konsisten menghasilkan performa positif, brand dapat mempertimbangkan kerja sama yang lebih berkelanjutan. Kerja sama jangka panjang memungkinkan affiliator memahami produk dan target audiens dengan lebih baik. Di sisi lain, brand juga dapat membangun pola komunikasi yang lebih konsisten dan mengembangkan strategi konten berdasarkan hasil campaign sebelumnya.

Cek Rate Card Affiliator di KOL.ID!

Brand dapat membandingkan rate card serta melihat performa content creator berdasarkan platform yang digunakan. Di KOL.ID, brand dapat mengecek rate card dan melihat ranking KOL di Instagram, TikTok, dan YouTube untuk membantu menemukan content creator yang sesuai dengan kebutuhan campaign. Sebelum mulai campaign, yuk, cek rate card-nya di KOL.ID!