Belakangan ini, TikTok dan Instagram Reels ramai dengan video Dance Brazil. Gerakannya relatif sederhana, tetapi mudah dikenali dan menarik untuk ditiru. Salah satu hal yang membuat trend ini semakin populer adalah penggunaan musik dengan sentuhan Brazilian funk. Bahkan, banyak kreator mengedit ulang lagu populer dari berbagai genre agar memiliki beat yang cocok dengan gaya tarian tersebut.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana musik dan koreografi dapat mendorong sebuah format konten menyebar dengan cepat. Kreator tidak harus memiliki kemampuan menari profesional untuk ikut berpartisipasi. Cukup mengikuti gerakan yang sedang ramai atau membuat variasi sendiri, sebuah video bisa menjadi bagian dari trend yang sama.
Lalu, sebenarnya apa itu dance content? Bagaimana kreator dan brand bisa memanfaatkan format ini untuk meningkatkan jangkauan serta interaksi di social media? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Dance Content?
Dance content adalah konten video yang menjadikan gerakan tari sebagai elemen utama, mulai dari koreografi penuh, tiruan gerakan yang sedang trend, sampai gestur sederhana yang diulang bersama sebuah lagu. Di TikTok dan Instagram Reels, format ini biasanya menggunakan sound tertentu sehingga satu gerakan dapat ditiru dan dikembangkan oleh banyak akun dalam waktu singkat.
Salah satu contohnya adalah Dance Brazil atau Passinho do Jamal. Tarian ini dikenal dengan gerakan langkah kaki ke kanan dan kiri, disertai gerakan pinggul serta tangan secara bergantian. Meski gerakannya sederhana, kombinasi koreografi dan musik yang tepat membuatnya mudah dikenali. Popularitasnya semakin meluas setelah banyak kreator memadukannya dengan lagu dari berbagai genre, termasuk lagu populer yang diedit menggunakan gaya Brazilian funk.
Agar efektif, dance content perlu memiliki gerakan yang mudah diikuti, momen menarik sejak beberapa detik pertama, dan musik yang sesuai dengan karakter video. Format ini juga punya potensi menjangkau audiens lebih luas karena penonton dapat ikut membuat versi mereka sendiri.
Pola tersebut sejalan dengan laporan Spent Time KOL.ID pada September 2026 yang menyebutkan konten hiburan, humor ringan, dan konten viral yang mengikuti trend menjadi jenis konten paling diminati di TikTok, dengan rata-rata waktu akses 1 jam 53 menit per hari.
Format Dance Content yang Sering Dipakai
Dalam praktiknya, dance content hadir dalam beberapa format. Kreator dapat memilihnya sesuai kemampuan dan karakter akun, sedangkan brand bisa menyesuaikan format dengan pesan campaign yang ingin disampaikan.
1. Trend Dance dan Challenge
Format ini mengajak kreator mengikuti gerakan yang sedang ramai dengan menggunakan sound atau koreografi yang sama. Biasanya, gerakan dibuat sederhana agar mudah di-recreate oleh kreator lain.
Format tersebut juga sering dikembangkan menjadi TikTok challenge. Kreator maupun audiens dapat membuat versi masing-masing, kemudian menyebarkannya menggunakan hashtag atau audio yang sama. Semakin mudah gerakannya diikuti, semakin besar peluang format tersebut mendapatkan partisipasi dari banyak akun.
2. Koreografi Original dan Dance Cover
Berbeda dari format yang mengikuti trend, koreografi original menampilkan gerakan yang dibuat sendiri oleh kreator. Sementara itu, dance cover biasanya mengadaptasi koreografi dari lagu atau penampilan tertentu.
Kedua format ini dapat menjadi portofolio bagi kreator yang memiliki kemampuan menari. Konsistensi dalam membuat konten juga membantu membangun identitas akun dan membuka peluang kerja sama dengan musisi maupun brand.
3. Dance yang Disisipkan Message Produk atau Brand
Dalam format ini, produk menjadi bagian dari koreografi atau alur video. Misalnya, kreator menggunakan produk sebagai properti, memperlihatkannya pada bagian tertentu dari tarian, atau memasukkan pesan brand melalui lirik dan gerakan.
Pendekatan ini membuat promosi terasa lebih dekat dengan hiburan yang biasa dikonsumsi audiens. Namun, integrasi produk tetap harus relevan dengan konsep video dan karakter kreator. Jika terlalu dipaksakan, penonton dapat dengan mudah menyadari bahwa tarian tersebut hanya digunakan sebagai media promosi.
Bagaimana Kreator dan Brand Memanfaatkannya?
Peluang dance content tidak hanya terbatas pada kreator yang memiliki kemampuan menari. Brand juga dapat memanfaatkan format ini untuk membangun awareness, mendorong interaksi, dan memperluas jangkauan campaign.
1. Untuk Kreator
Jika Anda seorang kreator, pilih gerakan yang sesuai dengan kemampuan dan karakter akun. Tidak semua trend harus diikuti. Pertimbangkan apakah musik, koreografi, dan gaya video tersebut cocok dengan audiens yang selama ini berinteraksi dengan konten Anda.
Buat video dengan hook yang menarik sejak awal. Misalnya, tampilkan gerakan paling khas pada beberapa detik pertama agar penonton langsung mengenali trend yang sedang diikuti. Penggunaan hook content yang tepat dapat membantu mempertahankan perhatian audiens.
Kreator juga dapat berkolaborasi dengan musisi untuk membuat lagu atau audio dance sendiri. Cara ini memberikan ruang untuk menciptakan koreografi yang lebih khas sekaligus membuka peluang agar audio tersebut digunakan oleh kreator lain. Jika menerima kerja sama berbayar, pastikan hak penggunaan lagu dan konten sudah dibicarakan sejak awal. Aktifkan juga pengaturan pengungkapan konten komersial TikTok agar disclosures tetap jelas bagi audiens.
2. Untuk Brand
Jika Anda mewakili brand, dance content dapat digunakan untuk memperkenalkan produk melalui format yang lebih menghibur. Salah satu pendekatannya adalah bekerja sama dengan kreator tari atau musisi untuk membuat lagu khusus yang memuat identitas brand.
Lagu tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi dance challenge agar audiens dan kreator lain ikut menggunakannya. Dengan begitu, brand tidak hanya menumpang pada audio yang sedang viral, tetapi juga memiliki aset kreatif sendiri yang berpotensi dikenal lebih luas..
Salah satu contoh brand yang berhasil memanfaatkan penggunaan format dance content ini adalah OBH Combi melalui kolaborasinya dengan Naykilla dan Jemsii untuk membuat lagu promosi OBH Combi Sachet. Lagu tersebut dikemas dengan aransemen Hip-Dut yang catchy dan mudah diingat, kemudian ramai digunakan sebagai audio di TikTok dan Instagram.
Berikut beberapa contoh kreator yang ikut merecreate lagu OBH Combi dengan gaya Dance Brazil:
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Dance Content
Meskipun terlihat sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konten tetap aman dan tidak menimbulkan masalah bagi kreator maupun brand.
1. Memakai Musik Tanpa Kejelasan Izin
Lagu yang tersedia di platform belum tentu boleh digunakan untuk kebutuhan komersial. Brand perlu memastikan audio yang dipakai memiliki izin sesuai peruntukannya. Jika menggunakan musik di luar pustaka yang disediakan platform, pastikan hak penggunaannya sudah disepakati dengan pemilik lagu atau pihak terkait.
2. Melibatkan Anak tanpa Pertimbangan Matang
Jika video melibatkan anak di bawah umur, pastikan ada persetujuan orang tua atau wali. Kreator dan brand juga perlu memperhatikan privasi, keamanan, serta kenyamanan anak selama proses produksi dan publikasi konten.
3. Mengejar Trend yang Sudah Jenuh
Mengikuti trend yang sudah digunakan terlalu banyak akun belum tentu memberikan hasil yang baik. Ketika content saturation terjadi, konten dengan konsep serupa akan semakin sulit menarik perhatian audiens.
Karena itu, perhatikan perkembangan trend dan cari sudut pandang yang berbeda. Anda juga bisa mengadaptasi gerakan atau audio populer dengan konsep yang lebih relevan dengan karakter akun maupun produk.
Buat dan Cek Rate Card Influencer dan KOL dengan Mudah di KOL.ID
Dance content dapat menjadi pilihan format untuk menjangkau audiens melalui hiburan, musik, dan partisipasi kreator. Agar campaign berjalan lebih efektif, brand perlu memilih kreator yang sesuai dengan target audiens dan karakter konten yang ingin dibangun.
Melalui fitur ranking KOL di Instagram, TikTok, dan YouTube, brand dapat menemukan kreator untuk kebutuhan campaign. Sementara itu, kreator dapat juga dapat membuat rate card resmi agar informasi data performance dan nilai kerja sama lebih mudah dipahami calon partner.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.