Saat membuka TikTok atau Instagram, Anda mungkin sering menemukan video kreator yang merias wajah sambil bercerita tentang pengalaman atau rencana mereka. Format video seperti ini dikenal sebagai GRWM dan kerap digunakan dalam konten lifestyle, kecantikan, hingga promosi produk.
Bagi brand yang ingin bekerja sama dengan kreator, GRWM bisa menjadi salah satu format konten untuk memperkenalkan produk melalui rutinitas sehari-hari. Namun, agar hasilnya tetap menarik dan terasa natural, brand perlu memahami karakteristik format ini serta cara menggunakannya dalam campaign.
Apa Itu GRWM?
GRWM adalah singkatan dari Get Ready With Me, yaitu format video yang memperlihatkan proses kreator bersiap sebelum beraktivitas. Kegiatannya bisa berupa skincare, makeup, menata rambut, memilih outfit, hingga mempersiapkan diri untuk bekerja atau menghadiri acara tertentu.
Format ini sudah populer di YouTube sejak awal 2010-an dan kembali ramai melalui konten short-form di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Salah satu ciri khasnya adalah kreator bercerita selama proses bersiap, mulai dari pengalaman pribadi hingga opini tentang topik tertentu.
Berbeda dari tutorial yang berfokus pada langkah-langkah praktis, GRWM sering kali disisipkan storytelling tentang kepribadian atau kebiasaan sehari-hari sang kreator. Produk yang digunakan bisa menjadi bagian dari konten, tetapi tidak selalu menjadi fokus utama.
Jenis Konten GRWM di Social Media
GRWM memiliki beberapa variasi yang bisa disesuaikan dengan gaya kreator, topik konten, dan tujuan campaign. Berikut empat bentuk yang umum dijumpai.
1. GRWM untuk Acara Tertentu
Kreator menunjukkan proses bersiap untuk kegiatan tertentu, seperti kencan, pesta, konser, atau perjalanan. Konten ini biasanya menampilkan pilihan outfit, makeup, dan produk yang digunakan sebelum berangkat.
Bagi brand, format ini bisa menjadi cara untuk memperkenalkan produk dalam konteks pemakaian yang relevan. Misalnya, brand kosmetik dapat bekerja sama dengan kreator yang membuat konten GRWM sebelum menghadiri acara formal.
2. GRWM Sambil Bercerita
Dalam format ini, kreator membagikan cerita pribadi, pengalaman, atau pendapat sambil bersiap. Topiknya bisa beragam, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga pengalaman bekerja dan hubungan pertemanan.
Daya tarik utamanya terletak pada cerita dan cara kreator berkomunikasi dengan audiens. Karena itu, brand yang ingin bekerja sama melalui format ini perlu mempertimbangkan gaya komunikasi kreator agar penyebutan produk tidak terasa dipaksakan.
3. GRWM untuk Promosi Produk
Kreator memasukkan produk brand ke dalam rutinitas bersiap, misalnya menggunakan skincare sebelum makeup atau memilih pakaian dari brand tertentu. Konten ini dapat menjadi bagian dari campaign berbayar maupun kolaborasi affiliate.
Agar tetap natural, produk sebaiknya muncul sesuai konteks konten. Kreator juga perlu menyampaikan informasi produk secara akurat dan memberikan disclosure jika konten tersebut merupakan kerja sama berbayar atau menggunakan affiliate link.
4. GRWM Rutinitas Harian
Kreator memperlihatkan rutinitas pagi atau malam, seperti skincare, makeup sederhana, menata rambut, atau memilih outfit untuk beraktivitas.
Format ini cocok untuk memperkenalkan produk yang digunakan secara rutin. Brand dapat mempertimbangkan kreator yang memang memiliki kebiasaan menggunakan produk serupa agar integrasi produk terasa relevan dengan konten dan audiensnya.
5. Get Unready With Me (GUWM)
Selain GRWM, ada juga salah satu pola konten yang mirip, yaitu Get Unready With Me (GUWM). Konten ini merupakan format video yang menampilkan proses kreator mengakhiri aktivitas dan bersiap untuk beristirahat. Kontennya dapat berupa menghapus makeup, melakukan skincare malam, mengganti outfit, hingga membagikan cerita tentang aktivitas yang dijalani sepanjang hari. Jadi kurang lebih, GUWM adalah kebalikan dari GRWM!
Format ini juga dapat dimanfaatkan brand skincare dan personal care untuk memperkenalkan produk yang digunakan dalam rutinitas malam kreator. Namun, agar konten tetap terasa natural, kreator sebaiknya menjelaskan pengalaman menggunakan produk sesuai konteksnya, bukan sekadar menyebutkan keunggulan produk.
Perbedaan GRWM dan Tutorial Makeup
Konten GRWM banyak dibuat oleh kreator beauty dan sering kali menampilkan proses makeup sebelum beraktivitas. Karena sama-sama memperlihatkan proses merias wajah, GRWM kerap dianggap serupa dengan tutorial makeup. Padahal, keduanya memiliki fokus yang berbeda sehingga penting bagi brand untuk memahami perbedaannya sebelum menentukan format konten untuk campaign.
Tutorial makeup bertujuan membantu audiens mempelajari teknik atau langkah tertentu. Kreator biasanya menjelaskan produk, cara penggunaan, dan tahapan makeup secara terstruktur agar mudah diikuti.
Sementara itu, GRWM lebih berfokus pada proses bersiap sambil bercerita. Kreator bisa menjelaskan produk yang digunakan, tetapi pembahasannya tidak harus mendetail atau mengikuti urutan tutorial.
Perbedaan ini penting bagi brand saat menentukan format konten untuk campaign. Jika tujuannya memperkenalkan cara penggunaan produk, tutorial makeup bisa menjadi pilihan. Namun, jika brand ingin menunjukkan produk dalam rutinitas sehari-hari sekaligus membangun kedekatan dengan audiens, GRWM bisa lebih sesuai.
Cara Memanfaatkan GRWM untuk Campaign Brand
GRWM dapat menjadi format konten yang menarik untuk campaign influencer marketing, terutama ketika produk memang relevan dengan aktivitas yang ditampilkan. Namun, hasilnya tidak hanya bergantung pada format video, tetapi juga pada pemilihan kreator dan cara produk dimasukkan ke dalam cerita.
1. Pilih Kreator yang Sesuai dengan Target Audiens
Jumlah followers bukan satu-satunya indikator untuk memilih kreator. Brand juga perlu melihat niche, gaya komunikasi, karakter audiens, dan jenis konten yang biasa dibuat.
Kreator yang terbiasa membagikan rutinitas harian, misalnya, bisa lebih sesuai untuk campaign skincare dibandingkan kreator yang hampir selalu membuat konten komedi tanpa konteks penggunaan produk.
Brand juga dapat memeriksa data engagement rate untuk memahami tingkat interaksi audiens terhadap konten kreator. Meski begitu, metrik ini sebaiknya dinilai bersama kualitas interaksi dan performa konten sebelumnya.
2. Buat Brief yang Memberi Ruang Kreativitas
Brand perlu menyampaikan tujuan campaign, key message, informasi produk, dan ketentuan konten melalui brief yang jelas. Namun, naskah tidak harus mengatur setiap kalimat yang diucapkan kreator.
GRWM mengandalkan gaya bercerita yang personal. Karena itu, kreator sebaiknya diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman dan mengintegrasikan produk dengan gaya mereka sendiri, selama tetap mengikuti arahan campaign.
Pendekatan ini dapat membantu menjaga authenticity konten sekaligus memastikan informasi produk tetap akurat.
3. Pilih Produk Relevan yang Dapat Masuk Secara Natural
Produk sebaiknya muncul pada bagian rutinitas yang memang relevan. Brand skincare, misalnya, dapat dimasukkan saat kreator melakukan skincare sebelum makeup. Sementara itu, brand fashion dapat muncul ketika kreator memilih outfit untuk menghadiri acara.
Hindari penyebutan keunggulan produk secara berulang jika tidak sesuai dengan alur cerita. Integrasi yang terlalu dipaksakan justru dapat membuat konten terasa seperti ads biasa dan mengurangi daya tarik personal GRWM.
4. Evaluasi Performa Konten
Setelah konten dipublikasikan, brand perlu mengevaluasi hasilnya berdasarkan tujuan campaign. Jika fokusnya awareness, metrik seperti reach, views, dan impressions dapat digunakan. Jika tujuannya meningkatkan interaksi, brand dapat memantau likes, comments, shares, dan engagement rate.
Untuk campaign yang berorientasi pada penjualan, metrik seperti clicks, penggunaan kode promo, affiliate sales, dan conversion juga perlu diperhatikan jika tersedia.
Evaluasi ini membantu brand mengetahui kreator dan pendekatan konten yang paling sesuai untuk campaign berikutnya. Dengan demikian, pemilihan format GRWM tidak hanya berdasarkan tren, tetapi juga didukung data performa.
Temukan Kreator yang Tepat untuk Campaign Anda di KOL.ID
GRWM merupakan format video yang menggabungkan proses bersiap dengan cerita personal kreator. Format ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membangun awareness hingga memperkenalkan produk dalam rutinitas sehari-hari. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kecocokan kreator, relevansi produk, dan tujuan campaign.
Jika Anda ingin menemukan kreator yang sesuai untuk campaign GRWM, KOL.ID dapat membantu proses pencarian dan perbandingan KOL atau influencer. Anda dapat melihat profil kreator dan membandingkan rate card untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan campaign dan budget.
Untuk mempermudah proses seleksi, manfaatkan juga fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube. Dengan fitur ini, Anda dapat mengeksplorasi kreator di berbagai platform dan menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan campaign.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.