Pasti kita pernah kan ketika scrolling TikTok, tiba-tiba muncul video dengan transisi cepat, efek visual yang berkedip, dan musik dengan bass kuat yang sering disebut jedag jedug atau JJ. Trend ini banyak digunakan dalam video pendek karena memberikan kesan energik dan membuat pergantian gambar terasa selaras dengan musik.
Dalam praktiknya, jedag jedug bukan hanya sekadar musik remix. Istilah ini juga merujuk pada gaya editing yang menggabungkan potongan gambar, efek visual, dan ketukan musik dalam satu yang unik dalam video.
Bagi brand dan kreator, gaya ini bisa menjadi pilihan untuk membuat konten yang lebih seru bagi audiens muda. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter brand, jenis konten, dan target audience.
Penasaran dengan trend ini? Mari simak pembahasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Jedag Jedug?
Jedag jedug adalah istilah populer untuk gaya editing video yang mengandalkan transisi cepat, efek visual mencolok, dan pergantian gambar mengikuti ketukan musik. Istilahnya berasal dari tiruan bunyi dentuman yang biasanya terdengar pada musik backgroundnya.
Gaya ini sering menggunakan musik remix dengan bass kuat, termasuk musik elektronik atau EDM. Meski begitu, tidak semua video jedag jedug menggunakan genre musik yang sama. Ciri utamanya justru terletak pada sinkronisasi antara musik dan visual.
Banyak kreator biasanya membuat video semacam ini melalui aplikasi editing di ponsel, seperti CapCut, dengan bantuan template siap pakai. Hasilnya dapat ditemukan dalam berbagai jenis konten, mulai dari fan edit, highlight olahraga, hingga video produk.
Tips Membuat Konten Jedag Jedug
Membuat konten jedag jedug tidak harus dimulai dari proses editing yang rumit. Anda bisa menggunakan aplikasi seperti CapCut untuk menyelaraskan klip, musik, dan efek visual.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
1. Pilih Musik yang Sesuai
Mulailah dengan memilih musik yang memiliki ketukan jelas agar mudah diselaraskan dengan pergantian gambar. Jika konten ditujukan untuk campaign brand, pastikan audio yang digunakan memiliki izin untuk kebutuhan komersial. Selain itu, saat ini sudah banyak sound yang melekat dengan sebuah template CapCut. Jadi, pastikan jangan sampai salah pilih lagu, ya!
2. Sesuaikan Transisi dengan Beat
Jika Anda lebih suka mengeditnya sendiri, jangan lupa untuk atur pergantian klip mengikuti ketukan musik. Gunakan efek flash, zoom, atau shake pada bagian tertentu untuk memperkuat aksen visual yang suka ada di jedag jedug. Namun ingat, tetap hindari menambahkan terlalu banyak efek sekaligus agar video tetap nyaman ditonton.
3. Gunakan Template CapCut
Jika belum terbiasa mengedit video secara manual, manfaatkan template jedag jedug yang tersedia di CapCut. Masukkan foto atau klip yang sesuai, lalu sesuaikan urutan dan durasinya agar hasil akhir tetap relevan dengan pesan konten. Nah, kalau kamu bingung pakai template jedag-jedug, coba deh cek salah satu template yang sejak tahun kemarin hingga saat ini, masih viral abis!
4. Buat Hook pada Awal Video
Tampilkan bagian paling menarik pada beberapa detik pertama, misalnya detail produk, perubahan sebelum dan sesudah, atau cuplikan acara. Pendekatan ini dapat membantu menarik perhatian sejak awal, terutama jika dikombinasikan dengan hook content yang relevan.
5. Jaga Kualitas Visual dan Pesan
Pastikan objek utama tetap terlihat jelas meskipun video menggunakan transisi cepat dan efek mencolok. Untuk konten brand, tampilkan informasi produk atau pesan campaign secara ringkas agar tidak tenggelam oleh editing.
Perbedaan Jedag Jedug dan Edit Sinematik
Jedag jedug mengutamakan ritme cepat, efek mencolok, dan pergantian gambar yang mengikuti musik. Sebaliknya, edit sinematik cenderung menggunakan transisi lebih halus, pengaturan warna yang konsisten, dan tempo yang mendukung alur cerita.
Untuk brand, pilihan gaya editing sebaiknya mengikuti tujuan konten. Jedag jedug bisa digunakan untuk menampilkan highlight produk, suasana acara, atau konten promosi yang energik. Sementara itu, gaya sinematik lebih sesuai ketika konten perlu membangun suasana atau menjelaskan cerita produk secara lebih mendalam.
Keduanya tidak harus digunakan secara terpisah. Kreator juga bisa menggabungkan transisi cepat dengan visual sinematik selama hasil akhirnya tetap sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
Jedag Jedug bagi Brand dan Kreator
Jedag jedug dapat menjadi pilihan untuk membuat konten yang lebih dinamis, tetapi tren tidak selalu cocok untuk setiap brand.
Brand dapat menggunakannya untuk menampilkan detail produk, highlight event, atau materi promosi berdurasi singkat. Sebelum mengikuti tren ini, pastikan gaya visualnya tetap sesuai dengan brand identity dan karakter target audience. Sekarang sudah banyak juga brand yang mulai ikut-ikutan trend jedag-jedug.
Memang tidak banyak brand yang langsung post jedag jedug di akun social media resmi mereka. Tapi brand bisa memanfaatkan beberapa kreator atau affiliator untuk melakukannya. Tidak jarang juga, lho, yang views-nya tinggi, seperti video di bawah ini!
Bagi kreator, tantangannya adalah menjaga agar efek visual tidak menutupi pesan utama. Perpaduan editing yang tepat dan content creation yang konsisten dengan visual aesthetics akun dapat membantu mempertahankan ciri khas konten.
Nah, sekarang ada juga brand yang suka post jedag jedug bahkan hingga jadi ciri khas-nya. Siapa lagi kalau bukan Pasming Based!
Jedag jedug adalah gaya editing video yang memadukan transisi cepat, efek visual, dan musik yang selaras dengan ketukan. Gaya ini dapat membuat konten terasa lebih energik, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada tujuan konten dan karakter audience.
Bagi brand yang ingin berkolaborasi dengan kreator, kesesuaian gaya konten perlu menjadi salah satu pertimbangan saat memilih partner campaign. KOL.ID membantu Anda melihat dan membandingkan rate card influencer atau KOL, serta mengeksplorasi ranking kreator di Instagram, TikTok, dan YouTube. Dengan begitu, Anda dapat menemukan kreator yang gaya kontennya sesuai dengan kebutuhan campaign.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.