Anda mungkin pernah melihat tren di social media yang menampilkan seseorang berjalan santai dengan ekspresi datar, gestur minim, tetapi tetap terlihat percaya diri. Gaya seperti ini banyak dikaitkan dengan istilah nonchalant.
Kata ini sebenarnya sudah lama ada dalam bahasa Inggris, tetapi belakangan populer kembali sebagai gaya hidup dan estetika yang banyak diadaptasi kreator di berbagai social media. Istilah ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menyentuh cara seseorang bersikap terhadap berbagai situasi.
Bagi brand dan kreator, memahami tren nonchalant membantu membaca preferensi estetika audiens muda saat ini sekaligus menilai relevansinya dengan strategi konten.
Apa Itu Nonchalant?
Nonchalant adalah istilah yang menggambarkan sikap tenang, santai, dan terkesan tidak terlalu peduli terhadap penilaian orang lain. Dalam tren social media, istilah ini berkembang menjadi gaya visual yang menonjolkan kesan effortless, seperti gaya berjalan santai, ekspresi datar, atau penampilan yang terlihat tidak berusaha keras namun tetap menarik.
Gaya ini banyak ditemukan dalam konten fashion, gaya berjalan, hingga cara merespons situasi tertentu dengan tenang tanpa reaksi berlebihan. Beberapa kreator dan figur publik turut mempopulerkan gaya ini lewat unggahan mereka di social media, sehingga istilah ini semakin akrab dipakai warganet untuk menggambarkan gaya serupa.
Salah satu contoh dari content creator yang mempopulerkannya adalah Marlon, streamer asal Swedia-Amerika melalui konten dirinya sedang memamerkan bentuk tubuh atletisnya.
@marlon3lg Stayondatside #fyp ♬ original sound - notkayb
Tidak lama kemudian, netizen justru menganggap video tersebut memiliki “aura” dan setelahnya, Marlon terlihat “nonchalant”.
Meskipun terlihat sederhana, gaya nonchalant sebenarnya membutuhkan kepercayaan diri yang cukup besar agar terkesan alami, bukan dibuat-buat. Kesan dipaksakan justru mudah terlihat oleh audiens yang terbiasa mengamati gaya serupa di berbagai unggahan.
Mengapa Tren Nonchalant Disukai Gen Z?
Sebelum membahas penerapannya lebih lanjut, berikut beberapa alasan yang membuat gaya ini banyak diminati.
1. Terkesan Effortless namun Tetap Menarik
Gaya ini memberi kesan seseorang tidak berusaha terlalu keras untuk tampil menarik, sehingga terasa lebih autentik dibanding gaya yang terlalu diatur.
2. Mewakili Sikap Tenang di Tengah Tekanan Sosial
Sikap nonchalant kerap dianggap sebagai bentuk self control dalam menghadapi ekspektasi sosial yang tinggi di social media.
3. Mudah Diadaptasi Berbagai Gaya
Konsep nonchalant dapat diterapkan dalam berbagai niche konten, mulai dari fashion, gaya jalan, hingga cara merespons komentar di kolom social media.
4. Sejalan dengan Preferensi Estetika Minimalis
Gaya ini juga selaras dengan tren estetika visual yang lebih bersih dan sederhana, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep konten yang sedang populer.
Baca juga: Ternyata Ini 7 Tren Social Media Gen Z 2026, Brand dan KOL Wajib Tahu
Perbedaan Nonchalant dan Cuek Berlebihan
Nonchalant menekankan ketenangan yang tetap disertai kepercayaan diri dan kesadaran terhadap situasi sekitar. Sementara itu, sikap cuek berlebihan cenderung mengabaikan situasi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.
Perbedaan ini penting dipahami karena gaya nonchalant yang berlebihan berisiko terkesan tidak peduli, alih-alih tampil percaya diri seperti yang diharapkan. Batas antara keduanya sering kali cukup tipis, sehingga konteks dan cara penyampaian menjadi penentu bagaimana sikap tersebut dimaknai audiens.
Cara Menerapkan Gaya Nonchalant dalam Konten
Kreator yang ingin mengadaptasi gaya ini dapat memulainya dari hal sederhana, seperti memilih gestur yang lebih rileks dan menghindari ekspresi berlebihan saat merekam konten. Nada bicara yang tenang turut memperkuat kesan santai tanpa terlihat dipaksakan, misalnya dengan menjaga tempo bicara yang stabil saat merespons pertanyaan maupun situasi tak terduga.
Selain itu, pemilihan visual yang minimalis dan warna yang tidak terlalu mencolok juga sering dipakai untuk memperkuat estetika ini. Brand yang ingin mengangkat tren ini sebaiknya tetap menyesuaikan dengan identitas produk agar tidak terkesan sekadar mengikuti tren tanpa relevansi.
Konsistensi juga menjadi kunci penting, karena gaya nonchalant yang hanya muncul sesekali dalam sebuah konten cenderung terasa kurang meyakinkan dibanding ketika diterapkan secara menyeluruh, mulai dari gestur hingga nada bicara.
Nonchalant menggambarkan gaya hidup santai yang tetap terlihat percaya diri, mulai dari cara berpakaian hingga cara merespons berbagai situasi. Bagi brand dan kreator, memahami tren ini membantu menyusun konten yang lebih relevan dengan preferensi estetika audiens muda saat ini.
Bagi brand yang ingin berkolaborasi dengan kreator yang memahami tren gaya hidup terkini, KOL.ID dapat membantu proses seleksi agar lebih terukur. Anda dapat memanfaatkan KOL.ID untuk melihat, membandingkan, hingga menyesuaikan rate card influencer atau KOL secara lebih praktis dan terstruktur. KOL.ID juga menyediakan fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube untuk membantu Anda menemukan kreator yang sesuai dengan kebutuhan campaign.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.