Di kolom comment social media, kalimat seperti “ya iyalah, orang have” sering muncul ketika seseorang menunjukkan gaya hidup mewah, mulai dari membeli barang mahal hingga mengunjungi tempat eksklusif. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menanggapi sesuatu yang dianggap wajar bagi orang dengan kondisi finansial yang lebih baik.
Istilah tersebut menjadi salah satu contoh bahasa gaul yang berkembang dari kebiasaan pengguna internet mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Lantas, apa sebenarnya arti orang have dan bagaimana istilah ini digunakan dalam percakapan sehari-hari?
Apa Itu Orang Have?
Orang have adalah slang untuk menyebut seseorang yang dianggap memiliki kemampuan finansial lebih, sehingga mudah membeli barang atau mengakses pengalaman tertentu. Istilah ini umumnya dipakai secara ringan, sering kali dengan nada bercanda. Penggunaan tersebut biasanya muncul di percakapan santai netizen.
Istilah ini juga termasuk dalam pola bahasa gaul yang menggabungkan kata orang dengan kata bahasa Inggris, misalnya “orang enough” atau “orang inside”. Pola semacam ini cenderung dipakai generasi muda untuk menyebut karakter atau kondisi tertentu secara singkat.
Meskipun terdengar sederhana, penggunaannya sebaiknya tetap melihat konteks. Dalam situasi tertentu, kata ini dapat terdengar sinis, sehingga tidak selalu bernada pujian.
Contoh Penggunaan Orang Have di Social Media
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa situasi yang sering memicu istilah ini muncul di media sosial.
1. Pamer Gaya Hidup
Post tentang liburan, barang branded, atau tempat makan mahal sering memancing comment bahwa pemiliknya orang have. Comment tersebut umumnya berupa reaksi spontan, bukan penilaian yang pasti. Karena itu, comment semacam ini sebaiknya dibaca sebagai reaksi, bukan fakta.
2. Candaan Tongkrongan
Di antara teman dekat atau tongkrongan, sebutan ini kerap dipakai untuk menggoda seseorang yang tiba-tiba membeli sesuatu yang cukup mahal. Nadanya santai sehingga jarang dimaksudkan untuk menyinggung.
3. Reaksi terhadap Rekomendasi Produk
Ketika kreator merekomendasikan produk berharga tinggi, sebagian audiens menganggap barang tersebut hanya terjangkau oleh orang have. Reaksi ini dapat menjadi masukan mengenai kecocokan produk dengan daya beli audiens. Brand dapat memanfaatkan reaksi tersebut untuk meninjau kembali pilihan harga dan paket produk.
4. Kritik Halus terhadap Konten
Dalam beberapa kasus, sebutan ini dipakai untuk menyindir konten yang dianggap kurang relevan dengan kondisi kebanyakan orang. Meskipun demikian, tidak semua comment tersebut perlu dipahami sebagai kritik serius.
Diluar dari keempat contoh di atas, sering juga istilah orang have dikaitkan dengan hubungan asmara. Misalnya, “mau PDKT, eh, ternyata orang have”. Mau tahu contohnya? Simak video TikTok berikut ini!
@mjull_ ♬ suara asli - ???? ??.
Simple sekali kan videonya? Begitulah kurang lebih bagaimana sebuah slang bisa berkembang dalam komunikasi di social media.
Perbedaan Istilah Orang Have dan Pamer Kekayaan
Orang have hanya menggambarkan kondisi atau persepsi bahwa seseorang berkecukupan, tanpa harus berarti ia sedang memamerkan sesuatu. Sementara itu, pamer kekayaan merujuk pada perilaku menampilkan harta secara sengaja untuk mendapat perhatian atau pengakuan.
Karena itu, tidak semua orang yang disebut orang have bermaksud menyombongkan diri. Membaca konteks post dan nada comment membantu menghindari kesimpulan yang salah.
Pelajaran bagi Brand dan Kreator
Istilah ini menunjukkan bahwa audiens cukup peka terhadap kesenjangan gaya hidup dalam sebuah konten.
Brand perlu memahami target audience agar produk yang dipromosikan terasa terjangkau dan relevan. Konten dengan visual yang terlalu mewah bagi audiens yang berhemat dapat membuat pesan terasa berjarak.
Selain itu, kesesuaian dengan brand positioning tetap perlu dijaga. Brand premium tentu wajar tampil eksklusif, tetapi cara penyampaiannya sebaiknya tetap ramah agar audiens di luar segmen utama tidak merasa terabaikan.
Di sisi lain, kreator dapat memilih pendekatan yang jujur ketika membahas produk atau pengalaman yang mahal. Menyebutkan alternatif yang lebih terjangkau atau membagikan pertimbangan di balik pembelian umumnya membantu audiens merasa dihargai.
Selain itu, kreator dapat menyesuaikan cara bercerita agar pengalaman mahal tetap terasa dekat, misalnya dengan menjelaskan manfaat nyata dari sebuah produk. Pendekatan ini membantu audiens menilai produk dari kegunaannya, bukan hanya dari harganya.
Orang have menggambarkan julukan santai bagi mereka yang dianggap berkecukupan, sekaligus mencerminkan kepekaan netizen terhadap perbedaan gaya hidup. Bagi brand dan kreator, hal terpenting adalah menjaga konten tetap relevan dan inklusif bagi audiens yang beragam.
Bila Anda ingin memilih kreator yang sesuai dengan segmen dan daya beli audiens produk, KOL.ID dapat membantu proses seleksinya. Anda dapat memanfaatkan KOL.ID untuk melihat, membandingkan, hingga menyesuaikan rate card influencer atau KOL secara lebih praktis dan terstruktur. KOL.ID juga menyediakan fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube sehingga memudahkan Anda menemukan kreator yang selaras dengan target market.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.