Saat mencari kreator untuk campaign, brand biasanya menjadikan jumlah views sebagai salah satu pertimbangan sebelum melakukan collab. Namun, angka yang tercantum di media kit belum tentu mencerminkan performance konten sehari-hari.
Misalnya, ada dua kreator yang sama-sama mencantumkan 100 ribu views di media kit. Kreator pertama hampir selalu mendapatkan views di kisaran tersebut, sedangkan kreator kedua memperoleh angka itu berkat satu video yang viral. Jika hanya melihat average views, kedua kreator tersebut mungkin terlihat memiliki performance yang sama.
Itulah yang dinamakan dengan median views dan average views. Padahal, ada perbedaan antara median views dan average views yang perlu dipahami sebelum menentukan kreator untuk campaign.
Jadi, Apa Itu Median Views dan Average Views?
Median views adalah nilai tengah dari jumlah views pada sejumlah video terakhir setelah diurutkan dari yang terendah hingga tertinggi. Separuh video berada di bawah angka tersebut dan separuh lainnya berada di atasnya. Karena tidak mudah terpengaruh oleh lonjakan angka, median views dapat memberikan gambaran mengenai jumlah views yang biasanya diperoleh sebuah akun.
Sementara itu, average views dihitung dengan menjumlahkan seluruh views dari sejumlah video, kemudian membaginya dengan jumlah video tersebut. Metrik ini menunjukkan rata-rata views yang diperoleh akun, termasuk video dengan angka tinggi maupun rendah.
Apa Perbedaan Median Views dan Average Views?
Perbedaan keduanya terlihat ketika sebuah akun memiliki video dengan views yang jauh lebih tinggi dibandingkan konten lainnya. Satu video viral dapat meningkatkan average views secara signifikan, meskipun sebagian besar konten tidak memperoleh angka serupa. Dalam kondisi seperti ini, median views biasanya lebih representatif untuk menggambarkan performance konten sehari-hari.
Mari pahami contoh perhitungan berikut untuk memperlihatkan bagaimana data yang sama dapat menghasilkan dua gambaran performance yang berbeda.

Misalkan sebuah akun memiliki 10 video terakhir dengan jumlah views 8.000, 9.000, 9.500, 10.000, 10.000, 11.000, 12.000, 12.500, 14.000, dan 900.000.
Perbedaan kedua metrik tersebut dapat dilihat dari cara perhitungannya:
-
Median views: Rata-rata jumlah views pada video ke-5 dan ke-6 setelah diurutkan, yaitu 10.000 dan 11.000 views. Hasilnya adalah 10.500 views.
-
Average views: Total 996.000 views dibagi 10 video, sehingga menghasilkan 99.600 views.
Selisih kedua metrik tersebut hampir 10 kali lipat, meskipun berasal dari data yang sama. Satu video dengan 900 ribu views membuat average views mendekati 100 ribu, sementara sembilan video lainnya hanya memperoleh 8 ribu hingga 14 ribu views.
Bisa dilihat, selisih kedua metrik tersebut hampir 10 kali lipat, meskipun berasal dari data yang sama. Satu video dengan 900 ribu views membuat average views mendekati 100 ribu, sementara sembilan video lainnya hanya memperoleh 8 ribu hingga 14 ribu views.
Dari contoh tersebut, median views memberikan gambaran tentang jumlah views yang biasanya diperoleh sebuah akun. Sementara itu, average views menunjukkan rata-rata views dari seluruh video yang dihitung. Semakin besar jarak antara keduanya, semakin besar pula pengaruh video dengan angka ekstrem terhadap hasil perhitungan.
Bagaimana Kreator dan Brand Menggunakan Data Ini?
Median views dan average views sama-sama bermanfaat, tetapi memiliki fungsi berbeda bagi kreator yang menyusun rate card maupun brand yang mengevaluasi performance sebelum menjalankan campaign.
1. Untuk Kreator yang Menyusun Rate Card
Jika Anda seorang kreator, gunakan median views sebagai salah satu acuan saat membuat rate card. Angka ini lebih cocok digunakan untuk memperkirakan performance konten sehari-hari dan membantu menetapkan ekspektasi yang realistis kepada brand.
Salah satu pendekatan untuk menghitung tarif adalah membagi jumlah views dengan seribu, kemudian mengalikannya dengan CPM yang ditetapkan.
Menggunakan contoh sebelumnya dengan CPM ilustrasi Rp50 ribu, median views menghasilkan estimasi tarif sekitar Rp525 ribu per video. Sementara itu, perhitungan berdasarkan average views menghasilkan sekitar Rp4,98 juta.
Perbedaan tersebut cukup besar dan berisiko menimbulkan ekspektasi yang tidak sesuai dengan performance konten sebenarnya. Oleh karena itu, kreator dapat menampilkan average views sebagai informasi tambahan mengenai potensi jangkauan, dengan tetap menyertakan median views dan engagement rate sebagai metrik pendukung.
2. Untuk Brand yang Mengevaluasi Performance Kreator
Jika Anda adalah brand, mintalah screenshot insight dari 10 hingga 20 video terakhir kreator. Dari data tersebut, hitung median dan average views untuk mendapatkan gambaran performance yang lebih menyeluruh.
Ketika average views jauh melampaui median views, periksa penyebabnya. Apakah angka tersebut berasal dari satu video viral, dukungan ads berbayar, atau tidak organik seperti dengan menggunakan suntik views?
Bandingkan pula median views dengan jumlah followers untuk melihat proporsi audiens yang menonton konten. Selanjutnya, cocokkan hasilnya dengan target KPI campaign yang ingin dicapai.
Rasio average views terhadap median views yang mendekati satu dapat mengindikasikan performance yang relatif konsisten. Sebaliknya, rasio yang tinggi menunjukkan adanya kesenjangan antara rata-rata dan performance tipikal akun. Namun, rasio ini hanya menjadi indikator awal, bukan standar baku untuk menentukan kualitas kreator.
Cek dan Buat Rate Card Influencer dan KOL dengan Mudah di KOL.ID
Median views dan average views memberikan gambaran performance kreator dari dua sudut pandang berbeda. Median menunjukkan jumlah views yang lebih tipikal, sedangkan average memperlihatkan rata-rata hasil dari seluruh konten. Keduanya perlu dibaca berdampingan agar kreator dan brand dapat menentukan ekspektasi campaign secara lebih terukur.
Kreator dapat menyusun rate card dengan lebih terarah melalui KOL.ID. Sementara itu, brand dapat mengecek rate card kreator dan menganalisis performance akun melalui fitur Cek Engagement Rate untuk TikTok, Instagram, dan YouTube sebelum menjalankan campaign.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.