Setiap hari, ada begitu banyak konten yang muncul di laman social media. Audiens pun sering kali melihat informasi yang sama dari berbagai akun dengan cara penyampaian yang berbeda. Menariknya, perbedaan tersebut dapat menghasilkan respons yang berbeda pula dari audiens. Sebuah topik yang sama bisa terlihat lebih menarik, lebih meyakinkan, atau bahkan lebih relevan hanya karena cara penyampaiannya berbeda.
Dalam dunia content marketing, perbedaan cara menyampaikan pesan ini dikenal sebagai framing konten. Strategi ini banyak digunakan oleh brand, content creator, maupun Key Opinion Leader (KOL) untuk membantu audiens memahami sebuah pesan dari sudut pandang tertentu.
Framing konten bukan tentang mengubah fakta atau informasi yang disampaikan. Sebaliknya, framing membantu menentukan bagaimana sebuah informasi dikemas agar lebih mudah dipahami, menarik perhatian, dan sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Oleh karena itu, memahami framing konten menjadi penting bagi siapa saja yang terlibat dalam pembuatan konten digital.
Apa Itu Framing Konten?
Framing konten adalah cara menyusun dan menyajikan informasi agar audiens melihat suatu topik melalui sudut pandang tertentu. Dalam praktiknya, framing membantu menentukan aspek mana yang ingin ditonjolkan dan bagaimana pesan utama disampaikan kepada audiens.
Sebagai contoh, sebuah produk skincare dapat dipromosikan dengan berbagai pendekatan. Sebagian kreator mungkin menyoroti manfaatnya untuk mengatasi masalah kulit, sementara yang lain lebih menekankan kemudahan penggunaan atau pengalaman pribadi saat menggunakan produk tersebut. Informasi yang disampaikan mungkin sama, tetapi framing yang digunakan berbeda.
Karena itu, framing konten sering dianggap sebagai strategi komunikasi yang membantu membuat pesan lebih relevan dengan kebutuhan, minat, atau karakteristik target audiens.
Mengapa Framing Konten Penting?
Dalam pembuatan konten digital, framing memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar menentukan gaya penulisan atau visual. Berikut beberapa alasan mengapa framing konten perlu diperhatikan.
1. Membantu Audiens Memahami Pesan
Setiap hari audiens menerima banyak informasi dari berbagai platform. Tanpa penyampaian yang jelas, sebuah pesan dapat dengan mudah terlewat atau sulit dipahami.
Framing membantu menyusun informasi secara lebih terarah sehingga audiens dapat menangkap inti pesan dengan lebih cepat. Hal ini penting terutama ketika konten membahas topik yang kompleks atau memiliki banyak informasi pendukung.
2. Meningkatkan Daya Tarik Konten
Cara penyampaian sering kali menentukan apakah audiens tertarik untuk melanjutkan membaca atau menonton sebuah konten. Framing yang tepat dapat membuat sebuah topik terasa lebih relevan dan menarik. Konten yang memiliki sudut pandang yang jelas biasanya lebih mudah menarik perhatian dibandingkan konten yang hanya menyajikan informasi secara umum.
3. Mendukung Tujuan Komunikasi
Setiap konten memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari edukasi, promosi, hingga membangun awareness. Framing membantu memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap selaras dengan tujuan tersebut. Dengan framing yang tepat, brand maupun kreator dapat mengarahkan perhatian audiens pada informasi yang paling penting.
4. Membantu Membangun Identitas Brand
Framing yang konsisten dapat membantu memperkuat cara sebuah brand berkomunikasi dengan audiens. Seiring waktu, audiens akan lebih mudah mengenali karakter dan nilai yang ingin ditampilkan oleh brand tersebut. Hal ini menjadi salah satu elemen penting dalam membangun branding yang kuat di social media.
Jenis Framing Konten yang Sering Digunakan
Dalam praktik content marketing, terdapat beberapa pendekatan framing yang cukup umum digunakan.
1. Problem-Solution Frame
Pendekatan ini dimulai dengan menjelaskan sebuah masalah yang sering dialami audiens, kemudian dilanjutkan dengan menawarkan solusi. Framing seperti ini banyak digunakan dalam konten edukasi maupun promosi karena membantu audiens memahami manfaat suatu produk atau layanan secara lebih jelas.
2. Experience Frame
Experience frame berfokus pada pengalaman seseorang saat menggunakan produk, layanan, atau menjalani suatu aktivitas. Pendekatan ini sering digunakan oleh influencer dan content creator karena terasa lebih personal dan mudah dipahami oleh audiens.
3. Educational Frame
Pada framing ini, fokus utama berada pada penyampaian informasi dan pengetahuan. Konten disusun untuk membantu audiens memahami suatu topik secara lebih mendalam. Pendekatan edukatif banyak digunakan oleh brand yang ingin membangun kredibilitas dan kepercayaan audiens.
4. Comparison Frame
Comparison frame digunakan dengan cara membandingkan dua atau lebih pilihan untuk membantu audiens melihat perbedaan di antara keduanya. Pendekatan ini sering ditemukan dalam konten review produk, rekomendasi, maupun pembahasan fitur tertentu.
Baca juga: Storytelling
Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Framing Konten
Meskipun framing dapat membantu meningkatkan efektivitas komunikasi, hasil yang diperoleh tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor penting.
1. Pemahaman terhadap Audiens
Framing yang efektif selalu berangkat dari pemahaman terhadap target audiens. Kebutuhan, minat, dan kebiasaan audiens akan memengaruhi cara mereka menerima sebuah pesan. Karena itu, penting untuk memahami siapa yang menjadi target utama sebelum menentukan sudut pandang konten.
2. Relevansi Topik
Framing yang baik tetap harus relevan dengan topik yang dibahas. Sudut pandang yang dipilih sebaiknya membantu memperjelas informasi, bukan justru membuat pesan menjadi membingungkan. Semakin relevan framing yang digunakan, semakin mudah audiens memahami isi konten.
3. Konsistensi Pesan
Pesan utama yang ingin disampaikan harus tetap konsisten dari awal hingga akhir konten. Perubahan fokus yang terlalu sering dapat membuat audiens kehilangan inti pembahasan. Konsistensi juga membantu meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas konten.
Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Framing Konten
Meskipun framing dapat meningkatkan kualitas komunikasi, terdapat beberapa kesalahan yang perlu dihindari. Salah satunya adalah terlalu fokus pada sudut pandang tertentu hingga mengabaikan informasi penting lainnya. Hal ini dapat membuat pesan menjadi tidak seimbang dan sulit dipahami audiens.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan framing yang tidak sesuai dengan target audiens. Pendekatan yang efektif untuk satu kelompok audiens belum tentu memberikan hasil yang sama pada kelompok lainnya. Selain itu, framing sebaiknya tidak digunakan untuk memberikan gambaran yang menyesatkan. Kredibilitas konten tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap strategi komunikasi.
Cara Menggunakan Framing Konten Secara Efektif
Agar framing dapat memberikan hasil yang optimal, langkah pertama adalah menentukan tujuan utama konten yang akan dibuat. Tujuan yang jelas akan membantu menentukan sudut pandang yang paling sesuai. Selanjutnya, pahami kebutuhan audiens dan pilih pendekatan yang paling relevan dengan situasi mereka. Dengan cara ini, pesan yang disampaikan akan terasa lebih dekat dan mudah dipahami.
Terakhir, pastikan framing mendukung informasi yang ingin disampaikan, bukan justru mengalihkan perhatian dari pesan utama. Framing yang efektif adalah framing yang membantu audiens memahami konten secara lebih baik. Framing konten merupakan strategi komunikasi yang digunakan untuk menyusun dan menyampaikan informasi melalui sudut pandang tertentu. Dalam content marketing, framing berperan penting untuk membantu audiens memahami pesan, meningkatkan daya tarik konten, serta mendukung tujuan komunikasi yang ingin dicapai.
Dengan memahami cara kerja framing, brand dan content creator dapat menghasilkan konten yang lebih relevan, terarah, dan mudah dipahami oleh audiens. Ketika digunakan secara tepat, framing tidak hanya meningkatkan kualitas penyampaian pesan, tetapi juga membantu memperkuat hubungan antara brand dan audiens.
Jika Anda ingin menemukan KOL yang mampu menyampaikan pesan brand dengan pendekatan yang sesuai, KOL.ID dapat membantu proses pencarian secara lebih efektif. Anda dapat memanfaatkan KOL.ID untuk melihat, membandingkan, hingga menyesuaikan rate card influencer atau KOL secara lebih praktis dan terstruktur. KOL.ID juga menyediakan fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube sehingga memudahkan Anda dalam memilih KOL untuk diajak berkolaborasi dalam campaign. Dengan pendekatan yang tepat, kolaborasi dapat menghasilkan konten yang relevan dan mendukung objektif marketing yang ingin dicapai.