Sekarang, kita pasti sering melihat teman mengunggah momen olahraga di social media, mulai dari jogging bersama run club, bermain padel, hingga mengikuti kelas pilates. Olahraga yang dulunya identik dengan aktivitas personal kini berkembang menjadi kegiatan sosial yang juga menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Fenomena ini merupakan bagian dari wellness trend, yaitu tren yang mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Olahraga pun tidak lagi sekadar rutinitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi cara untuk bersosialisasi, mencoba pengalaman baru, dan membangun gaya hidup yang lebih sehat.
Tertarik berolahraga? Simak beberapa rekomendasi olahraga yang bisa kamu coba biar jadi sehat dan makin kalcer!
Daftar Olahraga Paling Populer di Indonesia Saat Ini
Berikut sepuluh olahraga paling populer di Indonesia lengkap dengan alasan kepopulerannya dan momen yang membuatnya ramai dibicarakan.
1. Lari

Lari menempati posisi teratas dalam tren olahraga di Indonesia karena relatif mudah diakses. Modalnya pun cukup terjangkau, hanya sepasang sepatu, dan bisa dilakukan di taman kota hingga kawasan Gelora Bung Karno tanpa perlu memesan lapangan.
Popularitas lari juga didorong oleh run club dan berbagai brand activation yang mengemas olahraga sebagai pengalaman sosial dan hiburan. Beberapa contohnya adalah Alfamart Run 2026 di GBK pada 18 Oktober, Jakarta Running Festival 2026 pada 22–25 Oktober, serta Jago Lari 2026 di BSD yang menghadirkan konsep Silent Disco Run dan Coffee Rave Party.
Selain itu, ada The Ultimate 10K Series yang digelar di beberapa kota, serta PLN Electric Run dan Pertamina Eco RunFest yang mengusung tema energi dan lingkungan. Beragam acara ini menunjukkan bagaimana brand turut mendorong lari menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus olahraga yang semakin populer di Indonesia.
Baca juga: 10 Influencer Lari Paling Populer di Indonesia
2. Bersepeda

Bersepeda menyusul di posisi kedua karena fungsinya yang serba bisa, yaitu sebagai olahraga, sarana rekreasi, sekaligus moda transportasi jarak dekat. Pilihannya pun luas, dari gowes santai hingga road bike untuk rute jarak jauh.
Komunitas gowes menjadi salah pendorong utama olahraga ini lewat rute rutin akhir pekan yang sering berakhir di kedai kopi atau tempat sarapan favorit. Car Free Day Jakarta, yang digelar setiap Minggu sejak 2012 dan pada 2026 diperluas ke sebagian Jalan Rasuna Said, ikut menjadi panggung bagi pesepeda untuk tampil dan membuat konten.
3. Gym

Gym berada di posisi ketiga, baik yang dilakukan di pusat kebugaran maupun di rumah dengan peralatan sederhana. Di masyarakat kita, sekarang motivasi untuk gym juga cenderung berubah dari menurunkan berat badan menjadi membangun kekuatan, misalnya setelah putus cinta atau kegagalan lainnya. Unik sekali!
Salah satu yang membuat dunia gym kembali ramai adalah Hyrox, format kompetisi kebugaran yang memadukan lari dengan delapan stasiun latihan fungsional. Hyrox masuk daftar olahraga yang paling banyak dicari di Google Indonesia, dan konten persiapan menuju lomba ini sering kali memancing rasa penasaran audiens untuk ikut mencoba.
4. Bulu Tangkis

Bulu tangkis menjadi olahraga raket paling populer dan menempati posisi keempat. Aksesnya sangat mudah, dari lapangan kampung, GOR kecamatan, hingga halaman rumah, dan olahraga ini punya ikatan emosional panjang sejak Susi Susanti meraih emas Olimpiade pertama bagi Indonesia di Barcelona 1992.
Momen yang paling ramai dibicarakan umumnya datang dari Indonesia Open, turnamen level Super 1000 di Istora Gelora Bung Karno yang dikenal dengan sorakan penontonnya. Prestasi seperti medali perunggu Gregoria Mariska Tunjung di Olimpiade Paris 2024 ikut menjaga antusiasme.
Baca juga: 10 Influencer yang Hobi Badminton Paling Populer di Indonesia
5. Sepak Bola

Sepak bola berada di posisi kelima sebagai olahraga yang dimainkan, tetapi pengaruhnya di social media cenderung jauh lebih besar. Lapangan tarkam hingga fun football kantor sering kali menjadi salah satu alasan kenapa sepak bola masih tetap populer.
Selain itu, sepak bola juga populer karena budayanya yang sudah mengakar di Indonesia. Terutama ketika perjalanan Tim Nasional Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang berlanjut hingga putaran keempat pada Oktober 2025, membuat percakapan soal sepak bola hampir tidak pernah sepi. Akun TikTok Timnas Indonesia yang dikelola PSSI rutin menyajikan konten di balik layar, dan euforia seperti ini sering kali dimanfaatkan brand untuk mendekati penggemar.
6. Renang

Renang menempati posisi keenam dan umumnya dipilih karena minim risiko cedera sendi serta cocok untuk semua usia. Kolam umum hingga fasilitas di kompleks perumahan membuatnya mudah dijadikan aktivitas keluarga.
Renang juga tidak hanya milik atlet atau anak yang ikut les. Akuatik Indonesia, induk organisasi renang nasional, menggelar kategori masters untuk perenang dewasa, termasuk 3rd Southeast Asia Aquatic Master Championship 2026, sementara konten koreksi teknik dan kelas renang dewasa kerap muncul di media sosial.
7. Futsal

Futsal di posisi ketujuh menjadi versi sepak bola yang paling praktis bagi warga kota. Lapangan sewaan mudah ditemukan, jumlah pemain lebih sedikit, dan jadwal main malam hari cocok untuk pekerja kantoran yang ingin tetap aktif.
Popularitas futsal semakin terasa setelah Timnas Futsal Indonesia menjuarai Piala AFF Futsal 2024 di Thailand. Awal 2026, Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal AFC di Jakarta dan melaju hingga final sebelum kalah adu penalti dari Iran, momen yang ikut meramaikan konten futsal di social media.
8. Yoga

Yoga berada di posisi kedelapan dan mewakili kebutuhan olahraga yang sekaligus menenangkan pikiran. Latihannya bisa dilakukan di studio hingga ruang tamu dengan panduan video.
Komunitas yoga cenderung aktif menggelar sesi latihan terbuka, terutama menjelang Hari Yoga Internasional setiap 21 Juni. Konten yoga di media sosial juga banyak hadir dalam bentuk tantangan pose, rutinitas pagi, atau sesi latihan di lokasi wisata yang dekat dengan tren wellness travel.
9. Pilates

Pilates menempati posisi kesembilan, tetapi momentumnya sedang kuat. Latihan yang berfokus pada kekuatan otot inti, postur, dan pernapasan ini banyak dilirik pekerja kantoran yang ingin memperbaiki postur akibat terlalu lama duduk.
Pilates berada di urutan kedua olahraga yang paling banyak dicari di Google Indonesia sepanjang 2025. Studio reformer pilates semakin mudah ditemukan di kota besar, dan konten estetik dari dalam studio, lengkap dengan outfit dan suasana kelasnya, sering kali membuat olahraga ini terlihat sebagai bagian dari gaya hidup urban.
10. Padel

Padel menutup daftar, tetapi menjadi cabang dengan pertumbuhan paling mencolok. Olahraga raket yang selalu dimainkan dua lawan dua ini relatif mudah dipelajari pemula, dan lapangannya lebih kecil dari tenis.
Pertumbuhan padel terlihat dari banyaknya lapangan baru, dengan Jakarta, Banten, dan Bali sebagai wilayah paling aktif, serta deretan selebriti yang rutin membagikan momen bermain. Padel juga resmi dipertandingkan untuk pertama kalinya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, sehingga sorotan terhadap olahraga ini dapat terus bertambah.
Baca juga: 10 Influencer Padel Paling Populer di Indonesia
Dari sepuluh olahraga paling populer di Indonesia di atas, olahraga yang mudah diakses dan punya komunitas aktif cenderung bertahan lama, sementara prestasi atlet dan event besar menjadi pemicu yang engagement-nya meledak di social media.
Wellness trend membuka peluang baru bagi brand untuk terhubung dengan konsumen melalui aktivitas yang semakin dekat dengan gaya hidup mereka. Tren ini tidak hanya dimanfaatkan oleh brand olahraga, tetapi juga merambah berbagai industri. Holywings, misalnya, menghadirkan Holywings Wellness Club, sementara Jago Coffee mengemas aktivitas lari melalui Jago Lari dengan konsep Silent Disco Run dan Coffee Rave Party.
Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa brand tidak harus menjual produk olahraga untuk ikut masuk ke dalam tren wellness. Brand makanan dan minuman, fashion, skincare, hingga produk kesehatan juga dapat memanfaatkan momentum ini melalui brand activation, community collaboration, dan influencer marketing.
Kuncinya adalah menemukan cara yang relevan untuk menghubungkan produk dengan aktivitas serta minat audiens. Dengan menggandeng KOL yang tepat, brand dapat menjangkau komunitas yang sesuai sekaligus membangun kedekatan dengan calon konsumen.
Siapkan Campaign Produk Anda Bersama KOL yang Tepat di KOL.ID!
Setiap komunitas olahraga memiliki karakteristik dan kreatornya sendiri, mulai dari pelari, pemain padel, hingga instruktur pilates. Untuk memaksimalkan campaign produk olahraga, apparel, minuman, atau produk lifestyle, Anda dapat membandingkan tarif dan performa kreator melalui fitur cek rate card di KOL.ID.
Selain itu Anda juga bisa cek ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube. Setelah menemukan kreator yang sesuai dengan target audiens. Yuk, coba sekarang!
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.