Gen Z sangat terkenal sebagai generasi yang sangat up-to-date terhadap media sosial. Menurut data dari CTAM, Gen Z adalah generasi yang paling aktif di media sosial, dengan sekitar 90% setidaknya memiliki satu akun media sosial.
Dengan perilaku konsumen yang semakin menyukai belanja online melalui e-commerce dan media sosial, penting bagi brand untuk memahami jenis konten yang disukai Gen Z. Salah satu tipe konten yang paling menarik perhatian mereka adalah video review dan haul. Konten ini tidak hanya seru ditonton, tetapi juga berpengaruh besar dalam membentuk keputusan pembelian.
Nah, pertanyaannya, kenapa brand harus mengetahui jenis konten yang disukai Gen Z? Lalu, benarkah konten review dan haul video paling berpengaruh bagi Gen Z untuk memutuskan pembelian? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Jenis Konten yang Disukai Gen Z
Bagi brand yang masih bingung dalam menentukan jenis konten yang tepat untuk brief campaign KOL atau influencer, terdapat beberapa jenis konten yang disukai Gen Z bahkan sangat mempengaruhi keputusan pembelian.
Berdasarkan Bazaarvoice Shopper Preference Report 2025 yang melibatkan lebih dari 8.000 konsumen di enam negara, 79% Gen Z dan milenial kini menjadikan social media bagian dari perjalanan belanja mereka. Sebanyak 56% konsumen usia 18 sampai 34 tahun bahkan pernah membeli produk karena rekomendasi kreator, jauh di atas konsumen usia 55 tahun ke atas yang hanya 11%.

Artinya, media sosial dan aplikasi mobile yang mereka gunakan menjadi saluran yang sangat kuat untuk pemasaran dan promosi produk. Gen Z cenderung mencari rekomendasi produk dari konten TikTok, Instagram, atau YouTube yang menawarkan konten visual dan pengalaman langsung dari pengguna lain.
Nah, lantas jenis konten video seperti apa yang disukai Gen Z dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian? Berikut datanya di bawah ini:
1. Review Video
Bazaarvoice mencatat video unboxing dan review produk menjadi konten kreator paling efektif mendorong pembelian, dipilih 46% Gen Z dan milenial. Ketertarikan terhadap format ini juga cenderung menurun seiring bertambahnya usia, yang menunjukkan konsumen muda mencari informasi sekaligus keaslian dari konten kreator.
Konten ini memberikan audiens penjelasan yang mendalam mengenai produk, baik dari segi kualitas, manfaat, hingga kekurangannya, yang membuat mereka merasa lebih yakin untuk membeli. Gen Z cenderung lebih mempercayai ulasan jujur dari sesama pengguna atau influencer yang mereka ikuti, sehingga review video menjadi salah satu jenis konten yang sangat efektif dalam mendorong pembelian.
2. Haul Video
Data di atas juga menunjukkan bahwa 40% Gen Z yang menonton haul video merasa terpengaruh untuk membeli barang dalam video tersebut. Haul video adalah jenis konten di mana influencer atau KOL biasanya menunjukkan produk-produk yang baru mereka beli, sering kali seperti pakaian, make up, atau aksesoris lainnya.
Nah, haul video seperti itu membuat audiens dapat melihat produk tersebut dalam konteks yang lebih nyata dan relevan dengan gaya hidup mereka. Apalagi Gen Z yang sangat menyukai visual, merasa terinspirasi untuk membeli produk yang mereka anggap cocok dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
3. Before and After Video
Sebanyak 36% Gen Z dan milenial menyebut video before and after memengaruhi mereka untuk mempertimbangkan pembelian dalam setahun terakhir. Format ini efektif karena menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar klaim.
Kategori yang paling cocok memakai format ini adalah kecantikan dan perawatan diri. Bazaarvoice mencatat 53% Gen Z dan milenial membeli produk kecantikan karena rekomendasi kreator, kategori dengan persentase tertinggi dibanding kategori lain.
4. GRWM dan Konten Short-Form Lainnya
Sebanyak 46% konsumen menilai video pendek seperti TikTok, Reels, dan YouTube Shorts sebagai format paling berpengaruh dalam keputusan pembelian. Format Get Ready With Me termasuk di dalamnya, karena menampilkan proses bersiap siap secara alami dengan durasi singkat.
Kekuatan GRWM ada pada cara produk tampil dalam rutinitas nyata, tanpa editan atau filter berlebihan seperti di iklan. Audiens bisa melihat langsung bagaimana produk bekerja sebelum memutuskan membeli.
5. Nostalgia Video
Konten nostalgia membangkitkan kenangan masa lalu, sehingga mampu menciptakan ikatan emosional dengan produk atau brand. Riset GWI menemukan 53% orang merasa senang dan 40% merasa nyaman saat menikmati media bernuansa masa lalu, bahkan 37% Gen Z merasa nostalgia terhadap era 1990an meski sebagian belum lahir saat itu.
Studi yang dirilis Vevo pada 2026 juga mencatat Gen Z sebagai kelompok dengan minat terbesar terhadap konten nostalgia. Namun perlu dicatat, belum ada data yang mengukur langsung seberapa besar konten nostalgia mendorong pembelian, sehingga format ini lebih tepat dipakai untuk membangun kedekatan emosional dibanding mengejar konversi.
Bagaimana Brand bisa Menggunakan Jenis Konten ini untuk Strategi Marketing?
Ini hal yang penting bagi brand, bagaimana cara memanfaatkan jenis konten ini untuk strategi marketing? Nah, salah satu cara terbaik yaitu brand bisa berkolaborasi dengan influencer atau KOL untuk membuat konten review dan haul video.
1. Berkolaborasi dengan Influencer
Brand harus memilih influencer yang relevan dengan produk dan sesuai dengan target audiens yang ingin dijangkau. Akun Instagram, TikTok, dan YouTube terpopuler menjadi akun-akun dengan konten review atau haul video yang berpotensi tinggi views dan engagement karena audiens di platform ini sangat besar dan beragam.
Memilih influencer yang autentik dan memiliki pengaruh besar di kalangan Gen Z akan sangat membantu dalam memperkuat key message brand. Pastikan influencer yang dipilih memiliki hubungan yang baik dengan audiens dan dianggap kredibel dalam kategori produk yang Anda tawarkan.
2. Menyusun Brief Campaign dengan Jenis Konten Video yang Disukai Gen Z
Langkah selanjutnya setelah memilih influencer yang tepat, Anda bisa tentukan tujuan campaign, serta menyusun brief yang efektif. Anda bisa menentukan jenis konten video yang akan dibuat oleh sang KOL atau influencer, misalnya konten review product atau konten haul video.
Brand juga bisa menggunakan konten interaktif seperti giveaway untuk melibatkan audiens. Kontes ini memperluas jangkauan, mendorong interaksi, dan meningkatkan visibilitas produk, yang dapat meningkatkan conversion dari campaign.
3. Membuat Konten yang Menarik dan Autentik
Gen Z sangat menghargai keaslian dalam konten yang mereka konsumsi. Oleh karena itu, sangat penting bagi brand untuk menciptakan konten yang tidak terkesan dipaksakan dan menonjolkan keaslian.
Untuk itu, brand bisa membuat brief yang jelas untuk influencer yang mereka ajak bekerja sama. Brief ini harus mengarahkan influencer untuk menyampaikan pesan yang sesuai dengan gaya dan karakter mereka, tanpa mengubah cara mereka berkomunikasi dengan audiens. Pengaruh dari influencer yang autentik akan jauh lebih besar jika mereka dapat berbicara secara jujur dan tidak terkesan sedang melakukan promosi secara berlebihan.
Memahami preferensi jenis konten yang disukai Gen Z adalah kunci untuk merancang strategi marketing yang sukses di media sosial. Dengan menggunakan jenis konten ini, brand dapat meningkatkan awareness, membangun kredibilitas, dan menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiens mereka.
Jika Anda ingin berkolaborasi dengan influencer atau KOL untuk menjangkau lebih banyak audiens, Anda bisa cek rate card mereka di KOL.ID. Platform ini menyediakan tools untuk cek rate card di Instagram, TikTok, atau YouTube, sehingga proses negosiasi dapat berjalan lebih lancar. Segera cek rate card di KOL.ID dan tentukan influencer yang tepat untuk Anda!
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.