Dulu, memakai sepatu buatan Indonesia sering dianggap kurang keren dibanding brand impor. Persepsi itu perlahan berubah, dan sekarang justru banyak orang bangga menyebut sepatu lokal favoritnya lengkap dengan cerita di balik brand-nya.
Pergeseran ini juga tergambar dari data Top Brand Index 2026. Meski Adidas masih memimpin kategori sepatu kasual dengan indeks 18,1%, deretan brand lokal seperti Carvil, Ardiles, dan Fladeo berhasil menembus posisi lima besar, bersaing ketat dengan nama-nama global seperti Converse dan Bata. Riset ini menunjukkan bahwa brand lokal kini punya tempat yang solid di benak konsumen, bukan sekadar alternatif murah.
Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Populer di Indonesia
Berikut sepuluh brand sepatu lokal yang konsisten disebut sebagai favorit, lengkap dengan cerita dan keunikan yang membuatnya dikenal luas.
1. Compass

Compass berdiri sejak 1998 di Bandung dan didirikan oleh Kahar Gunawan. Brand ini dikenal lewat sepatu kanvas bergaya retro yang mengusung identitas Gazelle, dengan pendekatan desain yang kental nuansa nostalgia.
Setelah sempat mengalami masa sulit, Compass bangkit lewat rebranding pada 2018 dan kini menjadi salah satu simbol kebangkitan sepatu lokal Indonesia. Filosofi "local pride" yang diusung membuat Compass sering dikaitkan dengan gerakan bangga produk dalam negeri, dan brand ini rutin menggelar kolaborasi dengan label lain maupun figur publik.
2. Ventela

Ventela didirikan pada 2017 di Bandung oleh William Ventela, yang sebelumnya sudah menggeluti industri sepatu vulkanisir sejak 1989. Produk andalannya adalah sepatu kanvas vulkanisir dengan kualitas premium namun harga yang tetap terjangkau.
Ventela dikenal lewat berbagai lini kolaborasi, salah satunya seri Ventela RF bersama musisi Rizky Febian. Kolaborasi semacam ini memperkuat posisi Ventela di kalangan anak muda yang mengikuti tren fashion sekaligus musik.
3. Brodo

Brodo lahir dari keresahan Yukka Harlanda yang kesulitan mencari sepatu formal ukuran besar semasa kuliah. Bermodal sekitar tujuh juta rupiah, ia mulai memesan sepatu custom di Cibaduyut, Bandung, sebelum akhirnya mendirikan Brodo secara resmi pada 2013.
Kini Brodo dikenal sebagai brand sepatu formal dan kasual pria dengan desain maskulin dan bahan kulit berkualitas. Selain sepatu, Brodo juga memperluas lini produk ke tas, dompet, hingga fragrance, dan salah satu kolaborasi menariknya adalah dengan aktris Dian Sastro yang melahirkan sepatu bermotif tenun Sumba.
Baca juga: 10 Influencer Streetwear Paling Populer di Indonesia
4. Aerostreet

Aerostreet didirikan oleh Adhitya Caesarico pada 2015 di Klaten dengan motto "sekarang semua orang bisa beli sepatu bagus." Positioning ini membuat Aerostreet dikenal sebagai brand sepatu lokal dengan harga paling terjangkau di kelasnya.
Nama Aerostreet meroket lewat strategi konten yang agresif di social media, termasuk kolaborasi unik seperti Aerostreet x KFC dan Aerostreet x Wonderful Indonesia yang sempat masuk pencatatan rekor MURI. Pendekatan konten yang ringan dan relate dengan anak muda menjadi kunci mengapa brand ini terus viral di TikTok.
5. Saint Barkley

Saint Barkley lahir di Bandung dengan mengusung desain sneaker minimalis bergaya urban. Brand ini membangun citranya lewat kualitas bahan dan konstruksi yang disebut setara brand internasional, meski harganya jauh lebih terjangkau.
Nama Saint Barkley makin dikenal luas setelah produknya terlihat dipakai di berbagai acara publik, yang kemudian banyak dibahas media sebagai bukti bahwa sepatu lokal bisa mematahkan stigma "kualitas luar negeri lebih baik". Momentum ini mendorong penjualan online brand tersebut naik signifikan.
6. NAH Project

NAH Project didirikan pada Oktober 2017 di Bandung oleh empat co-founder, salah satunya Rizky. Brand ini dikenal sebagai pelopor sneaker berbahan Flexiknit, material rajut yang lebih adaptif dengan iklim tropis Indonesia dibanding sepatu impor yang cenderung tebal dan panas.
Fokus pada kenyamanan dan riset material inilah yang membuat NAH Project mendapat tempat khusus di kalangan pencinta sneaker lokal, karena dianggap berani mengambil pendekatan berbeda dari sekadar meniru desain brand luar.
7. Kodachi

Kodachi adalah salah satu brand sepatu lokal tertua di Indonesia, hadir sejak era 1970-an dengan positioning sebagai sepatu kanvas tebal yang kokoh dan tahan lama. Awalnya populer di kalangan pekerja lapangan, Kodachi kemudian merambah komunitas parkour, bulu tangkis, hingga penggemar gaya streetwear kasual.
Kodachi punya tempat khusus dalam sejarah olahraga Indonesia karena disebut menemani Susi Susanti meraih medali emas bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Warisan sejarah seperti ini membuat Kodachi tetap dikenang sebagai bagian dari "local pride" sejati.
8. Piero

Piero didirikan oleh Djimanto pada 1999 di Yogyakarta, tepat di tengah krisis moneter 1998, sebagai upaya mempertahankan lapangan kerja di pabrik Star Moon. Nama Piero sendiri berasal dari kata Jawa "Oerip" yang berarti hidup, dibalik dan disempurnakan pelafalannya.
Lini Piero Jogger menjadi produk yang membesarkan nama brand ini lintas generasi, didukung teknologi outsole Supernatural Comfort yang ringan dan mampu meredam benturan. Nama yang terdengar seperti brand Italia justru sering membuat orang salah mengira asal usulnya, padahal sepenuhnya buatan lokal.
9. Ardiles

Ardiles berdiri sejak 1950 di Surabaya di bawah naungan PT Wangta Agung, menjadikannya salah satu brand sepatu tertua di Indonesia yang sudah melewati empat generasi kepemilikan. Produknya mencakup sepatu lifestyle, sepatu performa, hingga sandal untuk pria, wanita, dan anak.
Ardiles konsisten memegang lima prinsip produk, yaitu antiselip, tahan lama, desain mengikuti tren, harga terjangkau, dan variasi pilihan yang luas. Positioning yang menyasar semua kelas ekonomi ini membuat Ardiles tetap relevan lintas generasi konsumen.
10. Geoff Max

Geoff Max didirikan oleh Yusuf Ramdhani dan Fauzan Efwanda pada 2012 di Bandung, terinspirasi dari budaya skateboard dan punk rock era 1950 sampai 1990-an. Nama brand ini bahkan diambil dari nama skateboarder legendaris, Geoff Rowley.
Filosofi brand ini sederhana, yaitu jika ada produk lokal berkualitas, mengapa harus memilih barang tiruan brand luar. Geoff Max juga aktif membangun kedekatan dengan komunitas musik indie dan punk lewat berbagai endorsement band, memperkuat posisinya sebagai brand yang lahir dari budaya jalanan.
Dari sepuluh brand di atas, terlihat bahwa sepatu lokal Indonesia punya karakter yang beragam, mulai dari sejarah panjang, keunggulan material, sampai kedekatan dengan budaya anak muda. Kombinasi cerita dan kualitas inilah yang membuat masing-masing brand punya basis penggemarnya sendiri.
Salah satu contoh kolaborasi yang berhasil menarik perhatian datang dari Ventela, lewat lini Ventela RF bersama musisi Rizky Febian. Kolaborasi semacam ini memperlihatkan bagaimana figur publik dengan basis penggemar besar dapat memperkuat brand awareness sebuah brand sepatu lokal di mata konsumen muda.
View this post on Instagram
Siapkan Campaign Produk Anda Bersama KOL yang Tepat di KOL.ID!
Sebelum menggandeng kreator untuk campaign produk fashion, pastikan Anda sudah membandingkan performa dan budget yang dibutuhkan. Lewat fitur cek rate card di KOL.ID, Anda dapat cek rate card mereka berdasarkan data real time, lalu melihat ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube. Mulai cek rate card sekarang dan temukan KOL yang paling sesuai dengan karakter brand Anda di KOL.ID!
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.