Discovery Campaign Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
Blog › Glossary › Core

Core

Hero image of a city skyline at night

Dari cottagecore sampai gorpcore, akhiran core kini menempel pada banyak kata untuk menamai gaya, suasana, hingga kebiasaan tertentu di internet. Jika Anda sering melihat istilah berakhiran core di kolom komentar atau judul video, ini merupakan bagian dari cara netizen mengelompokkan trend.

Awalnya, akhiran ini lekat dengan nama genre musik tertentu. Seiring waktu, penggunaannya meluas ke dunia busana, dekorasi, hingga gaya hidup sehari-hari.

Bagi brand dan kreator, memahami core membantu membaca trend estetika yang sedang diminati audiens. Pemahaman ini juga berguna untuk menilai apakah sebuah trend layak diadaptasi tanpa kehilangan identitas.

Apa Itu Core?

Core adalah akhiran yang ditambahkan pada sebuah kata untuk menamai estetika, gaya, atau suasana tertentu yang memiliki ciri visual dan nilai yang khas. Contohnya, kata cottage digabung dengan core menjadi cottagecore untuk menggambarkan gaya hidup bernuansa pedesaan yang hangat dan sederhana.

Dalam penggunaan sehari-hari, core tidak selalu serius. Netizen sering menciptakan istilah berakhiran core hanya untuk menamai suasana tertentu secara jenaka, selama istilah tersebut mudah dipahami dan terasa relatable bagi banyak orang. Fleksibilitas inilah yang membuat akhiran core mudah dipakai untuk berbagai topik.

Karena sifatnya yang cair, makna sebuah core dapat berkembang sesuai cara komunitas memakainya. Itu sebabnya satu istilah dapat memiliki tafsir yang sedikit berbeda di setiap platform.

Contoh Core yang Sering Ditemui

Agar lebih mudah dibayangkan, berikut beberapa contoh core yang sering muncul di media sosial.

1. Cottagecore

Gaya ini menonjolkan suasana pedesaan, alam, dan kehidupan yang tenang. Elemen yang sering muncul antara lain pakaian bernuansa lembut, dekorasi kayu, dan aktivitas seperti berkebun atau memanggang.

2. Gorpcore

Gorpcore memadukan pakaian outdoor yang fungsional, seperti jaket tahan angin dan sepatu gunung, ke dalam gaya berpakaian sehari-hari. Gaya ini populer karena terlihat praktis sekaligus modis. Brand pakaian dan perlengkapan luar ruang sering memanfaatkan gaya ini untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

3. Underconsumption Core

Trend ini mendorong orang untuk membeli secukupnya dan memakai barang lebih lama. Pembahasan lengkapnya dapat Anda baca di sini.

4. Core Ciptaan Netizen

Selain yang sudah dikenal luas, netizen kerap membuat core baru untuk suasana sehari-hari, misalnya suasana musim ujian atau akhir bulan. Misalnya “UTS Core”, “Ujian Core”, dan lain-lain. Istilah semacam ini biasanya muncul cepat dan hilang cepat pula. Meskipun demikian, istilah semacam ini tetap berguna untuk membaca suasana hati dan topik yang sedang dibicarakan audiens. 

Bahkan di Indonesia sendiri sudah ada account yang secara khusus membuat konten mengennai core. Mari simak video berikut:

@_core.id_

 

♬ suara asli - CORE INDONESIAN

Jika tertarik untuk terus mengikuti update core seperti tadi, Anda bisa cek Core Indonesian di bawah ini:

Peluang Memanfaatkan Trend Core bagi Brand dan Kreator

Popularitas core membuka ruang kreativitas bagi brand maupun kreator, selama diterapkan dengan tepat. Brand dapat menyesuaikan konsep visual produk dengan core yang relevan agar terasa dekat dengan komunitasnya, tanpa meninggalkan brand identity yang sudah dibangun. 

Apabila Anda ingin menggunakannya menjadi sesuatu yang related dengan komedi, maka Anda wajib pantau social media trends, lihat bagaimana core digunakan. Selain itu, brand juga perlu memastikan bahwa visual dan caption yang dipakai benar-benar mewakili pesan yang ingin disampaikan. 

Bagi kreator, tentu saja trend ini bisa digunakan dengan baik. Selain itu dapat digunakan menjadi bahan untuk clipping content. Tentu saja ini, bisa meningkatkan engagement! Menarik bukan?

Begitulah pemahaman mengenai core. Core membantu netizen menamai suasana maupun situasi yang mereka rasakan, sekaligus menjadi penanda komunitas yang berbagi selera serupa. 

Bila Anda sedang mencari kreator yang konsisten dengan tren, pola, atau format tertentu, KOL.ID dapat membantu proses pencariannya. Anda dapat memanfaatkan KOL.ID untuk melihat, membandingkan, hingga menyesuaikan rate card influencer atau KOL secara lebih praktis dan terstruktur. KOL.ID juga menyediakan fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube sehingga memudahkan Anda menemukan kreator dengan gaya yang sesuai dengan campaign Anda.

Jadikan kami sumber pilihanmu di Google

Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.

Tambahkan KOL.ID sebagai sumber pilihan di Google