Mengevaluasi performa Google Ads tidak selalu membutuhkan perubahan pada campaign. Terkadang, marketer hanya perlu mengetahui campaign mana yang paling banyak menghabiskan budget atau mengalami penurunan conversion. Nah, Google Ads MCP memungkinkan pertanyaan semacam ini dijawab langsung oleh AI agent yang terhubung langsung dengan data dan account ads.
Menarik bukan? Agar lebih jelas, mari kita bahas secara lengkap mengenai Google Ads MCP!
Apa Itu Google Ads MCP?

Google Ads MCP adalah server MCP yang menghubungkan AI agent dengan Google Ads API. Google memperkenalkan proyek open source ini pada 7 Oktober 2025 melalui repositori Google Ads MCP di GitHub.
Melalui connection tersebut, AI agent dapat menerjemahkan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari menjadi query untuk mengambil data akun. Marketer tidak perlu menyusun Google Ads Query Language (GAQL) secara manual untuk setiap kebutuhan analisis.
Namun, sayangnya server resmi Google ini hanya mendukung akses read-only. Jadi, AI hanya dapat mengambil metrik, memeriksa status campaign, dan membantu menganalisis performa, tetapi tidak dapat mengubah bid, stop campaign, atau membuat aset baru melalui tool yang tersedia.
Tool yang Tersedia di Google Ads MCP
Google menjelaskan bahwa saat ini ada tiga tool yang mendukung proses pengambilan data akun dan analisis performa.
1. List Accessible Customers
Tool ini menampilkan daftar akun Google Ads yang dapat diakses oleh pengguna terautentikasi. Informasi tersebut membantu AI agent menentukan akun yang akan diperiksa, terutama ketika agensi mengelola beberapa akun klien.
2. Search
Tool ini menjalankan query GAQL untuk mengambil data seperti metrik performance, budget, dan status campaign. Marketer cukup menyampaikan kebutuhan analisis, sedangkan AI agent membantu menyusun query yang sesuai.
Hasilnya dapat digunakan untuk menyusun report atau mengidentifikasi perubahan performance. Meski begitu, interpretasi data tetap perlu mempertimbangkan periode pengukuran, attribution, dan konteks campaign.
3. Get Resource Metadata
Tool ini mengambil metadata dari resource Google Ads API, termasuk jenis resource dan field yang tersedia untuk query. Informasi tersebut membantu AI agent menyusun query yang sesuai dengan struktur API.
Perbedaan Google Ads MCP dan Meta Ads MCP
Perbedaan utamanya terletak pada kemampuan yang tersedia di masing-masing server. Google Ads MCP resmi berfokus pada pengambilan data, sedangkan Meta Ads MCP mampu mendukung operasi untuk membuat atau mengubah campaign.
Bagi brand, Google Ads MCP lebih sesuai untuk kebutuhan reporting dan audit yang tidak memerlukan perubahan langsung pada akun. Sementara itu, MCP dengan akses mengubah data dapat mendukung workflow pengelolaan campaign, tetapi membutuhkan kontrol tambahan untuk mencegah perubahan yang tidak diinginkan.
Perlu dicatat, kemampuan tersebut bergantung pada implementasi MCP yang digunakan, bukan semata-mata platform ads-nya. Server pihak ketiga dapat memiliki tool dan izin berbeda dari server resmi. Karena itu, perbandingan sebaiknya didasarkan pada referensi teknis masing-masing implementasi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Brand
Akses read-only mengurangi risiko perubahan campaign secara langsung, tetapi tidak otomatis menjamin keamanan data. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum mengintegrasikan server ini ke workflow marketing.
- Autentikasi akun. Pastikan koneksi ke Google Ads API menggunakan metode autentikasi yang sesuai, seperti OAuth 2.0 atau service account, dengan izin akses yang diperlukan.
- Keamanan akses. Batasi akses server hanya untuk pihak yang berkepentingan. Jika menggunakan Cloud Run, pastikan endpoint dilindungi autentikasi agar data akun tidak diakses sembarangan.
- Validasi data. Cek kembali spend, conversion, dan status campaign melalui Google Ads sebelum mengambil keputusan. Pastikan hasil analisis AI sesuai dengan data aktual dan periode campaign yang diperiksa.
Untuk campaign yang melibatkan kreator, data Google Ads juga dapat dianalisis bersama metrik reach dan CPM. Namun, perbandingan lintas channel perlu memperhitungkan perbedaan attribution, format, dan tujuan campaign agar kesimpulannya tidak menyesatkan.
Bagi brand yang menggabungkan paid ads dengan influencer marketing, analisis performa ads dapat dilengkapi dengan evaluasi kreator yang sesuai dengan target campaign. KOL.ID menyediakan fitur untuk melihat dan membandingkan rate card influencer atau KOL, serta mengakses ranking kreator di Instagram, TikTok, dan YouTube. Dengan begitu, brand dapat mengevaluasi pilihan kreator berdasarkan kebutuhan campaign sebelum menentukan kolaborasi.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.