Saat scroll TikTok, Anda mungkin sering menemukan dance challenge, video edit dengan transisi cepat, hingga content jedag-jedug (JJ) yang muncul di For You Page (FYP). Ada satu elemen yang hampir selalu menyertai video-video tersebut, yaitu musik. Bahkan, tidak jarang sound yang digunakan justru lebih mudah diingat daripada visual content-nya.
Bagi kreator, sound yang tepat dapat membantu content mengikuti trend dan menjangkau audiens lebih luas. Sementara bagi brand, pemilihan musik perlu diperhatikan agar campaign tetap relevan sekaligus aman dari masalah lisensi.
Apa Itu Music TikTok?
Sebelum membahas jenis dan pemanfaatannya, ada satu hal yang perlu diluruskan. Istilah Music TikTok dalam pembahasan ini tidak merujuk pada aplikasi streaming TikTok Music yang pernah diluncurkan secara terpisah.
TikTok Music resmi ditutup pada 28 November 2024. Setelah itu, TikTok tetap mengembangkan fitur penemuan musik melalui Add to Music App, yang memungkinkan pengguna menyimpan lagu dari TikTok ke playlist di layanan streaming seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, dan YouTube Music.
Adapun Music TikTok yang dimaksud kita bahas di sini adalah musik dan sound yang digunakan kreator untuk membuat content di TikTok. Bentuknya beragam, mulai dari lagu resmi milik musisi atau label, original sound yang dibuat pengguna, hingga potongan audio yang ramai digunakan sebagai bagian dari sebuah trend.
Jenis musiknya pun beragam, mulai dari pop dan hip hop hingga lagu daerah berbahasa Jawa. Ketika sebuah sound mulai banyak digunakan, musik tersebut bisa menjadi populer dalam waktu singkat karena muncul di berbagai format content, seperti dance, lipsync, video komedi, hingga storytelling.
Jenis Music TikTok yang Ramai Dipakai di Indonesia
Music TikTok hadir dalam berbagai genre dan karakter. Setiap jenis musik biasanya memiliki pola penggunaan yang berbeda, tergantung pada suasana lagu, lirik, dan content yang ingin dibuat. Berikut beberapa jenis yang ramai digunakan di Indonesia.
1. Music TikTok Pop
Musik pop cukup fleksibel untuk berbagai jenis content karena melodinya mudah diingat dan liriknya sering berkaitan dengan pengalaman sehari-hari. Beberapa waktu lalu, misalnya, lagu "Blue" dari Yung Kai banyak digunakan untuk content galau, quotes, dan kenangan. Sementara itu, "That's So True" dari Gracie Abrams kerap mengiringi video diary, cover lagu, hingga montage bersama pasangan.
Memasuki 2026, lagu "rollerblade" dari no na dengan sentuhan gamelan juga menarik perhatian pengguna TikTok. Lagu ini memicu content berbasis lirik, mulai dari video bernyanyi hingga cover. Karakter musik pop yang mudah dikaitkan dengan berbagai situasi membuatnya cocok untuk content storytelling maupun soft selling. Meski begitu, suasana lagu tetap perlu disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan.
2. Music TikTok Hip Hop
Hip hop identik dengan beat yang kuat dan ritme yang cocok untuk content berenergi. Pada 2025, lagu "Garam dan Madu (Sakit Dadaku)" dari Tenxi, Jemsii, dan Naykilla, yang memadukan hip hop dengan dangdut atau dikenal sebagai hip-dut, banyak digunakan untuk berbagai content. Lagu "MMG (My Mine Gue)" dari Naykilla juga menarik perhatian pada 2026, salah satunya melalui trend makeup transformation bergaya Y2K.
3. Music TikTok JJ
JJ merupakan singkatan dari jedag-jedug, yaitu gaya video dengan potongan visual cepat, efek cahaya berkedip, dan musik bergaya DJ. Content ini biasanya dibuat dari foto atau beberapa klip yang disusun mengikuti ketukan musik. Efek kecepatan dan transisi visual juga sering ditambahkan menggunakan aplikasi editing seperti CapCut.
Karena mengandalkan ritme dan perubahan visual, musik JJ sering digunakan untuk montage, velocity edit, hingga video yang menampilkan produk secara bergantian. Format ini cocok untuk content yang ingin memberikan kesan dinamis, tetapi kurang ideal untuk menyampaikan informasi panjang karena visual dan musik yang cepat dapat mengalihkan perhatian penonton.
4. Music TikTok Daerah
Musik daerah juga memiliki tempat tersendiri di TikTok. Popularitasnya menunjukkan bahwa lagu dengan bahasa lokal tetap bisa menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan ketika sebagian pendengarnya tidak memahami liriknya.
Pada 2024 bahkan hingga saat ini, lagu berbahasa Jawa seperti "Wirang" dari Denny Caknan dan "Tresno Tekan Mati" dari NDX AKA masih ramai digunakan sebagai sound. Keduanya banyak dikaitkan dengan content bertema patah hati karena lirik dan melodinya mudah diingat.
Sementara itu, pada 2025, lagu dari kawasan Indonesia Timur juga ikut mendapatkan perhatian. "Tabola Bale" dari Silet Open Up menggunakan bahasa daerah Nusa Tenggara Timur dan populer di berbagai content. Selain itu, lagu "Stecu Stecu" dari Faris Adam juga banyak digunakan untuk video joget, cover dance, lipsync, hingga content bersama pasangan.
Bagaimana Brand Memanfaatkan Music TikTok?
Music TikTok dapat dimanfaatkan untuk membuat content lebih menarik dan mendorong audiens berinteraksi. Pemilihan sound tidak harus selalu mengikuti lagu yang sedang viral. Hal terpenting adalah menyesuaikan musik dengan konsep video, karakter audiens, dan pesan yang ingin disampaikan.
Ada beberapa cara untuk memanfaatkan Music TikTok agar content terasa lebih relevan dan menarik perhatian audiens.
1. Pilih Musik yang Sesuai dengan Konsep Content
Pilih sound yang mendukung suasana dan pesan dalam video. Musik dengan tempo cepat, misalnya, cocok untuk dance challenge, video transisi, atau montage. Sementara itu, lagu dengan melodi yang lebih tenang dapat digunakan untuk storytelling, video keseharian, atau content yang ingin membangun suasana tertentu.
Anda juga bisa memanfaatkan sound yang sedang populer selama masih sesuai dengan konsep content. Dengan begitu, video tetap relevan dengan trend tanpa terkesan memaksakan penggunaan musik tertentu.
2. Perhatikan Izin Penggunaan Musik
Tidak semua musik yang tersedia di TikTok dapat digunakan untuk content komersial. TikTok menyediakan music library umum untuk penggunaan pribadi dan Commercial Music Library untuk kebutuhan komersial. Pada Mei 2023, TikTok menyebutkan bahwa Commercial Music Library memiliki lebih dari satu juta pilihan musik dan sound yang telah mendapatkan izin untuk penggunaan komersial di TikTok.
Ketentuan ini juga perlu diperhatikan ketika membuat content kerja sama atau promosi produk. Pastikan musik yang digunakan memiliki izin sesuai kebutuhan content. Jika menggunakan lagu di luar Commercial Music Library, periksa hak penggunaannya dan pastikan sudah mendapat persetujuan dari pemilik lagu atau pihak terkait.
3. Ikuti Trend dan Kembangkan dengan Gaya Sendiri
Menggunakan sound yang sedang ramai dapat menjadi cara untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Namun, Anda tidak harus meniru content lain secara persis. Coba kembangkan sound tersebut dengan konsep, gaya editing, atau storytelling yang berbeda agar video tetap memiliki ciri khas.
Misalnya, sebuah sound yang awalnya banyak digunakan untuk dance challenge bisa diadaptasi menjadi video transisi outfit, tutorial singkat, atau content keseharian. Dengan begitu, satu musik dapat digunakan untuk berbagai ide content tanpa kehilangan relevansinya.
Hal yang Perlu Dihindari
Penggunaan Music TikTok memang dapat membantu campaign menarik perhatian audiens. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar content tidak menimbulkan masalah setelah dipublikasikan.
1. Menggunakan Music TikTok Tanpa Izin Lisensi
Musik yang bisa digunakan untuk content pribadi belum tentu memiliki izin untuk kebutuhan komersial. Tanpa kejelasan lisensi, content brand berisiko mengalami pembatasan atau masalah hak cipta. Karena itu, cantumkan sumber musik, usage rights, dan batas penggunaannya dalam MoU agar kesepakatan antara brand dan kreator lebih jelas.
2. Terlambat Mengikuti Trend Music TikTok
Sound yang sedang ramai digunakan bisa kehilangan popularitas dalam waktu singkat. Jika proses produksi terlalu lama, content berisiko tayang ketika audiens sudah mulai beralih ke trend lain. Brand dan kreator perlu memantau perkembangan sound serta menyesuaikan jadwal produksi agar tidak kehilangan momentum.
3. Memilih Music TikTok Hanya karena Sedang Populer
Tidak semua Music TikTok yang viral cocok dengan karakter brand. Lagu dengan lirik, suasana, atau konteks tertentu bisa saja bertentangan dengan pesan yang ingin disampaikan. Sebelum menggunakan sebuah sound, periksa makna lirik, karakter audiens, dan kesesuaiannya dengan campaign.
Cek Rate Card Influencer dan KOL dengan Mudah di KOL.ID
Music TikTok dapat membantu brand membangun awareness dan mendorong partisipasi audiens melalui content yang dekat dengan kebiasaan mereka di social media. Agar campaign berjalan lebih efektif, pemilihan kreator tetap perlu disesuaikan dengan target audiens, karakter content, dan kebutuhan brand.
Melalui fitur ranking KOL di TikTok, Instagram, dan YouTube, brand dapat menemukan kreator yang sesuai dengan kebutuhan campaign. Sementara itu, kreator dapat membuat rate card resmi untuk menampilkan data performance dan informasi kerja sama kepada calon partner.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.