Discovery Campaign Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
Blog › Glossary › RTE (Ready to Edit) Content

RTE (Ready to Edit) Content

Hero image of a city skyline at night

Tidak semua brand membutuhkan video yang sudah selesai diedit. Sebagian justru lebih memilih menerima bahan mentah dari kreator agar tim internal atau agency mereka bisa melakukan editing sendiri sesuai identitas brand dan kebutuhan campaign.

Pola kerja sama ini dikenal sebagai Ready to Edit atau RTE. Dalam format ini, kreator bertugas memproduksi dan merekam konten sesuai brief, kemudian menyerahkan seluruh materi kepada brand untuk diproses lebih lanjut. Seperti halnya RTP, istilah RTE berkembang dari praktik kerja sama antara kreator, brand, dan agency. Karena itu, detail pekerjaan dan komponen yang harus diserahkan perlu disepakati sejak awal.

Apa Itu RTE Content?

Perbedaan utama RTE dengan format konten lainnya terletak pada pihak yang bertanggung jawab melakukan editing.

Ready to Edit content adalah format kerja sama ketika kreator menyerahkan materi konten dalam bentuk file mentah atau raw footage kepada brand atau agency untuk diedit sendiri. Materi tersebut dapat berupa rekaman video, audio, dan berbagai footage pendukung.

Dalam format ini, kreator bertanggung jawab merekam konten sesuai brief, sedangkan proses editing menjadi tanggung jawab brand atau agency. Mereka memiliki keleluasaan untuk menentukan potongan video, urutan klip, penambahan teks, musik, hingga elemen visual lainnya.

Dalam praktik UGC internasional, penyerahan raw footage juga sering digunakan agar brand bisa mengembangkan beberapa variasi konten dari satu sesi shooting. Kreator pun tidak selalu diwajibkan post konten tersebut di akun pribadi karena fokus kerja samanya adalah produksi aset konten.

Apa Saja yang Termasuk dalam Paket RTE?

Agar proses editing berjalan lancar, kreator perlu memastikan seluruh materi yang diserahkan sudah sesuai dengan kebutuhan brand. Berikut beberapa komponen yang umumnya perlu disiapkan.

1. Raw Footage dengan Beberapa Take

Kreator perlu menyediakan rekaman utama dalam beberapa take agar editor memiliki lebih banyak pilihan footage. Pengambilan ulang pada bagian penting, seperti hook dan call to action, juga dapat membantu editor mendapatkan hasil terbaik tanpa perlu meminta kreator melakukan shooting ulang.

2. Variasi Hook dan Penutup

Kreator dapat menyediakan beberapa versi pembuka dan penutup untuk satu konten yang sama. Dengan begitu, brand bisa mencoba berbagai variasi hook dan CTA untuk melihat format mana yang paling efektif menarik perhatian audiens.

Cara ini juga membuat brand lebih fleksibel dalam mengembangkan beberapa versi konten tanpa harus melakukan shooting ulang dari awal.

3. Audio dan B-Roll

Selain video utama, kreator juga perlu menyediakan rekaman audio yang jelas dan B-roll sebagai footage pendukung. Misalnya, video produk dari berbagai sudut, detail penggunaan produk, atau aktivitas lain yang relevan dengan isi konten.

Sebagai gambaran, beberapa templat brief UGC mencantumkan spesifikasi seperti video vertikal 9:16 dengan resolusi 1080p atau 4K, pencahayaan alami, audio yang jernih, serta rekaman tanpa filter, musik, dan teks di layar. Dengan format ini, editor memiliki keleluasaan untuk mengolah materi sesuai kebutuhan brand.

4. Penamaan dan Penataan File

Seluruh file yang diserahkan sebaiknya disusun dalam folder dengan penamaan yang jelas dan konsisten. Misalnya, memisahkan video utama, variasi hook, audio, dan B-roll ke dalam folder masing-masing.

Hal ini mungkin terlihat sederhana, tetapi penataan file yang rapi dapat mempermudah editor menemukan materi yang dibutuhkan dan mempercepat proses produksi konten.

Perbedaan Kepentingan Kreator dan Brand dalam RTE

Karena proses editing dilakukan oleh pihak brand atau agency, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh kedua pihak sebelum memulai kerja sama.

Untuk Brand

Jika Anda mewakili brand, format RTE memberikan keleluasaan untuk mengatur hasil akhir konten sesuai kebutuhan campaign. Anda juga bisa membuat beberapa variasi video dari satu materi yang sama untuk kebutuhan pengujian iklan atau distribusi di berbagai platform.

Namun, fleksibilitas ini tetap membutuhkan editor, waktu pengerjaan, dan alur persetujuan internal yang jelas.

Pastikan proses editing tidak mengubah konteks pernyataan kreator atau menambahkan klaim produk yang tidak pernah disampaikan. Jika hasil akhir nantinya akan di-post melalui akun kreator, sepakati tahap approval sebelum konten dipublikasikan.

Untuk Kreator

Jika Anda seorang kreator, perlu dipahami bahwa menyerahkan raw footage berarti memberikan materi yang nantinya dapat diedit kembali oleh pihak brand. Karena itu, harga paket RTE sebaiknya dibedakan dari harga video yang sudah selesai diedit.

Beberapa panduan tarif UGC internasional juga memperlakukan raw footage sebagai komponen tambahan dengan biaya tersendiri. Namun, besarannya dapat berbeda tergantung jumlah footage, kompleksitas produksi, dan kesepakatan dengan brand.

Selain harga, pastikan Anda juga memahami siapa yang berhak mengedit konten, di platform mana materi boleh digunakan, serta berapa lama masa penggunaannya. Hal ini termasuk izin penggunaan wajah dan suara Anda. Untuk memperjelas batas kewenangan tersebut, pahami konsep content ownership dan creative control.

Hal yang Perlu Dihindari dalam Kerja Sama RTE

Meskipun memberikan fleksibilitas bagi brand, format RTE tetap memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah selama kerja sama berlangsung.

1. Hak Editing yang Tidak Disepakati

Tanpa kesepakatan yang jelas, kreator bisa merasa kontennya digunakan atau diedit di luar kesepakatan awal. Karena itu, tentukan sejak awal batas editing, platform distribusi, dan masa penggunaan konten melalui kesepakatan usage rights.

2. File yang Berantakan

File tanpa penamaan dan struktur folder yang jelas dapat memperlambat pekerjaan editor. Untuk menghindarinya, sepakati format file, resolusi video, dan sistem penataan folder sebelum proses shooting dimulai.

3. Editing yang Mengubah Makna Konten

Pemotongan video yang tidak tepat dapat membuat pernyataan kreator kehilangan konteks atau bahkan memiliki makna berbeda dari yang sebenarnya. Karena itu, editor perlu memastikan setiap potongan video tetap mempertahankan maksud asli dari pernyataan kreator.

Jika diperlukan, hasil editing bisa dikonsultasikan kembali kepada kreator sebelum digunakan.

4. Posting Konten Tanpa Persetujuan

Jika hasil akhir konten akan dipublikasikan melalui akun pribadi kreator, jangan langsung post tanpa persetujuan terlebih dahulu. Pastikan kreator sudah melihat dan menyetujui hasil editing, termasuk caption dan pengungkapan kerja sama apabila diperlukan.

Buat Rate Card Influencer dan KOL dengan Mudah hanya di KOL.ID

Format Ready to Edit memberikan fleksibilitas bagi brand untuk mengolah materi konten sesuai kebutuhan campaign. Namun, agar kerja sama berjalan lancar, kreator dan brand perlu menyepakati komponen pekerjaan, hak penggunaan, serta biaya produksi sejak awal.

Bagi kreator, Anda bisa menyusun rate card dengan memisahkan harga produksi video final dan paket raw footage agar brand lebih mudah memahami layanan yang ditawarkan. Sementara itu, bagi brand, Anda bisa mengecek dan membandingkan rate card kreator di Instagram, TikTok, dan YouTube sebelum menentukan partner untuk campaign berikutnya.

Jadikan kami sumber pilihanmu di Google

Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.

Tambahkan KOL.ID sebagai sumber pilihan di Google