Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
HOME › Digital Marketing › KOL.ID Report: Fenomena Microdrama, Serial Drama yang Bikin Ketagihan

KOL.ID Report: Fenomena Microdrama, Serial Drama yang Bikin Ketagihan

Hero image of a city skyline at night

Microdrama atau yang sering disebut sebagai Drama China (Dracin) kini sering hadir dalam bentuk ads video dari platform layanan streaming film pendek. Selain itu, clipper video juga turut berperan memperluas jangkauan microdrama dengan membagikan potongan adegan menarik yang mampu memicu rasa penasaran audiens.

Microdrama adalah serial drama dengan durasi yang sangat singkat, hanya sekitar lima menit per episode. Meskipun durasinya singkat, microdrama memiliki jumlah episode yang sangat banyak sehingga membuat penonton harus terus mengikuti perkembangan cerita dengan menonton ke episode berikutnya. Cerita yang dihadirkan memiliki genre yang beragam, seringnya kisah romantis atau drama kehidupan.

@dracinidd PART 1 Ternyata Suamiku CEO #dracin #drama ♬ suara asli - Dracin Id

Dari contoh video clipper di atas, kita dapat mengetahui bahwa mayoritas genre atau tema yang diangkat dalam microdrama berfokus pada konflik yang mudah dipahami, dekat dengan kehidupan sehari-hari atau justru jauh dari kisah biasa. Misalnya, kisah seputar hubungan percintaan seperti CEO yang tidak mengungkap identitas aslinya kepada pasangan atau kisah seseorang yang mendapatkan kesempatan hidup kembali ke usia muda. 

Microdrama cenderung mengutamakan cerita yang ringkas, namun tetap memiliki elemen kejutan atau plot twist di setiap episodenya. Berdasarkan data dari Antom, jumlah penonton microdrama di Indonesia terus meningkat secara signifikan dalam periode 2024 hingga 2026. 

Dari data di atas, terlihat bahwa microdrama telah menjadi salah satu bentuk konsumsi hiburan yang digemari masyarakat, dilihat dari jumlah tersebut, demografi audiens drama China ini datang dari berbagai usia, baik pria ataupun wanita. Mengingat fenomena microdrama mampu menarik perhatian banyak orang, terutama generasi muda yang menginginkan konten yang cepat, menarik, dan menghibur, tren ini diperkirakan akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang. 

Baca juga: KOL.ID Report: Kenapa Konten Clipping Lebih Cepat Viral? Ini Alasan yang Bikin Penonton Stay & Share!

Alasan Microdrama Disukai Oleh Banyak Orang

Ada beberapa alasan mengapa microdrama disukai dan diterima, bahkan bikin ketagihan, di antaranya:

1. Durasi yang Singkat

Durasi yang dipecah dan cenderung singkat per episode menjadi salah satu faktor mengapa microdrama begitu diminati oleh audiens. Microdrama dapat dengan mudah diakses dan ditonton saat istirahat kerja, menunggu transportasi, atau dalam perjalanan. Fleksibilitas inilah yang menjadikan microdrama menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, sekaligus menjadikannya bentuk entertainment yang relevan di saat ini.

2. Kepuasan Instan (Dopamine Hitting)

Microdrama menjadi bentuk hiburan yang sangat efektif karena mampu memberikan rasa senang yang instan. Hal ini berkaitan erat dengan mekanisme kerja dopamin, senyawa kimia di otak yang dilepaskan ketika seseorang mengalami sensasi menyenangkan. Setiap episode microdrama bisa memicu reaksi emosional seperti rasa penasaran, tawa, haru, atau ketegangan. Dengan durasi yang sangat singkat dan alur cerita yang cepat, penonton menerima stimulasi emosional secara langsung tanpa perlu menunggu lama. Respons cepat inilah yang memicu pelepasan dopamin, memberikan sensasi "reward" instan di otak.

3. Plot Twist yang Buat Ketagihan

Microdrama disusun dengan alur cerita yang singkat namun padat, hadirnya plot twist atau cliffhanger di akhir setiap episode. Teknik storytelling ini dimanfaatkan untuk membangkitkan rasa penasaran penonton secara intens, sehingga mendorong mereka untuk terus mengikuti episode demi episode tanpa rasa bosan. Plot twist memberikan elemen kejutan yang membuat jalannya cerita lebih menarik. Sementara itu, cliffhanger berfungsi sebagai pemicu keterikatan emosional, membuat penonton terdorong untuk mengetahui kelanjutan cerita, sehingga penonton tertarik untuk menonton hingga akhir, walaupun penonton sudah mengetahui akhir dari ceritanya.

4. Alur Cerita yang Mudah Dipahami

Microdrama sering mengambil tema yang dekat dengan kehidupan penonton sehari-hari, seperti hubungan percintaan, persahabatan, konflik keluarga, dan tekanan sosial. Tema ini membuat cerita terasa lebih nyata sehingga penonton memiliki ikatan secara emosional dengan alur film microdrama. Terkadang, alur cerita yang dibuat dengan sentuhan hiperbola juga membuat penonton tertarik untuk menjadikannya pelarian sejenak. Berkat konsep tersebut, microdrama berhasil menjembatani kebutuhan hiburan penonton dengan pengalaman hidup di keseharian.

Nilai Ekonomi dari Microdrama

Microdrama memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, baik bagi kreator maupun platform streamingnya. Banyak platform microdrama yang mengharuskan subscription atau poin tertentu agar penonton bisa melanjutkan menonton episode berikutnya. Statista merangkum data dari berbagai laporan industri, termasuk dari BlueFocus (perusahaan digital marketing global), yang menyebutkan bahwa mayoritas pendapatan microdrama secara global berasal dari pembelian dalam aplikasi (IAP) dan langganan (sekitar 74%), sementara sisanya berasal dari iklan (25%) dan e-commerce (1%). Selain itu, salah satu perusahaan riset merangkum jumlah pendapatan industri microdrama secara global sebagai berikut:

Berdasarkan data, pendapatan dari microdrama secara global diperkirakan akan terus mengalami lonjakan signifikan. Jumlah pendapatan microdrama tahun 2026 diestimasikan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan angka pendapatan yang tercatat pada tahun 2025. Peningkatan pesat ini disebabkan oleh ekspansi monetisasi melalui pembelian dalam aplikasi live streaming.

Microdrama juga memberikan tambahan “revenue” bagi platform social media seperti TikTok, Instagram, dan Facebook yang mendapatkan keuntungan dari ads yang dilakukan oleh platform streaming microdrama, sebagaimana yang sering kita jumpai saat scrolling video. Fenomena microdrama memperlihatkan beberapa peluang strategis yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti Key Opinion Leader (KOL), brand, dan content creator.

Berbagai aspek dan karakteristik microdrama menunjukkan bahwa kekuatan narasi tidak selalu bergantung pada durasi yang panjang. Penyampaian cerita yang ringkas namun emosional justru mampu menciptakan dampak yang kuat, sehingga dapat menjadi referensi bagi brand dalam merancang campaign marketing yang lebih efektif dan relevan. Selain itu, melalui analisis performa microdrama secara mendalam, KOL dapat memperoleh insight mengenai jenis cerita, gaya penyampaian, serta durasi konten yang paling sesuai dengan preferensi audiens, sehingga strategi komunikasi dan konten yang dihasilkan dapat dioptimalkan.

Manfaatkan Platform KOL.ID untuk Campaign Anda

Bagi profesional yang berkarier di bidang marketing maupun KOL Specialist, banyak hal yang bisa dipelajari dari tren microdrama. Untuk memaksimalkan campaign, manfaatkan juga KOL.ID untuk menemukan KOL yang tepat dalam strategi marketing Anda. KOL.ID juga menyediakan fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube, yang dapat disesuaikan dengan target audiens serta tujuan campaign. Anda tidak hanya menghemat waktu dalam proses seleksi KOL, tetapi juga dapat merancang campaign yang lebih efektif, terukur, dan relevan.