Aktivitas trading ritel di Indonesia sedang berada di level yang sangat aktif. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan paling besar bukan hanya terlihat dari nilai transaksi, tetapi juga dari seberapa sering transaksi terjadi.
Sepanjang 2026 hingga Juli, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp22,5 triliun. Nilai transaksi tumbuh 24,6%, sementara frekuensi transaksi meningkat lebih tinggi, yaitu 41,9%. Selain itu, volume perdagangan juga tumbuh 30,3%.
Frekuensi transaksi yang tumbuh hampir dua kali lipat dibanding nilai transaksi menunjukkan bahwa nilai setiap transaksi cenderung lebih kecil, tetapi terjadi lebih sering. Pola seperti ini cukup menggambarkan karakter trader ritel yang aktif melakukan jual-beli instrumen investasi seperti saham.
Investor ritel kini juga punya peran yang semakin besar. Pada Juli 2026, ritel menyumbang 51,1% dari total nilai transaksi, sementara institusi asing menyumbang 35,8% dan institusi domestik 13,1%. Artinya, lebih dari separuh aktivitas transaksi harian berasal dari investor ritel.
Kondisi ini membuat informasi yang didengar ritel dari social media semakin relevan terhadap perilaku pasar. Namun, di sisi lain, kategori ini juga memiliki risiko yang cukup besar. OJK memiliki kekuatan hukum untuk menindak influencer trader yang terbukti melakukan manipulasi harga saham melalui penyebaran informasi di social media. Oleh karena itu, brand yang ingin bekerja sama dengan influencer trader perlu melakukan pemeriksaan yang lebih ketat, terutama terhadap kredibilitas, rekam jejak, dan cara content creator menyampaikan informasi investasi.
Baca juga: 10 Influencer Crypto Paling Populer di Indonesia
Influencer Trader Terpopuler di Indonesia
Berikut adalah daftar influencer trader terbaik di Indonesia yang dapat menjadi referensi bagi brand maupun audiens yang ingin melihat content creator dengan fokus pada konten trading dan pasar modal.
1. Leon Hartono

Leon Hartono adalah pendiri channel The Overpost yang kini banyak mengangkat kondisi market harian lewat format podcast. Channel YouTube-nya tercatat memiliki sekitar 814 ribu subscriber.
Sepanjang awal Agustus 2026, kontennya membahas berbagai topik seperti likuiditas IHSG yang rendah, cara membedakan bull trap dari tren bullish yang sebenarnya, hingga dampak rebalancing MSCI. Salah satu yang membedakannya adalah kebiasaannya menghadirkan praktisi pasar sebagai narasumber, sehingga kontennya lebih banyak berfokus pada pembahasan dan analisis daripada memberikan sinyal trading.
2. Andy Senjaya

Andy Senjaya memposisikan diri sebagai technical trader yang mencakup tiga market sekaligus, yaitu saham Indonesia, forex, dan crypto. Akun Instagram-nya memiliki sekitar 364 ribu followers.
Kontennya berisi analisis teknikal harian dan pembahasan tren market global, selain itu ia juga aktif memberikan ilmu fundamental di channel YouTube-nya. Ia juga konsisten mencantumkan disclaimer bahwa seluruh materi bersifat edukatif, sebuah kebiasaan yang layak diperhatikan brand saat menilai risiko reputasi dari influencer trader.
3. Michael Yeoh

Michael Yeoh dikenal lewat pendekatan price action dan pembacaan aliran dana di pasar saham. Akun Instagram-nya memiliki sekitar 313 ribu followers.
Materi yang sering ia bahas mencakup bagaimana cara membaca chart, risk management, sampai perbedaan cara kerja value investor dan technical analyst. Bio akunnya menyebut misi membantu ritel terhindar dari kerugian besar, dan ia rutin mengingatkan audiens soal akun palsu yang mencatut namanya.
4. Ellen May

Ellen May adalah pendiri Emtrade dan penulis buku trading yang sudah aktif di pasar sejak pertengahan 2000-an. Akun TikTok-nya memiliki 188,3 ribu followers per Agustus 2026.
Ia rutin membahas kapan posisi sebaiknya hold atau jual, strategi beli di area support, serta cara menyesuaikan strategi dengan kondisi market yang berbeda. Selain itu, ia juga rutin melakukan live terjadwal setiap hari kerja, terutama mengikuti sesi pembukaan market. Pola ini membuat kontennya cukup konsisten dan relatif mudah diprediksi untuk kebutuhan campaign timeline.
5. Andreas Tobing

Andreas Tobing membangun audiensnya lewat konten crypto dan saham dengan gaya yang sengaja dijauhkan dari sensasi. Akun TikTok-nya memiliki sekitar 185,1 ribu followers.
Format andalannya berupa video pendek yang membahas pergerakan market, baik saat bullish maupun bearish, lalu dilanjutkan dengan analisis yang lebih mendalam di YouTube. Ia juga sering menutup kontennya dengan pengingat untuk “do your own research”, sehingga audiens didorong untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi masing-masing. Pendekatan ini membuat kontennya cocok untuk brand yang ingin membawa pesan edukatif.
6. Narko Santoso

Narko Santoso merupakan trader bersertifikat CTA sekaligus pendiri NS Trade, dengan sekitar 161 ribu followers di Instagram. Kontennya lebih banyak membahas logika di balik kondisi yang menjadi dasar pengambilan keputusan trading, daripada menjanjikan hasil tertentu.
Di bio Instagram-nya, ia juga mengajak audiens untuk memahami logika trading, bukan sekadar ikut terbawa euforia. Pengalamannya yang tercatat di papan peringkat trader global menjadi salah satu hal yang membedakannya dari kreator trading lainnya.
7. Hengky Adinata

Hengky Adinata adalah trader saham penuh waktu sekaligus pendiri komunitas Remora Trader yang mengusung filosofi mengikuti pergerakan smart money. Akun Instagram-nya memiliki 223 ribu followers per Agustus 2026.
Materi yang ia bagikan berkisar pada cara membaca aliran dana di pasar, disiplin memotong kerugian, dan psikologi trading, termasuk lewat podcast The Overpost dan Market Minds. Bio akunnya justru menegaskan bahwa ia bukan seorang influencer, sehingga posisinya lebih dekat ke praktisi yang sesekali berbagi dibanding kreator yang mengejar volume konten.
8. Angga Andinata

Angga Andinata membahas crypto dengan sudut pandang makroekonomi, termasuk lewat proyek edukasinya di belajarbitcoin. Akun Instagram-nya memiliki sekitar 77 ribu followers per Maret 2026.
Selain analisis market, ia pernah membuat pembahasan kritis mengenai binary options dan batas antara trading dan perjudian. Posisi ini membuatnya relevan bagi brand yang membutuhkan kreator dengan sikap jelas terhadap produk berisiko tinggi.
9. Kevin Sailly

Kevin Sailly adalah trader forex dan crypto sekaligus pendiri Sailly Advanced Group. Akun Instagram-nya memiliki 30 ribu followers per Agustus 2026.
Ia kerap melakukan live streaming untuk membahas pembaruan market, termasuk pergerakan harga Bitcoin. Bio akunnya menegaskan prinsip do your own research, dan ia secara terbuka meminta audiens tidak menjadikan pandangannya sebagai satu satunya dasar keputusan.
10. Chris Apriliony

Chris Apriliony adalah full time trader yang mengantongi sertifikasi Certified Securities Analyst dan Certified Technical Analyst, sekaligus account officer di Jasa Utama Capital Sekuritas. Akun Instagram-nya memiliki 23 ribu followers per Agustus 2026.
Kontennya berisi pembacaan kondisi IHSG, evaluasi saham yang sedang tertekan, dan sindiran halus terhadap kebiasaan merekomendasikan saham tanpa dasar. Skalanya paling kecil di daftar ini, namun sertifikasi profesi dan posisinya di perusahaan sekuritas berizin membuat kredibilitasnya paling mudah diperiksa oleh tim kepatuhan brand.
Sepuluh influencer trader di atas, menunjukkan bahwa kekuatan seorang influencer tidak selalu sejalan dengan besarnya audiens. Khusus untuk influencer trader misalnya, kebiasaan menyebut risiko, mencantumkan disclaimer, dan menolak memberi janji hasil adalah hal penting yang dapat meningkatkan kredibilitasnya sebagai influencer. Bagi brand, tiga kebiasaan itu dapat dijadikan filtering awal sebelum masuk menawarkan kerja sama.
Cek Rate Card Influencer Trader di KOL.ID!
Setelah menentukan influencer trader yang sesuai, brand perlu memastikan biaya kerja sama sebanding dengan kualitas dan performa akun. KOL.ID dapat membantu proses ini melalui rate card berbasis data, sehingga brand tidak hanya mengandalkan jumlah followers saat menilai harga seorang influencer.
Brand dapat melakukan cek rate card di KOL.ID untuk menilai kewajaran harga berdasarkan data real time, lalu membandingkan kandidat lewat fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube. Di sisi lain, KOL dapat membuat rate card resmi yang menghitung engagement dan performa akun secara terukur. Yuk, buat dan cek rate card sekarang di KOL.ID!