Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
HOME › Glossary › Influencer Seeding

Influencer Seeding

Hero image of a city skyline at night

Bagi pengguna Instagram, pasti Anda pernah melihat seorang influencer yang unboxing paket menarik atau lucu di story Instagram? Biasanya ia mengunggah video unboxing paket tersebut beserta reaction dan honest review nya. Nah, bisa jadi postingan tersebut adalah strategi influencer seeding yang digunakan brand. 

Jadi, apa sih sebenarnya influencer seeding itu? Dan apa manfaatnya bagi brand? Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini! 

Apa Itu Influencer Seeding?

Influencer seeding adalah strategi pemasaran yang melibatkan pengiriman produk secara gratis kepada influencer dengan harapan mereka akan membagikan review positif kepada followersnya. 

Brand memberikan produk tersebut dengan tujuan agar influencer senang sehingga mereka mencoba, menyukai, dan membagikan pengalamannya kepada para followers. Strategi ini biasanya dilakukan tanpa adanya kewajiban formal untuk membuat konten, sehingga terasa lebih natural dan organik.

Berbeda dengan endorsement berbayar, influencer seeding lebih menitikberatkan pada hubungan jangka panjang dan pendekatan yang personal. Influencer diberikan kesempatan untuk merasakan langsung produk sebuah brand, dan jika mereka menyukainya, maka mereka akan secara sukarela mempromosikannya kepada audiens mereka.

Strategi ini sangat cocok untuk brand yang ingin membangun awareness secara luas, memperkenalkan produk baru, atau memperkuat citra brand di tengah audiens yang relevan.

Kenapa Brand Harus Mempertimbangkan Strategi Influencer Seeding?

Berikut beberapa alasan mengapa brand layak mempertimbangkan strategi ini: 

1. Meningkatkan Awareness secara Organik

Dengan mengirimkan produk ke influencer yang relevan, brand bisa mendapatkan paparan yang luas tanpa harus membayar biaya endorsement yang besar. Karena tidak ada kewajiban formal, konten yang dibuat influencer terasa lebih autentik dan menarik kepercayaan audiens.

Influencer seeding memungkinkan brand menjangkau target pasar secara langsung melalui suara yang sudah dipercaya oleh komunitasnya. Inilah yang menjadikan strategi ini sangat efektif untuk menciptakan buzz secara alami.

2. Membangun Hubungan Jangka Panjang

Ketika brand memulai seeding kepada influencer, ini membuka jalan untuk membentuk koneksi yang lebih personal dan jangka panjang. Influencer yang merasa dihargai dan diperhatikan sejak awal lebih mungkin menjadi loyal partner ke depannya.

Hubungan jangka panjang ini sangat bernilai bagi brand yang ingin memiliki “brand advocates” atau pendukung setia yang secara konsisten membagikan pengalaman positif terhadap produk mereka.

3. Biaya Lebih Efisien

Dibandingkan dengan campaign besar yang membutuhkan anggaran tinggi, influencer seeding relatif lebih hemat. Meskipun tidak semua influencer akan memposting, tetapi potensi yang dihasilkan bisa lebih besar dibandingkan investasi yang dikeluarkan.

Brand juga bisa melakukan evaluasi terhadap influencer mana yang paling aktif, paling relevan, dan memiliki engagement tinggi, sehingga mereka bisa dijadikan mitra untuk campaign berikutnya.

Bagaimana Cara Brand Menjalankan Influencer Seeding? 

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan brand untuk menjalankan strategi influencer seeding:

1. Identifikasi Influencer yang Tepat

Langkah pertama adalah memilih influencer yang sesuai dengan target audiens brand. Ini bisa dilihat dari niche konten mereka, gaya komunikasi, demografi audiens, dan nilai-nilai yang mereka angkat dalam setiap unggahan.

Pemilihan influencer yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa produk yang dikirimkan akan relevan dan menarik perhatian audiens mereka.

2. Kirimkan Produk dengan Pendekatan Personal

Setelah influencer terpilih, brand perlu mengemas produk dengan pendekatan yang personal. Sertakan kartu ucapan, pesan singkat dari brand, atau detail mengenai produk agar influencer merasa diperhatikan dan lebih tertarik untuk mencoba.

Kemasan yang menarik, pesan yang hangat, dan penyampaian yang kreatif bisa menjadi kunci agar influencer merasa terkesan dan ingin membagikan produk tersebut kepada followers mereka.

3. Monitoring dan Engagement

Setelah produk dikirimkan, brand sebaiknya tetap aktif memantau apakah ada postingan yang muncul. Jika influencer membagikan konten, berikan apresiasi seperti komentar atau repost untuk membangun kedekatan.

Meski tidak ada kewajiban untuk posting, menjaga komunikasi tetap terbuka dan sopan bisa menciptakan hubungan yang positif untuk kolaborasi selanjutnya.

Apa Saja yang Harus Ada dalam Influencer Seeding Kit?

Agar program seeding tidak terasa seperti sekedar mengirim produk, brand perlu memikirkan setiap detail dalam kit yang dikirimkan. Berikut beberapa hal yang wajib ada dalam influencer seeding kit agar menarik: 

1. Produk Utama dan Bonus

Tentu saja, inti dari seeding kit adalah produk utama yang ingin diperkenalkan. Pastikan produk dikirim dalam kondisi terbaik dan tampil maksimal. Tambahkan bonus menarik seperti ukuran mini (travel size), voucher diskon khusus, atau merchandise edisi terbatas.

Bonus ini tidak hanya memberi kesan istimewa, tapi juga meningkatkan kemungkinan produk akan diulas secara sukarela. Influencer cenderung senang membagikan hal-hal yang terasa eksklusif dan memberi value lebih bagi audiens mereka.

2. Packaging yang Kreatif dan Estetik 

Jangan remehkan tampilan luar paket. Desain packaging yang lucu, estetik, atau bahkan memiliki unboxing experience yang unik bisa mendorong influencer untuk langsung membuat konten. Misalnya, kemasan yang bisa dibuka seperti puzzle, warna-warna yang Instagramable, atau pesan-pesan kejutan yang muncul saat dibuka.

Packaging yang dipikirkan secara matang akan memberi kesan bahwa brand memperhatikan detail. Itu membuat influencer merasa dihargai. Bahkan banyak konten seeding yang justru viral hanya karena kemasannya yang out of the box.

3. Brand Message dan Storytelling yang Personal

Sisipkan kartu ucapan atau leaflet yang menjelaskan cerita di balik produk. Apa inspirasi pembuatannya, nilai-nilai yang diusung brand, dan manfaat utama produk tersebut. Gunakan bahasa yang hangat dan santai, seolah-olah brand sedang berbicara langsung dengan si penerima.

Personal touch seperti menyebut nama influencer secara langsung atau menyesuaikan isi kit dengan karakter mereka bisa menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat. Ini akan memudahkan influencer menyampaikan cerita yang lebih natural di kontennya.

4. Informasi Kontak dan Media Sosial Brand

Jangan lupa menyertakan username media sosial resmi brand serta campaign hashtag yang ingin diangkat. Ini penting agar influencer bisa dengan mudah melakukan mention, tag, atau menggunakan tagar saat membuat konten.

Bisa juga disertakan QR code yang langsung terhubung ke landing page campaign atau katalog produk. Ini akan memudahkan pelacakan dan memperluas jangkauan konten yang dibuat influencer.

Influencer seeding adalah strategi yang membangun koneksi dengan influencer di media sosial. Ketika dilakukan dengan pendekatan yang tepat, strategi ini bisa memberikan hasil maksimal dengan sentuhan yang lebih manusiawi dan autentik.

Jika brand Anda ingin mulai membangun hubungan dengan influencer melalui program seeding, langkah awalnya adalah mengenali siapa yang cocok untuk merepresentasikan produk Anda. Anda bisa cek rate card influencer yang sesuai dengan niche Anda di KOL.ID. Mulai dari beauty influencer, influencer pendidikan, hingga food vlogger populer di Indonesia, semuanya bisa di cek di KOL.ID. Segera cek rate card influencer target dan temukan influencer pilihan Anda.