Saat menelusuri social media, Anda mungkin sering menemukan label kecil bertuliskan sponsored atau bersponsor di bagian atas sebuah unggahan. Penanda ini menunjukkan bahwa konten yang sedang dilihat merupakan bagian dari kerja sama berbayar atau paid partnership.
Bagi brand maupun kreator, memahami istilah sponsored membantu menjaga komunikasi tetap transparan sekaligus memenuhi ketentuan platform tempat konten tersebut tayang. Penasaran mengenai apa itu label sponsored secara lebih dalam? Mari simak penjelasan berikut.
Apa Itu Sponsored?
Sponsored adalah label penanda yang menunjukkan bahwa sebuah konten dibuat atau ditayangkan atas dasar kerja sama berbayar antara kreator, penerbit, dan sebuah brand. Label ini membedakan konten komersial dari konten biasa.
Bentuknya bisa berupa label otomatis dari platform, keterangan pada caption, atau penyebutan langsung di dalam video. Sebagian platform menyediakan fitur khusus untuk menandai kerja sama tersebut, sehingga label muncul otomatis tanpa perlu ditulis manual oleh kreator.
Istilah sponsored bersifat umum dan mencakup berbagai bentuk kerja sama, termasuk sponsored post maupun paid partnership yang ditandai melalui fitur resmi platform.
Mengapa Penandaan Sponsored Diperlukan?
Sebelum masuk ke bentuk penerapannya, berikut beberapa alasan yang membuat penandaan ini menjadi kebutuhan.
1. Menjaga Kejujuran kepada Audiens
Audiens berhak mengetahui apakah rekomendasi yang mereka lihat bersifat komersial. Praktik ini merupakan bagian dari disclosures dalam marketing collaboration.
2. Memenuhi Ketentuan Platform
Sebagian besar platform mewajibkan konten berbayar diberi label sponsored. Untuk konten yang tidak ditandai bahkan berisiko terkena shadow banned atau ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan ini juga membantu platform membedakan konten komersial dari konten biasa.
3. Menjaga Kepercayaan Jangka Panjang
Keterbukaan justru cenderung memperkuat hubungan dengan audiens. Sebaliknya, promosi terselubung yang ketahuan dapat menurunkan brand trust sekaligus reputasi kreatornya di mata audiens setia.
Agar lebih jelas mengenai apa yang di maksud promosi terselubung, mari simak penjelasannya dari video berikut ini:
@cerita.audi Kontrn bermerk itu apa?
♬ suara asli - Mr. Audi | Story Affiliate - cerita.audi
Bentuk Konten Sponsored
Dalam praktiknya, konten bersponsor dapat muncul dalam beberapa bentuk yang berbeda. Berikut di antaranya.
1. Post Kreator
Kreator membuat konten mengenai produk brand dengan gaya penyampaiannya sendiri. Bentuk ini paling umum ditemui pada kerja sama endorsement di media sosial, baik melalui short form video, post foto, maupun live stream.
2. Iklan yang Menyerupai Konten
Materi promosi dibuat menyerupai konten biasa di platform tempat iklan itu tayang. Pendekatan seperti ini dikenal sebagai native advertising.
3. Konten Berbayar di Fitur Sementara
Promosi juga dapat tayang melalui format yang hanya bertahan sehari, seperti pada sponsored stories. Bentuk ini sering dipakai untuk mengumumkan penawaran singkat.
4. Kerja Sama dengan Media
Brand bekerja sama dengan media atau akun tertentu untuk menayangkan artikel maupun unggahan berlabel bersponsor. Bentuk ini sering dipakai untuk peluncuran produk atau pengumuman resmi yang membutuhkan jangkauan lebih luas. Media biasanya menyertakan keterangan bersponsor di bagian awal agar pembaca mengetahui statusnya sejak awal.
5. Konten Ready to Post
Materi promosi disiapkan penuh oleh brand atau agency, mulai dari video, foto, hingga caption, sehingga kreator hanya perlu mengunggahnya ke akun masing-masing sesuai arahan. Skema yang dikenal sebagai ready to post ini cenderung dipilih ketika brand ingin pesan tetap seragam dan distribusinya berjalan cepat.
Sponsored Content di TikTok
Berbeda dari platform lain, cara kerja sponsored content di TikTok sedikit berbeda karena tidak selalu dimulai dari materi iklan yang dibuat khusus oleh brand.
Konten berlabel sponsor di TikTok pada dasarnya adalah konten milik kreator atau affiliator yang kemudian diberi suntikan ads oleh seller. Video tersebut awalnya tayang sebagai unggahan organik, lalu dipromosikan agar jangkauannya lebih luas. Untuk bisa dipromosikan, affiliator umumnya perlu memberi izin (otorisasi) lebih dulu, sementara kepemilikan kontennya tetap ada pada kreator.
Namun, ada dua jalur yang umumnya terjadi. Pertama, affiliator menawarkan diri kepada seller agar videonya dijadikan iklan. Kedua, seller sendiri yang melihat performa penjualan dari video affiliator tersebut cukup memuaskan, lalu memutuskan untuk mempromosikannya.
Sponsored adalah penanda bahwa sebuah konten merupakan hasil kerja sama berbayar antara brand dan pihak yang menayangkannya. Fungsinya menjaga keterbukaan kepada audiens sekaligus memenuhi ketentuan platform tempat konten tayang.
Label ini juga memudahkan brand melacak konten mana saja yang berasal dari kerja sama resmi. Dengan penandaan yang jelas dan penyampaian yang tetap terasa alami, konten bersponsor dapat bekerja tanpa mengurangi kepercayaan audiens terhadap kreator maupun brand.
Bagi brand atau agensi yang sedang menyiapkan kerja sama berbayar dengan kreator, penilaian awal menjadi bagian yang menentukan hasilnya. Anda dapat memanfaatkan KOL.ID untuk melihat, membandingkan, hingga menyesuaikan rate card influencer atau KOL secara lebih praktis dan terstruktur. KOL.ID juga menyediakan fitur ranking KOL Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai referensi sebelum menyusun daftar kandidat.
Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.