Pasti kita sudah sangat familiar melihat konten di TikTok yang sedang mengulas produk atau makanan dan kita termotivasi untuk membelinya. Apalagi jika konten tersebut dibagikan oleh akun-akun populer dengan jutaan pengikut di Instagram, TikTok, atau YouTube, rasanya rekomendasi itu jadi lebih meyakinkan dan sulit diabaikan.
Nah, konsumen sekarang lebih percaya pada sosok yang dianggap kredibel dan mampu memberikan rekomendasi autentik yang disebut KOL, daripada iklan tradisional.
Maka dari itu, banyak brand yang menggunakan teknik KOL marketing untuk meningkatkan promosi atau pemasarannya. Lantas, apa yang dimaksud KOL marketing dan apa manfaatnya? Simak penjelasannya di bawah ini!
Apa Itu KOL Marketing?
KOL marketing adalah strategi pemasaran di mana brand atau bisnis bekerja sama dengan Key Opinion Leader (KOL) untuk meningkatkan promosinya. Berbeda dengan influencer biasa, KOL biasanya memiliki reputasi yang sudah diakui, misalnya dokter, atlet, chef profesional, atau pakar di industri tertentu. Dengan KOL, brand bisa memanfaatkan kepercayaan audiens terhadap figur tersebut untuk membangun kredibilitas dan memperkuat pesan pemasaran.
Perbedaan KOL Marketing vs Influencer Marketing
Banyak yang masih bingung membedakan antara KOL marketing dengan influencer marketing. Perbedaan paling mendasar terletak pada fokus dan tujuannya. Influencer marketing bertumpu pada popularitas dan jangkauan yang luas. Seorang influencer bisa saja tidak ahli di bidang tertentu, tetapi memiliki pengaruh besar karena interaksi intens dengan pengikutnya.
Sementara itu, KOL marketing lebih mengedepankan kredibilitas dan kepercayaan. KOL dipandang sebagai sumber informasi yang valid, sehingga konten mereka membawa bobot lebih besar.
Manfaat KOL Marketing
Beberapa manfaat KOL marketing bagi brand atau bisnis, yaitu:
1. Meningkatkan Brand Awareness
KOL memiliki followers yang loyal dan tersegmentasi, sehingga brand bisa menjangkau target pasar yang lebih relevan untuk meningkatkan brand awareness. Misalnya, seorang dokter kulit cocok untuk mempromosikan skincare, sementara atlet lari lebih relevan untuk sepatu olahraga. Dengan cara ini, brand tidak hanya dikenal luas, tetapi juga oleh audiens yang tepat.
Baca juga: 10 Dokter Skincare Paling Populer di Indonesia
2. Meningkatkan Penjualan
Dukungan dari KOL tidak hanya sebatas membangun awareness, tetapi juga mendorong audiens untuk melakukan pembelian. Mulai dari mencoba produk, menambahkan ke keranjang belanja, hingga melakukan pembelian langsung. Efek sosial dari KOL terbukti dapat mempercepat proses konversi.
Baca juga: 7 Perilaku Konsumen yang Terbentuk dari Campaign KOL, Brand Wajib Tahu!
3. Meningkatkan Kredibilitas Brand
Kolaborasi dengan KOL membuat brand lebih mudah dipercaya karena didukung oleh sosok yang sudah memiliki reputasi baik di bidangnya. Hal ini penting terutama untuk produk baru yang butuh validasi dari figur publik. Ketika KOL memberi rekomendasi, audiens melihatnya sebagai testimoni yang lebih meyakinkan dibandingkan iklan biasa.
4. Membangun Kepercayaan Konsumen
Rekomendasi dari KOL sering dianggap lebih jujur dan otentik, karena biasanya mereka hanya mendukung produk yang sesuai dengan nilai pribadi. Data dari ProfitBlitz mengungkapkan bahwa 61% konsumen mempercayai rekomendasi KOL atau influencer layaknya mereka mempercayai teman dan keluarga, sedangkan hanya 38% yang percaya pada klaim langsung dari brand.
Ini menunjukan bahwa bekerja sama dengan KOL menjadi modal besar bagi brand untuk menumbuhkan loyalitas jangka panjang, karena konsumen yang sudah percaya cenderung akan melakukan pembelian berulang.
Baca juga: Cara Bangun Social Proof Lewat KOL agar Brand Lebih Dipercaya Konsumen, Ini Tipsnya!
Cara Kerja KOL Marketing
Bagi Anda yang bingung bagaimana sebenarnya KOL marketing berjalan, maka simak penjelasannya di bawah ini:
1. Menentukan Tujuan Campaign
Langkah pertama adalah menetapkan tujuan atau objective yang jelas, apakah untuk awareness, engagement, atau sales. Tujuan ini akan menentukan pilihan KOL, jenis konten, hingga metrik yang dipantau. Tanpa tujuan yang spesifik, sulit mengukur keberhasilan kampanye.
2. Memilih KOL yang Relevan
Tidak semua KOL cocok untuk semua brand. Pastikan audiens KOL sesuai dengan target pasar produk Anda. Relevansi lebih penting daripada sekadar jumlah followers, karena audiens yang tidak tepat hanya akan mengurangi efektivitas kampanye.
3. Menyusun Kesepakatan Kerja Sama
Setelah memilih KOL, brand perlu menyepakati detail kerja sama seperti rate card, Scope of Work (SOW), hingga durasi kolaborasi. Perjanjian yang jelas akan meminimalisir kesalahpahaman selama kampanye berjalan.
4. Eksekusi Campaign
Tahap ini meliputi pembuatan konten sesuai brief, baik berupa review, posting feed, video, maupun live streaming. Kreativitas KOL tetap penting agar konten terasa natural dan bisa menarik perhatian audiens.
5. Evaluasi Hasil Campaign
Setelah campaign berjalan, brand harus melakukan evaluasi dengan melihat metrik seperti engagement rate, reach, conversion, hingga ROI. Evaluasi ini membantu menentukan apakah kolaborasi berhasil dan apa yang bisa ditingkatkan untuk kampanye berikutnya.
Strategi Memaksimalkan KOL Marketing
Setelah memahami cara kerja dasar KOL marketing, langkah berikutnya adalah mengetahui strategi apa saja yang bisa diterapkan agar kampanye lebih efektif. Ada beberapa strategi yang mampu meningkatkan hasil kolaborasi dengan KOL, yaitu:
1. Influencer Seeding
Salah satu strategi populer dalam KOL marketing adalah influencer seeding, yaitu mengirimkan produk secara gratis kepada KOL untuk dicoba dan dibagikan pengalamannya. Cara ini efektif untuk membangun buzz awal dan menghasilkan organic content yang lebih dipercaya audiens.
2. Affiliate
Model kerja sama berbasis affiliate juga semakin banyak dipilih. Dalam sistem ini, KOL mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi melalui kode unik atau tautan khusus. Keuntungannya, brand bisa langsung mengukur hasil kampanye sekaligus menekan biaya karena hanya membayar sesuai performa. Banyak media sosial dan e-commerce yang membuka affiliate seperti TikTok dan Shopee.
3. Live Shopping
Tren live shopping kini semakin populer di platform seperti TikTok dan Instagram. Brand bisa bekerja sama dengan KOL populer untuk masuk dalam live shopping-nya. Strategi ini akan mengundang followers dan audiens yang menyukai KOL tersebut, sehingga tingkat interaksi dan keterlibatan dalam live shopping semakin tinggi.
Melalui siaran langsung, KOL dapat memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan audiens, hingga memberikan promo eksklusif. Interaksi real-time ini membuat penonton merasa lebih dekat sekaligus terdorong untuk langsung membeli.
Baca juga: Tren Belanja Lewat Live Streaming Diprediksi Terus Meningkat, Apa yang Harus Dipersiapkan Brand?
4. Brand Ambassador Program
Untuk kolaborasi jangka panjang, brand ambassador program menjadi pilihan tepat. Dengan menunjuk KOL sebagai duta brand, pesan yang ingin disampaikan terasa lebih konsisten dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens. Selain itu, kehadiran brand ambassador juga meningkatkan citra brand karena asosiasi yang erat dengan figur yang dipercaya publik.
KOL marketing telah terbukti menjadi strategi yang ampuh dalam membangun kredibilitas, meningkatkan awareness, hingga mendorong penjualan. Mulai dari seeding campaign, affiliate, live shopping, hingga brand ambassador, semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis Anda.
Ingin tahu berapa biaya kerja sama dengan KOL dari berbagai platform? Cek rate card influencer dan KOL hanya di KOL.ID. Platform ini menyediakan tools untuk mencari KOL sesuai niche dan mengetahui rate card mereka. Yuk, segera cek rate card KOL target di KOL.ID!